Home / Berita

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:14 WIB

Wali Kota Ambon: Keluarga Kuat, Fondasi Masyarakat Harmonis dan Kota yang Damai

AMBON, GlobalMaluku.id | Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, menegaskan bahwa keluarga memiliki peran strategis dalam membangun karakter, memperkuat nilai-nilai moral dan spiritual, serta menciptakan kehidupan masyarakat yang aman, damai, dan harmonis.

Penegasan tersebut disampaikan Wattimena saat memberikan open speech dalam Seminar Keluarga yang diselenggarakan Majelis Daerah Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Provinsi Maluku, dengan mengusung tema “Family Impact” berdasarkan Matius 5:16, di Balai Diklat Kementerian Agama, Nania, Ambon, Selasa (27/10/2026).

Dalam sambutannya, Wattimena menyampaikan apresiasi kepada Majelis Daerah GPdI Maluku atas penyelenggaraan seminar tersebut. Menurutnya, kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat ketahanan keluarga, membangun karakter, serta meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat, khususnya di Kota Ambon.

Ia menegaskan, pembangunan daerah tidak boleh hanya berorientasi pada pembangunan fisik, infrastruktur, dan pertumbuhan ekonomi. Pembangunan mental, spiritual, moral, serta karakter manusia juga harus menjadi perhatian utama.

“Keberhasilan pembangunan suatu daerah pada akhirnya tidak hanya diukur dari kemajuan kotanya, tetapi juga dari kualitas kehidupan masyarakat, keharmonisan keluarga, serta nilai-nilai moral yang tumbuh dan hidup di tengah masyarakat,” tegas Wattimena.

Menurutnya, keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama bagi seseorang untuk belajar tentang kasih, kejujuran, tanggung jawab, disiplin, toleransi, dan penghormatan terhadap sesama.

Dari keluarga yang kuat, lanjutnya, akan lahir pribadi-pribadi berkarakter baik. Pribadi tersebut kemudian membentuk masyarakat yang harmonis, sehingga mampu mendukung terwujudnya Kota Ambon yang aman, damai, sejahtera, dan semakin maju.

Gereja dan Pemerintah Harus Bersinergi

Wattimena juga menyoroti pentingnya peran gereja dan para gembala jemaat dalam memperkuat ketahanan keluarga serta membina kehidupan sosial masyarakat.

Menurutnya, gereja tidak hanya menjadi tempat umat bertumbuh dalam iman, tetapi juga merupakan mitra strategis pemerintah dalam membina moral, memperkuat karakter, dan menanamkan nilai-nilai kebaikan di tengah masyarakat.

Kedekatan para pendeta dan gembala jemaat dengan umat dinilai menjadi kekuatan penting untuk membangun keluarga yang dilandasi kasih, kedamaian, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap sesama.

“Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam membangun masyarakat yang berkualitas. Kita membutuhkan dukungan seluruh elemen, termasuk gereja, tokoh agama, lembaga pendidikan, keluarga, dan masyarakat,” ujarnya.

Ia berharap sinergi antara pemerintah dan gereja terus diperkuat agar upaya membangun keluarga yang tangguh tidak berhenti pada kegiatan seminar, tetapi benar-benar diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga  Ketua LPPD Kota Ambon Optimis Pertahankan Juara Pesparawi

Wattimena juga mengingatkan bahwa keluarga saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks seiring perkembangan teknologi digital dan penggunaan media sosial.

Perubahan pola komunikasi, penggunaan teknologi yang tidak bijaksana, serta berkurangnya waktu berkualitas bersama keluarga dapat memengaruhi hubungan antara suami dan istri maupun orang tua dan anak.

Karena itu, ia mengajak setiap keluarga untuk memperkuat fondasi iman, membangun komunikasi yang terbuka, mempraktikkan kasih dalam kehidupan sehari-hari, serta memiliki komitmen untuk saling mendukung.

Orang tua, katanya, harus menjadi teladan bagi anak-anaknya. Sementara suami dan istri perlu membangun hubungan yang dilandasi kasih dan tanggung jawab, serta menyelesaikan setiap persoalan keluarga dengan bijaksana.

Family Impact: Iman Harus Terlihat dalam Perbuatan

Mengulas tema seminar Family Impact, Wattimena menekankan bahwa keluarga Kristen dipanggil bukan hanya untuk menjadi keluarga yang baik bagi dirinya sendiri, melainkan juga menjadi sumber terang dan berkat bagi lingkungan sekitarnya.

Pesan tersebut sejalan dengan Matius 5:16 yang mengajarkan agar terang umat bercahaya melalui perbuatan baik sehingga orang lain memuliakan Bapa di surga.

Menurut Wattimena, iman tidak cukup hanya diucapkan, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata. Demikian pula kasih tidak cukup hanya diajarkan, tetapi harus terlihat dalam sikap dan perilaku sehari-hari.

“Ketika sebuah keluarga hidup dalam kasih, saling menghormati, menjunjung kejujuran, serta menunjukkan kepedulian kepada sesama, keluarga tersebut sedang memberikan dampak positif bagi lingkungannya,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan bahwa keteladanan para gembala dan keluarganya memiliki arti penting bagi kehidupan jemaat dan masyarakat.

