Langgur – Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan pelayanan publik melalui kegiatan Bakti Sosial Terintegrasi bersama Kementerian Sosial Republik Indonesia. Program ini menyasar 1.017 warga penerima manfaat dengan berbagai layanan langsung yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
Bupati Maluku Tenggara, Muhammad Thaher Hanubun, menegaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi bukti nyata kehadiran negara di tengah masyarakat, khususnya bagi mereka yang membutuhkan perhatian dan intervensi pemerintah.
“Bakti sosial ini adalah bentuk pelayanan langsung, agar masyarakat yang membutuhkan dapat merasakan kehadiran pemerintah secara nyata,” ujar Thaher saat kegiatan berlangsung di RSUD Karel Sadsuitubun, Langgur, Rabu (22/4/2026).
Kegiatan ini didukung anggaran sebesar Rp1,15 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui Kementerian Sosial. Sebanyak 16 jenis layanan terpadu disiapkan, mencakup sektor kesehatan, sosial, hingga pemberdayaan ekonomi.
Layanan tersebut antara lain operasi katarak, khitanan massal, isbat nikah, pelayanan administrasi kependudukan, serta bantuan pendidikan. Selain itu, tersedia pula pembebasan pasung bagi orang dengan gangguan jiwa, bantuan alat bantu disabilitas, layanan kesehatan lansia, donor darah, hingga program kewirausahaan.
Tak hanya itu, intervensi lainnya juga mencakup penanganan penderita kusta, layanan fisioterapi, penguatan lembaga kesejahteraan sosial, program pekerja sosial masuk sekolah, serta bantuan bagi penyintas HIV/AIDS.
Menurut Thaher, pendekatan terintegrasi menjadi kunci agar masyarakat dapat memperoleh berbagai layanan dalam satu waktu dengan hasil yang lebih efektif dan optimal.
“Dengan layanan terpadu, masyarakat tidak perlu berpindah-pindah. Semua kebutuhan bisa terpenuhi dalam satu kegiatan,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan seluruh jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), tenaga kesehatan, dan pekerja sosial untuk memberikan pelayanan terbaik dan tepat sasaran, sehingga manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat.
“Pastikan setiap layanan ini memberi dampak nyata dan menyentuh langsung kebutuhan warga,” tegasnya.
Bupati turut mengapresiasi dukungan Kementerian Sosial yang dinilai sangat membantu pemerintah daerah dalam memperluas jangkauan pelayanan, terutama di tengah keterbatasan anggaran daerah.
“Kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci utama agar pelayanan kepada masyarakat semakin luas dan merata,” pungkasnya.

































