Home / Berita

Kamis, 10 September 2026 - 18:12 WIB

18 Finalis Duta Genre Maluku 2026 Ditegaskan: Remaja Penentu Bonus atau Bencana Demografi

AMBON, GLOBALMALUKU.ID – Masa depan Maluku tidak hanya ditentukan oleh kebijakan pemerintah saat ini, tetapi juga oleh kualitas generasi muda yang tengah dipersiapkan menghadapi masa depan.

Pesan tersebut disampaikan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku, dr. Edi Setiawan, saat Grand Final Apresiasi Duta Genre Provinsi Maluku 2026 yang berlangsung di Marina Hotel Ambon, Kamis (10/9/2026).

Di hadapan 18 finalis Duta Genre Maluku 2026, Edi menegaskan bahwa remaja merupakan kelompok strategis yang akan menentukan arah Maluku dalam menghadapi bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045.

“Remaja adalah jembatan emas. Remaja yang akan menentukan apakah Maluku benar-benar bisa menikmati Indonesia Emas atau tidak,” kata Edi dalam sambutannya.

Menurutnya, kualitas masa depan Maluku sangat bergantung pada kualitas remaja saat ini. Karena itu, pembangunan karakter, pengetahuan, kapasitas diri, serta kemampuan memberikan dampak positif bagi lingkungan menjadi hal yang sangat penting.

Edi mengingatkan, bonus demografi hanya akan menjadi peluang apabila generasi muda memiliki kualitas, karakter dan kemampuan yang memadai. Sebaliknya, kondisi tersebut dapat berubah menjadi persoalan apabila generasi muda tidak dipersiapkan secara serius.

“Remaja yang punya kemampuan luar biasa dan akhlak yang baik adalah remaja yang akan bisa mengatakan Maluku benar-benar bisa menikmati bonus demografi, bukan justru menikmati bencana demografi,” ujarnya.

PIK-R Jadi Wadah Penguatan Generasi Muda

Edi menjelaskan, pemerintah melalui Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN terus menjalankan berbagai program untuk meningkatkan kualitas generasi muda.

Baca Juga  Kunker di Kodim 1502/Masohi Danrem 151/Binaiya Berikan Jam Pimpinan

Salah satunya melalui Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) yang menjadi wadah bagi remaja untuk mendapatkan informasi, membangun kapasitas diri, serta terlibat dalam berbagai kegiatan positif yang berkaitan dengan kehidupan dan masa depan mereka.

Menurut Edi, keberadaan wadah seperti PIK-R penting agar remaja tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga mampu menjadi penggerak perubahan di lingkungannya.

Duta Genre Bukan Sekadar Soal Penampilan

Dalam kesempatan tersebut, Edi juga menegaskan bahwa pemilihan Duta Genre Maluku bukan sekadar ajang mencari remaja dengan penampilan menarik maupun kemampuan berbicara di depan publik.

Para finalis telah melewati berbagai tahapan penilaian sejak tahap awal hingga grand final. Karena itu, siapa pun yang nantinya masuk lima besar, tiga besar maupun menjadi juara merupakan peserta yang telah melalui proses panjang.

“Kita bukan hanya memilih remaja yang cantik dan tampan. Kita memilih remaja yang punya program bagus bagi remaja dan sudah ada keberdampakan terhadap remaja di lingkungan mereka masing-masing,” tegas Edi.

Ia mengatakan, keberdampakan menjadi salah satu pertimbangan penting dalam menentukan Duta Genre Maluku 2026.

Kemampuan public speaking, menurutnya, tidak cukup apabila tidak dibarengi dengan kontribusi nyata. Para finalis juga harus mampu melakukan pembinaan, menginisiasi kegiatan positif dan menjadi contoh bagi remaja lainnya di wilayah masing-masing.

Grand Final Bukan Akhir Perjalanan

Edi berpesan agar seluruh finalis tidak menjadikan seleksi Duta Genre sebagai tujuan akhir.

Baca Juga  Demi Menjaga Harkamtibmas, Plt Kapolsek Manipa Kunjungi Masyarakat Di Tujuh Desa

“Seleksi bukan tujuan akhir. Tugas kalian sesudah seleksi adalah bagaimana kalian bisa berkiprah dan berkontribusi terhadap pembangunan di masing-masing wilayah,” katanya.

Ia berharap para finalis mampu menjadi role model bagi remaja, baik di tingkat kabupaten maupun kota.

Menurutnya, gelar Duta Genre bukan sekadar predikat, melainkan sebuah tanggung jawab untuk membawa pesan positif serta mendorong remaja lainnya agar mampu merencanakan masa depan dengan lebih baik.

Grand Final Apresiasi Duta Genre Provinsi Maluku 2026 diikuti 18 finalis. Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Bunda Genre Provinsi Maluku yang diwakili Ketua Pokja II TP PKK Provinsi Maluku, Bunda Genre Kota Ambon, serta Bunda Genre dari Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Seram Bagian Barat, Seram Bagian Timur dan Maluku Barat Daya.

Hadir pula dewan juri dan sejumlah tamu undangan.

Edi menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan, termasuk para mitra dan sponsor yang turut berkontribusi dalam pengembangan program kepemudaan di Maluku.

Ia kembali menekankan bahwa grand final bukanlah garis akhir bagi para finalis. Justru, momentum tersebut menjadi titik awal untuk membuktikan bahwa mereka mampu berkontribusi dan membawa perubahan.

“Grand final hari ini bukan akhir dari perjalanan, tetapi menjadi awal dari tanggung jawab untuk memberikan kontribusi dan dasar positif bagi pembangunan menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.

Share :

Baca Juga

Berita

Wagub Vanath Turun Langsung ke RSUD Haulussy, Akui Masih Ada Kekurangan dan Janji Pembenahan

Berita

44 Tahun FPIK Unpatti, Dari Kampus Kelautan Menuju Dampak Nyata bagi Maluku

Berita

Mesin Perahu Rusak, Lewerissa Perjuangkan Bantuan untuk Nelayan Dusun Seri

Berita

Pemuda Samasuru Soroti Pengalihan Dapodik, Minta Pemprov Tunduk pada Putusan MK

Berita

10 Negeri Adat Tehoru Tanam Tiang Sasi di DPRD Malteng, Tegaskan Penolakan PAL HPK

Berita

Wali Kota Ambon Akan Terima Penghargaan di HUT ke-15 KompasTV

Berita

Soal Kursi Raja-Raja di HUT Ambon, Pemkot Tegaskan: Ini Acara Pemerintahan, Bukan Acara Adat

Berita

Kondisi Pasca-Erupsi Aman, Rute Penerbangan Ambon–Jakarta–Ambon Kembali Normal