AMBON, GlobalMaluku.id |Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan Gereja dalam membangun masyarakat yang berkarakter, menjaga kerukunan, serta melindungi generasi muda dari berbagai persoalan sosial, termasuk judi online dan penyalahgunaan narkoba.
Pesan tersebut disampaikan Lewerissa saat menghadiri Perayaan Syukur Misa Perdana imam baru, RP Belly Yoakhim Resubun, MSC, yang berlangsung di kediaman keluarga Edy Tethool, Kompleks Gudang Arang, Kota Ambon, Sabtu (25/7/2026).
Dalam sambutannya, Gubernur mengajak seluruh hadirin untuk bersyukur kepada Tuhan Yesus Kristus atas rahmat tahbisan imamat yang diterima RP Belly Yoakhim Resubun, MSC. Menurutnya, tahbisan imamat merupakan panggilan suci yang menuntut penyerahan diri secara tulus untuk melayani Tuhan dan sesama.
Ia menilai, peran imam dan pemimpin Gereja tidak hanya penting dalam kehidupan spiritual umat, tetapi juga dalam membangun nilai moral, memperkuat persaudaraan, dan membentuk karakter masyarakat.
Pembangunan Tidak Cukup Berorientasi pada Fisik
Lewerissa menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak cukup hanya berfokus pada infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi. Pembangunan spiritual juga harus menjadi perhatian karena berperan membentuk masyarakat yang harmonis, damai, dan memiliki karakter kuat.
Karena itu, Pemerintah Provinsi Maluku terus mendorong kerja sama dengan para pemimpin agama untuk memperkuat nilai moral dan spiritual di tengah masyarakat.
Menurutnya, Gereja memiliki posisi strategis dalam pembinaan umat, terutama dalam menanamkan nilai kasih, kejujuran, tanggung jawab, toleransi, dan kepedulian terhadap sesama.
Gubernur juga menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar RP Belly Yoakhim Resubun, MSC, atas dukungan dan doa yang mengantarkan imam baru tersebut menjalani panggilan pelayanannya.
Ia berharap kehadiran imam baru dapat menjadi berkat bagi keluarga, Gereja, serta seluruh umat di wilayah Keuskupan Amboina.
Judi Online dan Narkoba Jadi Ancaman Generasi Muda
Dalam kesempatan tersebut, Lewerissa turut mengajak seluruh elemen Gereja untuk memperkuat pembinaan umat dalam menghadapi tantangan sosial yang semakin kompleks.
Ia menyoroti praktik prostitusi, judi online, dan penyalahgunaan narkoba sebagai persoalan yang membutuhkan perhatian serius karena berpotensi merusak kehidupan sosial serta masa depan generasi muda.
Gereja diharapkan terus menjadi pusat pembinaan iman, akhlak, dan peradaban, sekaligus berperan aktif bersama pemerintah dan masyarakat dalam mencegah berbagai perilaku yang merugikan.
Upaya tersebut, menurutnya, membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari keluarga, lembaga keagamaan, institusi pendidikan, hingga pemerintah, agar generasi muda memiliki lingkungan yang mendukung pertumbuhan karakter dan masa depan mereka.
Perkuat Kerukunan dan Persaudaraan di Maluku
Gubernur juga mendorong penguatan sinergi antartokoh agama untuk menjaga kerukunan, kedamaian, dan ketertiban sosial di Maluku yang memiliki masyarakat dengan latar belakang beragam.
Ia menegaskan, kolaborasi antara pemerintah, Gereja, dan seluruh elemen masyarakat merupakan modal penting dalam mewujudkan Maluku yang maju, harmonis, dan sejahtera.
Perayaan syukur misa perdana tersebut turut dihadiri Sekretaris Keuskupan Amboina, Pastor Agustinus Arbol, Wali Kota Ambon bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kota Ambon, anggota DPRD Provinsi Maluku, para pastor, suster, frater, Dewan Pastoral Paroki, tokoh umat, pimpinan kelompok kategorial, serta undangan lainnya.
Melalui momentum tersebut, Pemerintah Provinsi Maluku berharap hubungan kemitraan dengan Gereja semakin kuat, sehingga pembinaan spiritual dapat berjalan seiring dengan pembangunan sosial dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.



































