AMBON, GLOBALMALUKU.ID – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Ambon terus memperkuat sistem pengamanan dan kesiapsiagaan jajaran. Salah satu langkah yang dilakukan yakni melalui pemeliharaan sarana pengamanan, termasuk senjata api, dengan mengedepankan aspek keselamatan, kehati-hatian dan profesionalisme.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum memperkuat sinergi dan koordinasi Rutan Ambon bersama unsur TNI dan Polri dalam mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban yang kondusif di lingkungan pemasyarakatan.
Kepala Rutan Ambon, Meta Putra, mengatakan kesiapsiagaan merupakan bagian penting dari pelaksanaan tugas pemasyarakatan. Karena itu, seluruh sarana pendukung pengamanan harus dipastikan berada dalam kondisi baik dan dikelola sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kesiapsiagaan merupakan bagian penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban Rutan. Pemeliharaan sarana pengamanan menjadi salah satu langkah preventif untuk memastikan kesiapan jajaran dalam menghadapi berbagai potensi gangguan kamtib,” ujar Meta Putra.
Keselamatan dan Prosedur Jadi Prioritas
Sementara itu, Plh. Kepala Rutan Ambon, Josepina Anita Mezack, menegaskan bahwa setiap kegiatan yang berkaitan dengan sarana pengamanan harus dilaksanakan secara tertib dengan mengutamakan keselamatan personel.
Menurutnya, pengamanan di lingkungan pemasyarakatan tidak dapat berjalan sendiri. Dibutuhkan komunikasi dan koordinasi yang kuat dengan seluruh unsur terkait, termasuk TNI dan Polri.
“Koordinasi dan sinergi dengan TNI–Polri perlu terus dijaga. Hal ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan kesiapsiagaan serta menciptakan situasi yang aman dan kondusif,” ungkap Josepina.
Sinergi lintas instansi tersebut dinilai penting, terutama dalam memperkuat kemampuan deteksi dini serta membangun respons yang cepat dan terkoordinasi apabila terjadi potensi gangguan keamanan dan ketertiban.
KPR Pastikan Kegiatan Berjalan Sesuai Prosedur
Kepala Pengamanan Rutan (KPR) Ambon, Martial Tedi Marlissa, turut memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung secara tertib dan mengikuti prosedur pengamanan yang telah ditetapkan.
Ia menjelaskan, pemeliharaan sarana pengamanan merupakan bagian dari manajemen keamanan yang perlu dilakukan secara berkala, disertai pengawasan serta pengendalian yang ketat.
“Kami memastikan setiap tahapan kegiatan dilaksanakan secara terkoordinasi dan mengutamakan aspek keselamatan. Pemeliharaan ini menjadi bagian dari deteksi dini sekaligus upaya memastikan kesiapan sarana pengamanan dalam mendukung tugas jajaran,” jelas Martial.
Menurutnya, kesiapan sarana pengamanan bukan semata-mata berkaitan dengan perlengkapan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun budaya kerja yang disiplin dan profesional di lingkungan Rutan.
Bangun Sistem Pengamanan yang Solid
Kegiatan tersebut juga dimanfaatkan untuk mempererat komunikasi antara jajaran Rutan Ambon dengan unsur TNI dan Polri.
Koordinasi yang terbangun diharapkan mampu memperkuat langkah pencegahan terhadap berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib), sekaligus mempercepat pertukaran informasi apabila terdapat situasi yang membutuhkan perhatian bersama.
Dengan pola kerja yang terintegrasi, Rutan Ambon berupaya membangun sistem pengamanan yang tidak hanya bersifat responsif, tetapi juga preventif melalui deteksi dini dan kesiapsiagaan.
Pada akhirnya, pemeliharaan sarana pengamanan menjadi salah satu bagian dari komitmen Rutan Ambon dalam memastikan seluruh jajaran mampu menjalankan tugas secara profesional, aman dan bertanggung jawab.
Sinergi Rutan Ambon bersama TNI–Polri pun diharapkan terus diperkuat, sehingga keamanan dan ketertiban di lingkungan pemasyarakatan dapat terjaga secara berkelanjutan demi mendukung pelayanan pemasyarakatan yang aman, tertib dan kondusif.






































