Home / Berita

Kamis, 15 Oktober 2026 - 12:10 WIB

Kemarau Tak Surutkan Produksi Padi, 3.000 Hektare Sawah di Seram Utara Kobi Tertanami, Seti Targetkan 1.250 Hektare

GLOBALMALUKU.ID, MASOHI | Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah terus berupaya menjaga keberlanjutan produksi pangan di tengah ancaman musim kemarau. Hingga Oktober 2026, sekitar 3.000 hektare lahan persawahan di Kecamatan Seram Utara Kobi telah tertanami padi. Sementara itu, di wilayah Seram Utara Seti, pemerintah merencanakan penanaman padi pada lahan seluas 1.250 hektare, namun pelaksanaannya masih menunggu kondisi air yang memadai.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Maluku Tengah, Arsad Slamat, SP, menyampaikan hal tersebut saat diwawancarai melalui telepon genggam, Kamis, (15/10/2026). Ia menjelaskan, meskipun musim kemarau masih berlangsung, pasokan air dari Bendung Samal tetap mendukung aktivitas pertanian di sejumlah desa di Seram Utara Kobi.

Menurut Arsad, ketersediaan air dari Bendung Samal masih memadai untuk mengairi areal persawahan di Desa Samal Morokai, Waimusi, Waiasi, Leawai, dan Kobimukti. Kondisi tersebut memungkinkan petani tetap melakukan kegiatan penanaman meskipun menghadapi tantangan kekeringan.

“Untuk wilayah Seram Utara Kobi, saat ini sudah sekitar 3.000 hektare yang tertanami. Walaupun kemarau, Bendung Samal masih mampu mengairi areal persawahan di beberapa desa karena ketersediaan airnya masih memadai,” jelas Arsad.

Berbeda dengan Kobi, kondisi di Seram Utara Seti masih menghadapi kendala serius. Sejumlah sungai mengalami kekeringan sehingga pasokan air untuk mengairi lahan persawahan belum mencukupi. Akibatnya, jadwal tanam di wilayah tersebut terpaksa ditunda hingga kondisi air memungkinkan.

Baca Juga  Komisi III DPRD Maluku Soroti Utang Subsidi Perumda Panca Karya, Minta Evaluasi Menyeluruh Kinerja Perusahaan

Padahal, lahan yang direncanakan untuk ditanami padi di Seram Utara Seti mencapai 1.250 hektare. Luasan tersebut menjadi bagian dari upaya pengembangan pertanian dan peningkatan produksi pangan di Kabupaten Maluku Tengah. Namun, realisasi penanaman tetap harus disesuaikan dengan kondisi sumber air agar kegiatan pertanian dapat berjalan dengan baik.

“Untuk wilayah Seti, sampai sekarang belum bisa tertangani karena sungai-sungai mengalami kekeringan. Jadwal tanam masih kami tunda sampai kondisi air memadai, baru kemudian kita jadwalkan kembali,” ungkapnya.

IRPOM Jadi Solusi, Sebagian Lahan Waimusal Sudah Terairi

Di tengah keterbatasan sumber air akibat kemarau, Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah terus mendorong pemanfaatan infrastruktur irigasi perpompaan (IRPOM) sebagai salah satu solusi untuk membantu memenuhi kebutuhan air bagi lahan pertanian.

Arsad menjelaskan, pembangunan IRPOM telah menunjukkan progres. Meski demikian, kondisi kekeringan masih membatasi jangkauan pengairan sehingga air belum dapat menjangkau seluruh areal persawahan yang membutuhkan.

Salah satu lokasi yang telah merasakan manfaatnya adalah Desa Waimusal. Di desa tersebut, sebagian lahan pertanian sudah dapat diairi melalui sistem irigasi perpompaan yang dibangun pemerintah.

“IRPOM sudah ada progres, tetapi karena kondisi masih kering, air baru bisa mengairi sebagian lahan. Salah satunya di Waimusal yang sudah memanfaatkan irigasi perpompaan,” katanya.

Pemanfaatan IRPOM diharapkan dapat membantu mengatasi keterbatasan pengairan, terutama ketika debit sungai menurun akibat musim kemarau. Namun, optimalisasi fasilitas tersebut tetap membutuhkan ketersediaan sumber air yang cukup agar manfaatnya dapat menjangkau lebih banyak lahan pertanian.

Baca Juga  Pemkot Ambon Perkuat Sistem Keamanan Siber dan Pengawasan Wajib Pajak dengan Teknologi Digital

Pemerintah Sesuaikan Jadwal Tanam dengan Kondisi Air

Kondisi di Seram Utara Kobi dan Seti memperlihatkan bahwa ketersediaan air menjadi salah satu faktor utama dalam menentukan keberhasilan musim tanam. Di satu sisi, sekitar 3.000 hektare sawah di Kobi telah tertanami dengan dukungan Bendung Samal. Di sisi lain, rencana penanaman seluas 1.250 hektare di Seti masih menunggu pulihnya ketersediaan air.

Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah melalui Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura berupaya menjaga agar program pertanian tetap berjalan dengan mempertimbangkan kondisi faktual di lapangan. Penundaan jadwal tanam di wilayah yang mengalami kekeringan menjadi langkah untuk menyesuaikan pelaksanaan program dengan kesiapan pengairan.

Upaya ini sekaligus menegaskan pentingnya penguatan infrastruktur irigasi dan pengelolaan sumber air untuk mendukung keberlanjutan produksi pangan daerah.

Dengan tetap mengoptimalkan Bendung Samal, melanjutkan pengembangan IRPOM, serta menjadwalkan kembali penanaman di Seti ketika pasokan air mencukupi, pemerintah daerah diharapkan dapat menjaga keberlangsungan aktivitas pertanian dan mendorong realisasi target tanam yang telah direncanakan.

Tantangan kemarau menjadi ujian bagi sektor pertanian Maluku Tengah. Karena itu, keberhasilan mempertahankan lahan yang telah tertanami sekaligus merealisasikan rencana tanam 1.250 hektare di Seti akan sangat bergantung pada ketersediaan air dan kesiapan infrastruktur pengairan di lapangan.

Share :

Baca Juga

Berita

33 Titik Karhutla Tercatat di Maluku Tengah, Bupati Zulkarnain Perkuat Penanganan

Berita

1.770 LAPORAN DARURAT MASUK CALL CENTER 112 AMBON, KEBAKARAN MELONJAK 41 KASUS HINGGA 13 OKTOBER

Berita

TMMD KE-130 KODIM 1504/AMBON RESMI DIBUKA, BODEWIN WATTIMENA SOROTI KETAHANAN AIR BERSIH DAN ANCAMAN EL NIÑO

Berita

Wali Kota Ambon Berlakukan WFH dan PJJ, Antisipasi Dampak Kabut Asap

Berita

ANOS YEREMIAS INGATKAN BAHAYA KABUT ASAP: JANGAN TUNGGU MASKER DARI PEMERINTAH, LINDUNGI DIRI DAN KELUARGA!

Berita

DANA DESA MENYUSUT, BODEWIN TANTANG KADES DAN BPD: JANGAN BERKONFLIK, BANGUN SINERGI UNTUK RAKYAT!

Berita

KABUT ASAP ANCAM KESEHATAN, GUBERNUR MALUKU TURUN KE JALAN BAGIKAN 1.500 MASKER KN95

Berita

WALIKOTA AMBON TEKANKAN DISIPLIN DAN INTEGRITAS, CPNS DIMINTA BUKTIKAN KINERJA DAN UTAMAKAN PELAYANAN PUBLIK