AMBON, GLOBALMALUKU.ID | Pemerintah Kota Ambon menyampaikan rancangan perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Ambon Tahun Anggaran 2026 dalam rapat paripurna DPRD Kota Ambon.
Dalam penyampaiannya, Wali Kota Ambon menjelaskan bahwa perubahan APBD dilakukan sebagai bentuk penyesuaian terhadap perkembangan target pendapatan dan belanja daerah, sekaligus mengakomodasi berbagai pergeseran anggaran antarorganisasi perangkat daerah, kegiatan maupun jenis belanja.
Menurutnya, perubahan APBD tidak hanya berkaitan dengan penyesuaian angka anggaran, tetapi harus memastikan pelaksanaan APBD tetap berjalan hingga akhir tahun anggaran dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat Kota Ambon.
Pemerintah Kota Ambon juga berkomitmen untuk tetap adaptif terhadap perkembangan pembangunan, termasuk dinamika perekonomian nasional, perkembangan teknologi, serta berbagai kebutuhan masyarakat.
Upaya tersebut dilakukan antara lain melalui percepatan realisasi belanja daerah, penguatan inovasi dan peningkatan sektor-sektor yang dapat mendukung daya saing serta perekonomian masyarakat.
Pendapatan Daerah Bertambah 5,44 Persen
Dalam rancangan perubahan APBD 2026 yang disampaikan, pendapatan daerah tercatat mengalami peningkatan sebesar 5,44 persen, dari anggaran sebelumnya sekitar Rp1,126 triliun menjadi sekitar Rp1,187 triliun.
Pendapatan daerah tersebut bersumber dari pendapatan asli daerah (PAD), pendapatan transfer dan komponen pendapatan daerah lainnya.
Pendapatan transfer dalam rancangan perubahan APBD dianggarkan sekitar Rp937,17 miliar, atau mengalami peningkatan sebesar 5,66 persen.
Belanja Daerah Capai Rp1,33 Triliun
Sementara itu, total belanja daerah dalam perubahan APBD 2026 dianggarkan sekitar Rp1,333 triliun, atau meningkat 3,15 persen sebagaimana tercantum dalam naskah sambutan.
Belanja daerah tersebut terdiri atas sejumlah komponen, termasuk belanja operasi, belanja modal, belanja tidak terduga dan belanja lainnya.
Untuk belanja operasi, anggaran yang tercantum dalam naskah mencapai sekitar Rp1,158 triliun. Sedangkan belanja modal disebut sekitar Rp74,3 miliar, atau mengalami penurunan sebesar 19,22 persen.
Pemerintah Kota Ambon menegaskan bahwa perubahan APBD 2026 diarahkan untuk menjaga kesinambungan program pemerintahan dan pembangunan, sekaligus memastikan anggaran daerah memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.
Rancangan perubahan APBD tersebut selanjutnya akan dibahas bersama DPRD Kota Ambon sesuai mekanisme dan tahapan pembahasan anggaran yang berlaku.






































