AMBON, GLOBALMALUKU.ID – Memasuki usia ke-451 tahun, Kota Ambon tidak hanya merayakan perjalanan sejarahnya, tetapi juga dihadapkan pada pekerjaan rumah pembangunan yang semakin kompleks.
Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-451 Kota Ambon menjadi ruang evaluasi terhadap berbagai capaian sekaligus tantangan yang masih harus diselesaikan bersama.
Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena dalam rangkaian peringatan HUT ke-451 menegaskan bahwa pembangunan Kota Ambon tidak dapat hanya mengandalkan kerja pemerintah. Dibutuhkan keterlibatan DPRD, Forkopimda, dunia usaha, perguruan tinggi, komunitas, tokoh agama, tokoh adat, pemuda, media dan seluruh masyarakat.
“Pembangunan tidak hanya membutuhkan jalan yang baik, gedung yang megah atau teknologi yang modern. Pembangunan juga membutuhkan kepercayaan, persaudaraan, toleransi, kedamaian dan kebersamaan,” tegas Bodewin.
Sejumlah persoalan masih menjadi pekerjaan rumah Kota Ambon, mulai dari ketenagakerjaan, infrastruktur, kemiskinan dan ketimpangan, pengelolaan lingkungan, pelayanan publik hingga ancaman bencana.
Dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kota Ambon pada 4 September 2026, Wali Kota secara terbuka mengakui bahwa meskipun Pemkot telah menjalankan 17 program prioritas, masih banyak persoalan pembangunan yang belum sepenuhnya terselesaikan.
Pengangguran dan Ekonomi Jadi Tantangan
Persoalan ketenagakerjaan menjadi salah satu perhatian serius. Data yang dipaparkan dalam evaluasi HUT ke-451 menyebut angka pengangguran terbuka Kota Ambon masih berada pada level 11,7 persen.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi harus terus diikuti dengan penciptaan lapangan kerja yang mampu menyerap tenaga produktif, terutama generasi muda.
Di sisi lain, pemerintah juga mendorong penguatan UMKM, ekonomi kreatif, sektor pariwisata, seni dan budaya sebagai bagian dari sumber pertumbuhan ekonomi baru.
Pemkot Ambon melaporkan realisasi investasi semester I 2026 mencapai sekitar Rp847 miliar, sementara ribuan Nomor Induk Berusaha (NIB) telah diterbitkan bagi pelaku usaha.
Infrastruktur dan Air Bersih Masih Harus Diperkuat
Persoalan infrastruktur juga masih menjadi perhatian masyarakat.
Sejumlah ruas jalan, akses pelayanan dasar dan kebutuhan air bersih masih membutuhkan penanganan. Pemerintah Kota Ambon menyatakan telah memperluas jaringan perpipaan serta melakukan sejumlah intervensi untuk meningkatkan akses air baku dan pelayanan dasar.
Namun, pembangunan infrastruktur dinilai harus terus dilakukan secara merata agar manfaat pembangunan dapat dirasakan masyarakat di seluruh wilayah kota.
Sampah dan Lingkungan Jadi Ujian Besar
Di tengah pertumbuhan kota, persoalan lingkungan juga menjadi tantangan yang tidak dapat diabaikan.
Tema HUT ke-451, “Ambon Bersih, Maluku Sehat, Indonesia Maju”, secara khusus menempatkan kebersihan sebagai salah satu agenda utama.
Wali Kota Bodewin menegaskan bahwa kebersihan tidak boleh hanya menjadi tugas pemerintah atau dilakukan ketika ada kegiatan tertentu.
Menurutnya, kebersihan harus berubah menjadi budaya dan karakter masyarakat, dimulai dari rumah, lingkungan, sekolah, kantor, pasar, terminal, pantai hingga sungai.
“Kalau kita cinta Ambon, jaga Ambon,” tegas Bodewin dalam peringatan HUT ke-451 Kota Ambon.
Ambon Tidak Boleh Kehilangan Jati Diri
Di tengah tuntutan modernisasi, pemerintah juga menaruh perhatian terhadap sejarah dan identitas Kota Ambon.
Salah satunya adalah Benteng Victoria yang dinilai bukan sekadar peninggalan masa lalu, tetapi bagian penting dari identitas sejarah dan kebudayaan kota.
Bodewin mendorong agar warisan sejarah tersebut dapat menjadi ruang edukasi bagi generasi muda sekaligus memperkuat identitas Ambon sebagai kota yang memiliki sejarah, budaya dan kekayaan seni.
Nilai pela gandong, hidup orang basudara, baku bantu, baku kele dan baku jaga juga dinilai harus terus dipelihara di tengah perubahan zaman.
Generasi Muda Jadi Penentu Masa Depan
Memasuki usia 451 tahun, generasi muda menjadi salah satu kekuatan penting bagi masa depan Ambon.
Pemerintah mendorong anak muda untuk menguasai teknologi, meningkatkan kreativitas serta memanfaatkan peluang di bidang ekonomi kreatif, musik, seni budaya, pariwisata dan UMKM.
Generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi pelaku utama perubahan.
Bodewin menekankan pentingnya generasi muda yang tetap memiliki akar kuat terhadap sejarah dan budaya Ambon, namun mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.
Tantangan Besar Membutuhkan Kerja Bersama
Usia 451 tahun menjadi pengingat bahwa perjalanan Kota Ambon masih panjang.
Pemerintah telah mencatat berbagai capaian, termasuk pertumbuhan ekonomi, penguatan investasi, pelayanan publik, infrastruktur dan sejumlah program prioritas. Namun, capaian tersebut tidak berarti seluruh persoalan telah selesai.
Karena itu, tantangan Ambon ke depan bukan hanya bagaimana membangun kota secara fisik, tetapi bagaimana memastikan pembangunan tersebut menciptakan kehidupan masyarakat yang lebih sejahtera, lingkungan yang lebih sehat, pelayanan publik yang lebih baik dan ruang hidup yang aman bagi semua.
HUT ke-451 bukan sekadar perayaan bertambahnya usia Kota Ambon. Momentum ini menjadi kesempatan untuk bercermin, mengakui pekerjaan rumah yang masih ada, dan membangun komitmen bersama untuk menyelesaikannya.
Sebab, membangun Ambon bukan hanya tugas pemerintah.
Ambon adalah rumah bersama. Dan masa depannya menjadi tanggung jawab seluruh masyarakat.






































