Home / Berita

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:51 WIB

Dari Kampus ke Panggung Dunia, Guru Besar Unpatti Fransina Latumahina Bawa Tenun Tanimbar ke Australia

AMBON, GlobalMaluku.id |Kekayaan budaya Maluku kembali mendapat peluang untuk diperkenalkan ke panggung internasional. Kali ini, melalui Azael Collection, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang dikembangkan Prof. Dr. Ir. Fransina Latumahina, guru besar Jurusan Kehutanan Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon, produk fesyen etnik Maluku berkesempatan menjangkau pasar Australia.

Azael Collection menjadi satu dari enam UMKM Indonesia yang lolos proses kurasi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Melbourne untuk mengikuti rangkaian kegiatan business-to-business (B2B) dan Festival Indonesia Melbourne 2026, yang dijadwalkan berlangsung di Australia pada 22–24 Oktober 2026.

Dalam kegiatan tersebut, Azael Collection membawa produk fesyen dan aksesori bermotif etnik Maluku, termasuk kain tenun Tanimbar yang merepresentasikan kekayaan tradisi dan identitas budaya daerah.

Keterlibatan Fransina sebagai akademisi sekaligus pelaku UMKM menunjukkan bahwa peran dosen tidak hanya terbatas pada pendidikan dan penelitian di lingkungan perguruan tinggi. Pengetahuan, kreativitas, dan inovasi juga dapat diterapkan untuk mengembangkan potensi lokal menjadi produk bernilai tambah yang memiliki peluang bersaing di pasar yang lebih luas.

Akademisi dan UMKM, Kolaborasi untuk Mengangkat Potensi Lokal

Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mendorong inovasi, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dan memperkuat perekonomian masyarakat.

Dalam konteks ini, kiprah Fransina melalui Azael Collection memperlihatkan bagaimana peran akademisi dan kewirausahaan dapat saling menguatkan dalam mengembangkan produk berbasis potensi daerah.

Baca Juga  Barends Mengungkapkan Keprihatinan Yang Mendalam Atas Kebijkan Efisiensi Anggaran Yang Dilakukan Pempus

Pengembangan UMKM tidak hanya berkaitan dengan menghasilkan produk, tetapi juga mencakup inovasi desain, peningkatan kualitas, penguatan kapasitas produksi, pengelolaan usaha, dan perluasan akses pemasaran.

Melalui pendekatan tersebut, produk lokal berpeluang berkembang dari pasar daerah menuju pasar nasional hingga internasional.

Keikutsertaan Azael Collection dalam agenda di Melbourne juga membuka ruang untuk memperkenalkan fesyen etnik Maluku kepada khalayak yang lebih luas sekaligus menjajaki peluang kerja sama bisnis lintas negara.

Tenun Tanimbar, Identitas Budaya dengan Nilai Ekonomi

Bagi Maluku, pengembangan UMKM berbasis budaya memiliki arti penting dalam memperkuat ekonomi kreatif sekaligus menjaga keberlanjutan warisan tradisi masyarakat.

Kain tenun Tanimbar dan berbagai motif etnik Maluku bukan sekadar unsur estetika dalam produk fesyen. Kekayaan tersebut juga merepresentasikan identitas budaya yang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk kreatif bernilai ekonomi.

Di tengah persaingan industri fesyen yang semakin kompetitif, karakter budaya yang kuat dapat menjadi keunggulan untuk membangun identitas produk dan menarik perhatian pasar.

Namun, keunikan budaya saja tidak cukup untuk menjamin keberlanjutan usaha. Pelaku UMKM tetap perlu memperhatikan kualitas produk, kapasitas produksi, pengelolaan usaha, serta kesinambungan pasokan bahan baku.

Inovasi juga harus berjalan seiring dengan penghormatan terhadap nilai-nilai tradisi dan keberlanjutan para perajin, sehingga pengembangan produk budaya dapat memberikan manfaat ekonomi tanpa mengabaikan identitas masyarakat pemiliknya.

Melbourne, Peluang Memperluas Jangkauan Pasar

Melalui partisipasi dalam rangkaian kegiatan B2B dan Festival Indonesia Melbourne 2026 pada 22–24 Oktober 2026, Azael Collection diharapkan dapat membuka peluang pemasaran yang lebih luas bagi produk kreatif Maluku.

Baca Juga  Ribuan Orang Dipastikan Hadiri Pelantikan Raja Upu Latu Nusa Barakate Pelauw

Kegiatan B2B menjadi kesempatan bagi pelaku usaha untuk membangun komunikasi dengan calon mitra bisnis, memperkenalkan keunggulan produk, serta menjajaki kemungkinan kerja sama yang berkelanjutan.

Sementara itu, Festival Indonesia Melbourne menjadi ruang promosi budaya dan produk kreatif Indonesia di tingkat internasional.

Bagi Azael Collection, momentum tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat posisi fesyen etnik Maluku di pasar global sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada masyarakat internasional.

Lebih jauh, kiprah ini dapat menjadi inspirasi bagi pelaku UMKM lainnya di Maluku untuk terus berinovasi, meningkatkan kualitas produk, dan memanfaatkan peluang promosi internasional.

Perjalanan dari lingkungan akademik menuju dunia usaha menunjukkan bahwa ilmu pengetahuan dapat memberikan dampak yang lebih luas ketika diterapkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat dan mengembangkan potensi daerah.

Dari Unpatti ke Melbourne, Fransina Latumahina melalui Azael Collection membawa lebih dari sekadar produk fesyen. Ada identitas budaya, kreativitas, dan potensi ekonomi Maluku yang berpeluang diperkenalkan kepada dunia.

Selamat dan sukses kepada Prof. Dr. Ir. Fransina Latumahina dan Azael Collection. Semoga terus berkontribusi bagi kemajuan Maluku dan Indonesia melalui pengembangan UMKM, inovasi, serta pelestarian kekayaan budaya daerah.

 

Share :

Baca Juga

Berita

Hak Guru Jangan Terus Tertahan! DPRD Maluku Desak Pemprov Lunasi Tunggakan TPP Sebelum Akhir 2026

Berita

Buka Seminar Keluarga Gembala GPdI Maluku 2026, Lewerissa Tekankan Penguatan Keluarga dan Peran Gereja

Berita

Lewerissa Tantang 161 Lulusan IAKN Ambon: Tingkatkan Kompetensi, Jangan Kalah Bersaing di Era Perubahan

Berita

Wali Kota Ambon: Keluarga Kuat, Fondasi Masyarakat Harmonis dan Kota yang Damai

Berita

Wagub Maluku Soroti Serapan Anggaran DAK, Minta Program Kependudukan dan Pencegahan Stunting Lebih Tepat Sasaran

Berita

Ironis! Warga Pegunungan SBB Masih Gunakan Pelita, DPRD Maluku Desak Dinas ESDM Bertindak

Berita

Audit Khusus SK Kenaikan Pangkat Bodong di Pemkot Ambon Rampung 6 November, Hasilnya Diserahkan ke Wali Kota

Berita

Wali Kota Ambon Tekankan Pentingnya Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Gempa Bumi