Home / Berita

Senin, 7 Agustus 2023 - 00:14 WIB

Srikandi Perempuan Maluku Berharap Negara Mesti Berpihak Dengan Memberi UU Daerah Kepulauan Pada Maluku

GlobalMaluku.ID,Ambon-Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Darussalam Ambon menggelar Seminar Nasional. Bedah tentang Strategi Percepatan Pembangunan Daerah Maluku di Hotel Swissbel Ambon (4/8/2023).

“Dengan menghadirkan narasumber, Salah satu Srikandi Perempuan Maluku yang adalah Anggota Komisi IV DPR RI Saadiah Uluputty, ST, Deputi I Kantor Staf Presiden – DR (Cand) Febry Calvin Tetelepta, MH dan Akademisi Universitas Pattimura (DR. Amir F. Kutaromalos, S.Sos, M.Si).

Dalam paparannya Saadiah Uluputty Anggota Komisi IV DPR RI, mengatakan, Maluku dihadapkan pada sejumlah persoalan yang butuh perhatian dan kebijakan serius untuk diselesaikan. Karena Angka kemiskinan di Maluku masih cukup tinggi,ujarnya.

“Srikandi tersebut juga memaparkan terkait dengan Badan Pusat Statistik membuat Rilis terbaru pada 17 Juli 2023, angka kemiskinan pada Maret 2023 mencapai 16,42%. Pada September 2022, presentasi kemiskinan 16,23%. Rentang September 2022 sampai Maret 2023, malah naik 0,19 point. Peringkat ke-4 terbawa se-Indonesia. Maluku hanya sedikit di atas Nusa Tenggara Timur, Papua Barat dan Provinsi Papua”, bebernya.

Tantangan Pembangunan di Maluku , dihadapkan pada fakta kesenjangan dan ketimpangan Pembangunan antara Kota/Kabupaten,beber Uluputty.

Baca Juga  Widya Hadiri Pembukaan FORNAS VI di Sumsel

Dikatakan ,tidak semua Kota/Kabupaten bertumbuh secara seragam. “Ada daerah maju dan bertumbuh secara cepat seperti kota Ambon dan Kota Tual. Ada Daerah maju tapi tidak berkembang cepat seperti Maluku Tenggara Barat. Ada daerah Maju tapi tertekan seperti Seram Bagia Barat(SBB) Daerah relative tertinggal seperti SBB dan Buru Selatan”, jelas Saadiah.

Ketimpangan dan kesenjangan antar kota/Kabupaten di Maluku disebabkan oleh banyak faktor. Seperti, perbedaan sumber daya alam dan faktor demografis, termasuk kondisi tenaga kerja,tandasnya.

“Sementara Alokasi dana pembangunan antar wilayah baik investasi pemerintah maupun investasi swasta untuk menguatkan konsentrasi kegiatan ekonomi wilayah jauh dari memadai”, ucap Saadiah

Ia menilai, upaya mendorong percepatan Pembangunan di Maluku dengan pendekatan Pembangunan sebagai daerah kepulauan sudah sangat tepat.

“Konsep Pembangunan Maluku sebagai daerah kepulauan sudah cukup tepat dengan menguatkan Gugus Pulau sebagai pusat pertumbuhan. Dengan pola ini, distribusi Pembangunan lebih berkeadilan, menjangkau seluruh wilayah di Maluku”, paparnya.

Rencana strategis Pembangunan dengan penguatan gugus pulau telah digagas cukup lama. Bahkan sejak dirinya menjadi anggota DPRD Provinsi Maluku.

Baca Juga  KOLABORASI PROGRAM TEKAD DAN AKADEMI DESA MEMBUKA PELATIHAN PRODUKSI VIDEO TINGKAT DASAR DI HALMAHERA TENGAH, MALUKU UTARA

“Untuk merealisasikannya butuh effort dan sumber daya besar. Maka tanggung jawab konstitusional kita adalah memperjuangkan daya dukung regulasi dalam bentuk UU Daerah Kepulauan”, tegas Saadiah Uluputty.

Di forum DPR RI, terbuka Saadiah, menyuarakan dan memperjuangkan kelanjutan pembahasan RUU Daerah Kepulauan dilakukan tanpa Lelah.

Saadiah merasakan, sulitnya membangun dan mewujudkan kesejahteraan di wilayah provinsi kepulauan seperti Maluku.

“Bentangan pulau di provinsi kepulauan di Maluku, diantaranya berbatasan dengan Australia, membutuhkan kelayakan infrastruktur dan pembangunan di berbagai sektor. Dan lebih penting juga, wilayah perbatasan menjaga kedaulatan negara. Keberadaan UU Daerah Kepulauan tidak hanya diperuntukan mengawal dan memperjuangkan kesejahteraan masyarakat, tapi juga membentengi keamanan dan kehormatan bangsa’” tegasnya.

“Mengawal pembahasan hingga penetapatan RUU Daerah Kepulauan sebut Saadiah, menjadi starting point untuk memperjuangan kesetaraan pendidikan, perluasan akses Pembangunan dan peningkatan indeks Kesehatan.

“UU Daerah Kepulauan menjadi payung untuk merencanakan dan mengawal kebijakan pembangunan lanjutan di Maluku. Nafas Panjang kemajuan pembangunan akan terwujud jika negara berpihak kepada Maluku. Saya sebut keberpihakan itu dengan mendukung penuh penetapan RUU Daerah Kepulauan menjadi UU”, tutupnya.

Share :

Baca Juga

Berita

Lewerissa Usulkan Hilirisasi Sagu SBT Masuk PSN 2027, Maluku Bidik Industri Pangan Bernilai Tinggi

Berita

PA’KOP BACARITA, Inovasi Digital Pemkot Ambon untuk Deteksi Dini Risiko dan Benahi Tata Kelola Koperasi

Berita

Wali Kota Bodewin Dukung Inovasi BAKU DAPA dan SIRIP IKAN, TPI Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Nelayan

Berita

Perkuat Jejaring Akademik Global, Magister Hukum Unpatti Gandeng Universitas Debrecen Hungaria

Berita

Soroti Kasus Perbankan, Alhidayat Wajo Minta OJK dan BI Perketat Pengawasan di Maluku

Berita

Saiful Chaniago Dukung Kapolri Berantas Pinjol Ilegal dan Judol: Sikat Bandar hingga Backing!

Berita

Brigjen TNI Nainggolan Tegaskan TMMD Harus Berdampak Nyata, Enam Poin Jadi Penekanan Evaluasi di Ambon

Berita

Lindungi Masa Depan PPPK, Pemkab SBB Gandeng Taspen: Iuran Pensiun Bisa Disesuaikan Kemampuan