Home / Berita

Sabtu, 2 Mei 2026 - 10:31 WIB

Mendikdassa Tekankan Transformasi Pendidikan Nasional, Rektor Unpatti Ambon Bacakan Sambutan Resmi Hardiknas 2026

Ambon – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2026 di Auditorium Unpatti Ambon, Sabtu (02/05) berlangsung penuh khidmat dan inspiratif. Dalam upacara yang digelar di Universitas Pattimura, sambutan resmi Menteri Pendidikan Sains dan Seni dibacakan oleh Rektor Universitas Pattimura Ambon, Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd.

Dalam sambutan tersebut, Menteri menegaskan bahwa Hardiknas ke-78 menjadi momentum penting untuk memperkuat keyakinan bahwa pendidikan adalah jantung peradaban dan ruang pembentukan akal budi serta karakter bangsa.

Pendidikan sebagai Jawaban Tantangan Global

Menteri mengingatkan bahwa dunia kini bergerak sangat cepat, ditandai dengan disrupsi digital, perubahan iklim, ketimpangan sosial, hingga transformasi dunia kerja akibat kecerdasan artifisial. Di tengah tantangan global tersebut, pendidikan tetap menjadi jawaban paling strategis bagi bangsa.

“Amanat mencerdaskan kehidupan bangsa bukanlah pilihan, melainkan kewajiban. Pendidikan bermutu, adil, dan memerdekakan harus diwujudkan dengan partisipasi seluruh elemen bangsa,” demikian sambutan yang dibacakan Prof. Leiwakabessy.

Tema Hardiknas tahun ini, “Menguatkan Partisipasi Semesta, Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua,” selaras dengan Asta Cita keempat Presiden Prabowo Subianto serta menjadi landasan pembangunan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi dalam Renstra 2025–2029.

Baca Juga  Pemkab SBB Gelar Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional Tahun 2025

Tiga Fokus Transformasi Pendidikan

Menteri menjabarkan tiga kekuatan utama yang menjadi tumpuan transformasi menuju Indonesia Emas 2040:

1. Perluasan Akses Pendidikan yang Inklusif

Tidak boleh ada warga yang tertinggal karena kondisi ekonomi, geografis, atau sosial. Program seperti KIP Kuliah, beasiswa afirmasi, BKT, serta beasiswa magister dan doktoral akan terus diperkuat untuk memastikan pendidikan tinggi menjadi tangga mobilitas sosial bagi semua anak bangsa.

2. Kolaborasi Kampus dan Masyarakat

Perguruan tinggi didorong menjadi pusat inovasi yang melahirkan solusi nyata. Melalui konsorsium riset dan kemitraan dengan berbagai pihak, kampus berperan menjawab persoalan seperti kemiskinan, ketahanan pangan, dan pembangunan daerah—termasuk inovasi pertanian dan pangan bergizi di wilayah Nusa Tenggara Timur.

3. Riset yang Berdampak pada Industri dan Masa Depan

Riset nasional diarahkan tidak hanya menghasilkan publikasi, tetapi juga inovasi industri. Fokusnya meliputi pengelolaan sampah, transisi energi, semikonduktor, sumber daya alam, kesehatan, ketahanan pangan, hingga artificial intelligence.

Pendanaan riset berbasis tantangan, penguatan lembaga penelitian, serta pembangunan pusat keunggulan IPTEK menjadi prioritas utama.

Indonesia Harus Melahirkan Ilmuwan Kelas Dunia

Dalam sambutannya, Menteri menegaskan cita-cita besar Indonesia untuk tidak sekadar menjadi pengguna ilmu pengetahuan, tetapi juga pencipta.

Baca Juga  Perumdam Tirta Yapono Ingin Layani Semua Warga, Plt Direktur : Ini Terkait Kewenangan

“Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arah yang jelas: Indonesia harus melahirkan ilmuwan kelas dunia, bahkan peraih Nobel dari anak bangsa.”

Kementerian kini menyiapkan Program Indonesia 2045, sebuah inisiatif berkelanjutan untuk membina talenta unggul, memperkuat riset kelas dunia, dan membangun ekosistem sains nasional.

Apresiasi bagi Tenaga Pendidik dan Seruan bagi Generasi Muda

Menteri juga memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada para pendidik, peneliti, dan tenaga kependidikan di seluruh penjuru negeri yang dianggap sebagai penanam masa depan bangsa.

Kepada mahasiswa dan generasi muda, ia berpesan untuk tidak takut bermimpi besar:

“Jadilah pembelajar yang kritis, pencipta gagasan, dan pemecah masalah. Masa depan Indonesia Emas ada di tangan kalian.”

Pendidikan sebagai Tanggung Jawab Kolektif Bangsa

Menutup sambutan, Menteri mengajak seluruh pihak—negara, kampus, masyarakat, keluarga, pendidik, peneliti, hingga generasi muda—untuk bersatu menghadirkan pendidikan bermutu, relevan, dan berdampak bagi semua.

Upacara Hardiknas 2026 di Unpatti Ambon pun ditutup dengan ajakan bersama: membangun masa depan Indonesia dari ruang-ruang belajar hari ini.

Share :

Baca Juga

Berita

SD Negeri 30 Maluku Tengah Mantapkan Predikat Sekolah Ramah Anak dan Penggerak di Hardiknas 2026

Berita

Unpatti Mantapkan Langkah Menuju Universitas Kelas Dunia, Siapkan Generasi Emas 2045 Lewat Pendidikan dan Seni

Berita

Rektor Unpatti: Kampus Harus Jadi Pusat Inovasi dan Solusi Bangsa di Era AI dan Disrupsi Global

Berita

Ruslan Tawari Dorong Generasi Muda Maluku Siap Hadapi Disrupsi Ekonomi di Era Megaproyek Masela

Berita

KPK Ingatkan Pentingnya Perencanaan dan Tata Kelola Keuangan

Berita

Awaiya Jadi Simpul Ekonomi Baru: Industri Kelapa dan Pala Resmi Dibangun di Liang

Berita

Ketua DPRD Ambon Tegaskan Komitmen Cegah Korupsi, Dukung Penguatan Reformasi Birokrasi

Berita

Wakil Rektor Unpatti Tegaskan Pentingnya Pendekatan Berbasis Data untuk Atasi Kemiskinan di Maluku