AMBON, GLOBALMALUKU.ID – Wali Kota Ambon menegaskan bahwa kegiatan organisasi dan paduan suara tidak boleh hanya dipandang sebagai agenda seremonial maupun ajang mengejar kemenangan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut harus menjadi ruang membangun karakter, etika, moral, kebersamaan, serta harmoni di tengah keberagaman masyarakat Kota Ambon.
Hal itu disampaikan Wali Kota Ambon dalam sambutannya pada pembukaan rapat kerja dan kegiatan paduan suara yang diikuti peserta dari Kota Ambon, Rabu, (23/9/2026) di Meeting Room Hotel Amaris.
Menurutnya, rapat kerja organisasi harus memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kinerja kepengurusan sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun kualitas sumber daya manusia.
“Rapat kerja ini bukan sekadar kegiatan seremonial, bukan sekadar tuntutan organisasi yang mesti dipenuhi oleh pengurus, tetapi harus menjadi bagian penting dalam upaya bersama meningkatkan kinerja kepengurusan,” demikian pesan yang disampaikan dalam sambutan tersebut.
Wali Kota kemudian menggunakan paduan suara sebagai gambaran pentingnya kerja bersama. Menurutnya, harmoni tidak akan tercipta jika hanya satu suara yang berperan. Setiap jenis suara harus mengambil bagian dan menyatu sehingga menghasilkan sebuah harmoni yang indah.
“Ini kerja bersama, ini kerja tim. Ini bukan kerja satu orang, bukan kerja sekelompok, tapi semua mengambil peran yang sama,” tegasnya.
Ia mengatakan prinsip yang sama juga berlaku dalam kehidupan masyarakat Kota Ambon. Kota Ambon dibangun di tengah keberagaman suku, agama dan latar belakang masyarakat. Karena itu, perbedaan bukan menjadi alasan untuk terpecah, tetapi harus dikelola melalui peran masing-masing untuk menciptakan kehidupan yang harmonis.
“Kalau masing-masing memainkan perannya dengan baik, pasti harmoni itu tercipta,” ujarnya.
Jangan Jadikan Kompetisi sebagai Tujuan Utama
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota juga mengingatkan agar paduan suara gereja tidak kehilangan tujuan utamanya. Menurutnya, paduan suara gereja dibentuk untuk memuji dan memuliakan Tuhan, sehingga semangat kompetisi tidak boleh menggeser nilai spiritual tersebut.
Ia mengingatkan bahwa keinginan menjadi juara tidak boleh mengalahkan ketulusan dalam bernyanyi dan melayani.
“Dia tidak boleh bergeser nilainya, harus kita hanya mencari juara dalam sebuah kompetisi,” demikian pesan yang disampaikan dalam sambutannya.
Wali Kota juga mengajak peserta untuk tidak terjebak pada nostalgia terhadap prestasi masa lalu. Menurutnya, perkembangan paduan suara di berbagai daerah terus mengalami peningkatan sehingga kemampuan harus terus diasah melalui latihan yang konsisten.
“Jangan berharap kalau dengan nostalgia, lalu kita masih jadi juara. Tidak lagi,” pesannya.
Karena itu, ia mendorong para peserta untuk terus berlatih, meningkatkan kemampuan, dan mempersiapkan diri menghadapi kompetisi dengan lebih serius.
“Terus berlatih, berlatih, dan berlatih. Mengasah kemampuan,” tegasnya.
Pesan tersebut sekaligus menjadi dorongan agar paduan suara Kota Ambon tidak hanya mengandalkan pengalaman dan prestasi masa lalu, tetapi terus melakukan pembenahan dan peningkatan kualitas.
Bagi Wali Kota, kekuatan paduan suara terletak pada kemampuan setiap individu untuk menyatukan suara, peran dan komitmen dalam satu tujuan. Prinsip itulah yang dinilai relevan dengan upaya bersama membangun Kota Ambon yang harmonis di tengah keberagaman.






































