Home / Berita

Kamis, 1 Agustus 2024 - 22:36 WIB

Loppies Terpilih Menjadi Koordinator Regional Untuk Kota-Kota Musik UNESCO Di Wilayah Asia Pasifik

GlobalMaluku.ID,Ambon-Direktur Ambon Music Office, yang juga Focal Point Ambon UNESCO City of Music, Ronny Loppies, terpilih menjadi koordinator regional untuk kota-kota musik UNESCO di wilayah Asia Pasifik.

Pemilihan itu terjadi pada Konfrensi tahunan kota ))Kota-Kota Kreatif Dunia 2024 baru selesai diadakan di Kota Seni-Media UNESCO, Braga Portugal, pada bulan Juli 2024, bertemakan “Bringing Youth to the Table for the Next Decade,”.

Meskipun Loppies sendiri tidak hadir pada perhelatan dunia ini, namun yang membanggakan, dukungan utama didapatkannya, terutama dari Norrkoping (Austria), Kansas City (USA), Daegu (Korea Selatan), Ipoh )(Malaysia) dan Suphanburi (Thailand) dan masih banyak lagi kota-kota di Asia Pasifik yang mendukung.
Selain Asia Pasifik dipilih juga koordinator regional untuk Amerika Utara dan Amerika Selatan, Eropa dan Afrika (laporan dari Koordinator kluster musik UCCN).
“Kesemuanya ini menambah keyakinan bahwa Ambon semakin berjejaring secara internasional karena banyak kepercayaan dari kota-kota lain di dunia terhadap Ambon City of Music,” kata Direktur AMO, saat dikonfirmasi, Kamis (1/8/24) di Ambon.

Baca Juga  Luar Biasa,Merayakan Syukuran HUT, Kapolres SBB Ajak Polwan Berbagi Bahagia Dengan Anak Yatim-Piatu

Untuk diketahui, dalam konferensi tahunan kali ini, Lebih dari 130 orang dan 660 delegasi hadir dari 250 kota kreatif dunia, diantaranya 55 kota berasal dari kota musik dunia.
Kota Kreatif dari seluruh dunia hadir untuk merayakan ulang tahun ke-20 jejaring UNESCO ini dan menggarisbawahi pentingnya keterlibatan pemuda dalam pembangunan perkotaan.
Sesi yang sangat penting adalah sesi tingkat tinggi, dimana walikota dan berbagai perwakilan dari berbagai organisasi antar pemerintah dan jaringan internasional (660 kota kreatif) membahas strategi untuk lebih mengintegrasikan budaya kedalam pembangunan perkotaan berkelanjutan (sustainable city development).
Diskusi-diskusi tersebut mencapai puncaknya pada pengesahan Manifestasi Braga 2024, yang menganjurkan agar budaya diakui sebagai tujuan tersendiri dalam kerangka pembangunan berkelanjutan pasca tahun 2030.

Share :

Baca Juga

Berita

Tinggalkan Pola Pengawasan Konvensional, Inspektorat Ambon Hadirkan SI-BAILEO Berbasis Digital

Berita

Lewerissa Perjuangkan Renovasi Total RSUD Haulussy dan 141 Puskesmas, Target Mulai 2027

Berita

17 Pejabat Eselon II Pemkot Ambon Digembleng PKN, 17 Inovasi Perubahan Ditargetkan Berdampak bagi Masyarakat

Berita

Bangunan Ilegal Ancam Tata Ruang Ambon, Hursepunny Siapkan SIKOPRU untuk Perketat Pengawasan

Berita

Tanpa Bebani APBD, Hendrik Lewerissa Bawa Pesona Maluku ke Panggung Pariwisata Dunia Lewat Bali

Berita

Jusuf Kalla kepada Wisudawan Unpatti: Jangan Hanya Jadi Pencari Kerja, Generasi Muda Harus Mampu Ciptakan Lapangan Kerja

Berita

Wisuda 1.713 Lulusan Unpatti, Pemprov Maluku Tantang Sarjana Hadirkan Inovasi dan Perubahan

Berita

Vanath Ungkap Tantangan Ekonomi Maluku di Hadapan Jusuf Kalla, Investasi dan Lapangan Kerja Jadi Sorotan