Karena itu, ia berharap seminar tersebut tidak sekadar memberikan pengetahuan dan pemahaman baru kepada peserta, tetapi juga mendorong lahirnya komitmen untuk melakukan perubahan nyata dalam kehidupan keluarga masing-masing.

Wattimena mengajak seluruh peserta menjadikan keluarga sebagai tempat bertumbuhnya kasih, pengampunan, kesetiaan, tanggung jawab, dan penghormatan terhadap sesama.

Dengan demikian, setiap keluarga dapat menjadi terang, bukan hanya bagi anggota keluarganya sendiri, tetapi juga bagi lingkungan, jemaat, dan masyarakat luas.

Rawat Toleransi dan Semangat Hidup Orang Basudara

Selain memperkuat ketahanan keluarga, Wali Kota Ambon turut menekankan pentingnya menjaga kerukunan dan toleransi sebagai modal sosial dalam pembangunan daerah.

Baca Juga  Jaga Laut Banda Tetap Bersih, Istri Bupati Maluku Tengah Pimpin Aksi Bersih Sampah di Laut Banda

Ia mengingatkan bahwa Ambon merupakan rumah bersama bagi masyarakat yang memiliki latar belakang agama, suku, budaya, dan tradisi yang beragam.

Keberagaman tersebut, menurutnya, harus dirawat dan diperkuat sebagai kekuatan untuk membangun persaudaraan serta mempererat hubungan antarsesama warga.

Wattimena berharap setiap keluarga di Kota Ambon dapat mengambil bagian dalam menjaga perdamaian dengan mengajarkan anak-anak untuk menghormati orang lain, menghargai perbedaan, menolak kebencian, dan mengutamakan persaudaraan.

Dalam konteks ini, gereja dan seluruh lembaga keagamaan dinilai memiliki peran penting melalui khotbah, pelayanan, pendidikan iman, serta keteladanan para pemimpin agama.

Upaya tersebut diharapkan dapat terus memperkuat semangat hidup orang basudara yang menjadi salah satu fondasi kehidupan masyarakat Maluku.

“Pemerintah Kota Ambon terbuka untuk terus membangun kerja sama dengan seluruh lembaga keagamaan. Kita memiliki tanggung jawab bersama untuk memastikan bahwa Kota Ambon tetap menjadi rumah yang aman, damai, dan nyaman bagi seluruh warganya,” tegasnya.

Ia menambahkan, pembangunan Ambon harus berjalan seimbang, yakni tidak hanya menjadikan kota semakin maju secara fisik, tetapi juga membentuk masyarakat yang memiliki karakter kuat, kehidupan spiritual yang baik, dan semangat persaudaraan yang kokoh.

Harapkan Dampak Nyata bagi Keluarga di Maluku

Mengakhiri sambutannya, Wattimena berharap Seminar Keluarga Majelis Daerah GPdI Maluku dapat menghasilkan pemikiran, komitmen, dan langkah konkret untuk memperkuat ketahanan keluarga, khususnya di Kota Ambon.

Ia mengajak seluruh peserta menjadikan nilai-nilai yang diperoleh selama seminar sebagai pedoman dalam membangun kehidupan rumah tangga yang harmonis, memperkuat iman, serta menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.

Menurutnya, keluarga yang tangguh akan memberikan kontribusi positif bagi terciptanya masyarakat yang rukun, sekaligus mendukung keberhasilan pembangunan daerah.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, gereja, dan masyarakat, ia optimistis nilai-nilai kasih, toleransi, tanggung jawab, dan persaudaraan dapat terus bertumbuh dalam kehidupan warga Kota Ambon.

Pesan utama yang disampaikan dalam seminar tersebut adalah bahwa dampak sebuah keluarga tidak hanya terlihat dari keharmonisan di dalam rumah tangga, tetapi juga dari keteladanan dan perbuatan baik yang dirasakan oleh lingkungan sekitarnya.

Dengan semangat Family Impact, setiap keluarga diharapkan mampu menjadi sumber terang, membawa berkat bagi sesama, serta mengambil bagian dalam mewujudkan Kota Ambon yang aman, damai, sejahtera, dan semakin maju.

Share :

Baca Juga

Berita

Wagub Maluku Soroti Serapan Anggaran DAK, Minta Program Kependudukan dan Pencegahan Stunting Lebih Tepat Sasaran

Berita

Ironis! Warga Pegunungan SBB Masih Gunakan Pelita, DPRD Maluku Desak Dinas ESDM Bertindak

Berita

Audit Khusus SK Kenaikan Pangkat Bodong di Pemkot Ambon Rampung 6 November, Hasilnya Diserahkan ke Wali Kota

Berita

Wali Kota Ambon Tekankan Pentingnya Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Gempa Bumi

Berita

Cabai Rawit Tembus Rp160 Ribu per Kg, Pemprov Maluku Jual Rp40 Ribu Lewat Pangan Murah

Berita

Maluku dan Ambon Raih TPAKD Terbaik Regional, Lewerissa Apresiasi Kinerja dan Sinergi dengan OJK

Berita

Pemkot Ambon Perkuat Transformasi Kesehatan Digital Berbasis AI, Aiko Health Disosialisasikan di 22 Puskesmas

Berita

Bupati Maluku Tengah dan Kemenkum Maluku Perkuat Perlindungan Produk Unggulan melalui Indikasi Geografis