AMBON, GlobalMaluku.ID |Wakil Gubernur Maluku menghadiri sekaligus membuka secara resmi kegiatan Sahari Dilahasuang yang digelar Perempuan Indonesia Maju (PIM) DPD Provinsi Maluku di Jembatan Amerika, Negeri Laha, Sabtu (31/10/2026). Kegiatan yang mengusung tema “Menghidupkan Tradisi, Mengembangkan Potensi Negeri Berdampak, Mari Kasi Pono dan Kasi Rame” ini menjadi momentum untuk mengangkat potensi lokal sekaligus memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Dalam kegiatan tersebut, salah satu agenda penting yang dilaksanakan adalah penyerahan Nomor Induk Berusaha (NIB) kepada enam kelompok perwakilan masyarakat Negeri Laha. Pemberian legalitas usaha ini diharapkan membuka peluang lebih luas bagi pelaku UMKM untuk mendapatkan pembinaan, pendampingan, akses pembiayaan, serta pengembangan usaha secara berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Maluku menegaskan bahwa upaya memajukan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Menurutnya, diperlukan keterlibatan seluruh elemen, termasuk organisasi kemasyarakatan, organisasi keagamaan, serta kelompok-kelompok masyarakat.
Ia menilai kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat merupakan kekuatan penting untuk mendorong pembangunan yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Pemerintah tentu hadir untuk melengkapi berbagai kebutuhan masyarakat, termasuk membantu pengurusan perizinan usaha. Namun, seluruh organisasi, baik organisasi kemasyarakatan maupun organisasi keagamaan, juga diharapkan mengambil bagian dalam upaya memajukan dan menyejahterakan masyarakat,” ungkapnya.
Wagub juga mengingatkan para pelaku UMKM agar tidak hanya berorientasi pada produksi dan penjualan, tetapi harus mulai membangun tata kelola usaha yang baik, terutama dalam hal administrasi dan pencatatan keuangan.
Menurutnya, setiap pengeluaran dan pemasukan usaha harus dicatat secara teratur, mulai dari pembelian bahan baku, biaya produksi hingga hasil penjualan. Hal tersebut menjadi fondasi penting agar usaha dapat berkembang secara sehat dan memiliki peluang memperoleh dukungan pembiayaan dari lembaga perbankan.
“Kalau berbelanja beras berapa, cabai berapa, semuanya harus dihitung dan dicatat. Begitu juga hasil penjualannya. Ini penting karena ketika pelaku UMKM ingin mengakses pembiayaan atau mengajukan kredit ke perbankan, administrasi usaha harus tersedia dan memenuhi standar yang dibutuhkan,” pesannya.
Selain penguatan kapasitas pelaku usaha, Wagub turut menyoroti pentingnya menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan nyaman bagi masyarakat maupun pengunjung yang datang ke Negeri Laha.
Ia menyebutkan, kekayaan kuliner tradisional seperti nasi kelapa merupakan salah satu potensi yang dapat dikembangkan menjadi daya tarik wisata sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat. Namun, potensi tersebut perlu didukung dengan suasana lingkungan yang kondusif agar semakin banyak orang tertarik berkunjung dan berbelanja produk lokal.
“Yang kita harapkan adalah semakin banyak orang datang ke sini dan berbelanja. Potensi kuliner seperti nasi kelapa sudah menjadi daya tarik tersendiri. Tetapi, yang tidak kalah penting adalah bagaimana kita menciptakan kenyamanan bagi setiap orang yang berkunjung,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Wagub juga mengajak masyarakat Maluku untuk terus menjaga persaudaraan dan merawat harmoni antarumat beragama. Ia menegaskan bahwa kepercayaan dan hubungan persaudaraan antara masyarakat Muslim dan non-Muslim harus terus dipelihara sebagai modal sosial dalam menjaga stabilitas keamanan serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
“Orang Islam harus terus percaya kepada saudara-saudara non-Islam, begitu juga sebaliknya. Inilah yang saya sebut sebagai merawat harmoni antarumat beragama di Maluku. Persaudaraan dan rasa saling percaya harus terus kita jaga,” tegasnya.
Menurutnya, keamanan dan kerukunan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab seluruh masyarakat. Lingkungan yang aman dan harmonis akan memberikan ruang bagi masyarakat untuk beraktivitas, mengembangkan usaha, serta meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan peninjauan sejumlah stan UMKM yang menampilkan beragam produk unggulan masyarakat Negeri Laha. Para undangan juga menikmati makan bersama dengan sajian nasi kelapa dan ikan bakar colo-colo, kuliner khas Negeri Laha yang menjadi bagian dari kekayaan tradisi dan identitas masyarakat setempat.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Anggota DPR RI Saadiah Uluputty, Ketua DPW LASQI Provinsi Maluku, Danlanud Pattimura, Anggota DPRD Provinsi Maluku, Wali Kota Ambon, Ketua DPRD Kota Ambon, Sekretaris Kota Ambon, Ketua TP-PKK Kota Ambon, Ketua DPD Perempuan Indonesia Maju Provinsi Maluku, Raja Negeri Laha, pimpinan instansi vertikal, serta masyarakat Negeri Laha.
Melalui kegiatan Sahari Dilahasuang, Negeri Laha diharapkan semakin dikenal sebagai salah satu kawasan yang memiliki kekayaan tradisi, kuliner, dan potensi ekonomi masyarakat. Lebih dari sekadar kegiatan pelestarian budaya, agenda ini juga menjadi ruang promosi produk lokal dan penguatan UMKM agar mampu berkembang serta memberikan kontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Kolaborasi pemerintah, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat diharapkan terus diperkuat sehingga potensi yang dimiliki setiap negeri di Maluku tidak hanya menjadi kebanggaan budaya, tetapi juga mampu menciptakan peluang ekonomi dan membuka jalan menuju pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. (MN)



































