Home / Berita

Jumat, 19 Agustus 2022 - 02:11 WIB

Gubernur: Kehadiran Kantor Mapolda Yang Baru Tak Hanya Jadi Kebanggan Polri Tapi Juga Pemda dan Masyarakat Maluku

AMBON,Global Maluku.ID | Gubernur Maluku Murad Ismail didampingi Ibu Widya Pratiwi Murad menghadiri acara syukuran kepindahan Mapolda Maluku, Kamis, (18/8/2022). Acara syukuran ini ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Kapolda Maluku, Irjen Pol. Lotharia Latif dan menyerahkannya Gubernur.

Penyelenggaraan acara syukuran ini, setelah Markas Komando Polda (Mapolda) Maluku di Jalan Rijali nomor 01, resmi dipindahkan dari gedung lama ke gedung baru, di jalan Sultan Hassanudin Nomor 18, Tantui, Kota Ambon, kemarin.

Bangunan empat lantai atas lahan seluas 5 hektar tersebut dibangun pada 24 Juli 2020.Sementara gedung Mapolda lama, akan digunakan oleh Direskrimum, Ditreskrimsus, dan Ditresnarkoba.

Atas nama pemerintah daerah dan masyarakat Maluku, Gubernur menyampaikan selamat dan sukses atas kepindahan Kantor Polda. Menurutnya, kepindahan ini patut disyukuri bukan saja oleh jajaran kepolisian daerah, tapi menjadi kebanggaan pemerintah daerah dan seluruh masyarakat Maluku.

“Kami percaya dengan adanya kepindahan Kantor Polda baru, akan meningkatkan profesionalitas dan kinerja yang semakin optimal dalam memberikan pelayanan kepolisian di daerah,” kata Gubernur.

Baca Juga  Widya MI : 2024 Kita Akan Menurunkan Stanting Menjadi 20%

Menurutnya, sebagai provinsi kepulauan yang berbatasan dengan Australia, Papua Nugini dan Timor Leste, maka sudah selayaknya Maluku memiliki kepolisian yang tangguh, berwibawa dan profesional dalam pelayanan kepada masyarakat. Sebagai kekuatan bangsa, jajaran Polda Maluku harus tetap eksis dan solid.

“Saya mengajak jajaran Polda Maluku untuk terus mendukung pembangunan di daerah, melalui semangat Siwalima, ale rasa beta rasa, potong di kuku rasa di daging,” ujar Murad.

Ditempat yang sama, Kapolda Maluku, Irjen Polb. Lotharia Latif mengatakan, sebelum pindah ke Mapolda baru, gedung lama telah ditempati 47 Kapolda selama 44 tahun 5 bulan.

“44 tahun 5 bulan kami ada di jalan Rijali dan kemarin 17 Agustus 2022 setelah kita melakukan rapat yang cukup ketat, akhirnya memutuskan 17 Agustus untuk pindah. Saya selaku Kapolda ke-47, dan Kapolda ke- 40 adalah Pak Murad. Kapolda yang ke-40 dan 7 generasi di bawahnya, dan saat ini beliau memimpin Maluku dan menjadi sejarah kita berpindah ke tempat ini,” tandas Kapolda.

Baca Juga  Trend kasus HIV/AIDS di Kabupaten Maluku Tengah Semakin Menurun, Pemda Malteng Gagas Three Zero HIV/AIDS 2030

Dengan adanya gedung Mapolda yang baru, sambung Kapolda, diharapkan memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat.

“Saya menyampaikan terima kasih atas kerjasama selama ini, baik teman-teman dari TNI dan lainnya. Semuanya melakukan tugas pengamanan untuk memberikan yang terbaik di Maluku. Mari jaga sinergitas, mobilitas untuk mewujudkan Maluku yang aman dan sejahtera,” kata Kapolda.

Turut menghadiri Acara syukuran ini, Wakil Gubernur Maluku, Barnabas Orno, Pangdam XIV/Pattimura, Mayjen TNI Ruruh A. Setyawibawa,
Ketua DPRD Maluku Lucky Wattimury, Wakapolda Maluku, Brigjen Pol. Jan de Fretes, Danrem 151/Binaiya, Brigjen TNI Maulana Ridwan, Pj.Walikota Ambon Bodewin Wattimena, Tokoh Agama dan undangan lainnya.

Share :

Baca Juga

Berita

Ombudsman RI Pastikan Stok Beras Bulog Ambon Aman, Dorong Bulog Perkuat Daya Saing Produk

Berita

Dampingi Komisioner Ombudsman RI Tinjau Program MBG, Wali Kota Ambon Tegaskan Siap Benahi Semua Kendala

Berita

Komisi III DPRD Maluku Desak PD Panca Karya Segera Operasikan KM Bahtera Nusantara 02, Target Berlayar Lagi Pertengahan Agustus

Berita

Ketua Pansus DPRD Kepulauan Aru Sidak SMP Negeri Wokam, Gedung Rp1,4 Miliar dari APBN 2025 Delapan Bulan Terbengkalai

Berita

Api Berhasil Dipadamkan, Damkar Pastikan Kebakaran di Kelurahan Uritetu Dipicu Arus Pendek

Berita

Rumah di Kelurahan Uritetu Terbakar, Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki

Berita

Gubernur Maluku Buka LK III HMI Nasional, Tegaskan Kader HMI Harus Jadi Solusi Krisis dan Penggerak Pembangunan

Berita

PLTS Puskesmas Ambon Disorot, Dinkes Buka Fakta: Anggaran Bukan Rp7 Miliar, Kerusakan Murni Persoalan Teknis