JAKARTA – Ketua Umum DPP ABPEDNAS Indonesia sekaligus Presiden AREA Indonesia, Indra Utama, memberikan apresiasi terhadap pidato kenegaraan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI Tahun 2026.
Menurut Indra, pidato Presiden Prabowo menunjukkan konsistensi dan keberpihakan terhadap kepentingan rakyat, terutama melalui penguatan desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi serta percepatan penyediaan rumah layak bagi masyarakat.
“Pidato Presiden Prabowo sangat kuat. Desa dan rumah rakyat tidak ditempatkan sebagai program pelengkap, tetapi sebagai bagian penting dari strategi membangun Indonesia yang adil, mandiri dan sejahtera. Ini sejalan dengan perjuangan ABPEDNAS yang terus mendorong penguatan desa dan BPD sebagai bagian dari tata kelola pembangunan dari tingkat paling bawah,” ujar Indra dalam keterangannya, Minggu (16/8/2026).
Desa Didorong Menjadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi
Indra menilai perhatian Presiden terhadap desa terlihat melalui penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, pengembangan desa nelayan, penguatan UMKM, pertanian, perikanan, serta penciptaan lapangan kerja di desa.
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih diarahkan menjadi bagian penting dari rantai pasok nasional sekaligus motor pertumbuhan ekonomi di tingkat paling bawah.
Pemerintah menargetkan sebanyak 30.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dapat beroperasi secara optimal pada akhir 2026. Koperasi tersebut antara lain diarahkan menjadi offtaker hasil pertanian dan perikanan masyarakat desa, sehingga hasil produksi masyarakat memiliki pasar dan tidak terbuang.
“Ini merupakan paradigma yang tepat. Desa tidak boleh hanya menjadi objek pembangunan. Desa harus menjadi subjek, pelaku sekaligus pusat pertumbuhan ekonomi. Perputaran uang, produksi, perdagangan, lapangan kerja dan investasi harus semakin banyak terjadi di desa,” katanya.
Menurut Indra, keberadaan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) juga harus ditempatkan sebagai bagian penting dalam memastikan pembangunan desa berjalan transparan, partisipatif dan akuntabel serta benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
“ABPEDNAS siap menjadi mitra strategis pemerintah untuk mengawal agar kebijakan pembangunan desa sampai kepada masyarakat dan memberikan manfaat nyata,” tegasnya.
Rumah Bukan Sekadar Bangunan, tetapi Martabat dan Masa Depan Rakyat
Indra juga memberikan apresiasi terhadap perhatian Presiden Prabowo pada sektor perumahan rakyat.
Dalam pidatonya, Presiden menegaskan bahwa rumah bukan sekadar bangunan atau aset, melainkan tempat keluarga berlindung, tempat anak belajar dan tempat keluarga bertumbuh.
Presiden juga melaporkan bahwa hingga 30 Juni 2026, pemerintah telah membantu renovasi 83.907 rumah melalui Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Sementara itu, program FLPP telah menjangkau hampir 100.000 rumah dan kredit program perumahan telah menjangkau 90.878 debitur.
“Pernyataan Presiden bahwa rumah adalah ketenangan, martabat dan masa depan rakyat sangat tepat. Rumah adalah kebutuhan dasar dan salah satu ukuran keberhasilan negara dalam menghadirkan kesejahteraan,” ujar Indra.
Ia menilai agenda penyediaan rumah rakyat harus terus diperluas dengan melibatkan seluruh ekosistem perumahan nasional, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, pengembang, perbankan, lembaga pembiayaan, kontraktor, produsen bahan bangunan, agen properti hingga masyarakat.
Konsistensi Pemerintah terhadap Desa dan Rumah Rakyat
Indra melihat perhatian Presiden Prabowo terhadap desa dan sektor perumahan bukan kebijakan sesaat.
Menurutnya, pemerintah telah menempatkan perumahan masyarakat berpenghasilan rendah sebagai salah satu fokus kebijakan, termasuk melalui percepatan pembangunan perumahan dan kebijakan pembiayaan yang lebih berpihak kepada rakyat.
Demikian pula dengan desa. Penguatan koperasi desa, desa nelayan dan ekonomi masyarakat desa menunjukkan upaya membangun ekonomi dari lapisan paling bawah.
“Presiden Prabowo konsisten menunjukkan kepedulian terhadap desa dan rumah rakyat. Dua sektor ini sangat strategis karena menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Desa adalah basis produksi dan ekonomi rakyat, sedangkan rumah adalah basis ketahanan keluarga,” jelas Indra yang juga merupakan Dewan Pengurus Yayasan Pendidikan dan Pembina Universitas Pancasila.
AREA Indonesia Siap Perkuat Ekosistem Perumahan Nasional
Sebagai Presiden AREA Indonesia, Indra juga menegaskan kesiapan organisasinya untuk berkontribusi memperkuat ekosistem properti dan perumahan nasional.
Menurutnya, program pembangunan rumah rakyat dalam jumlah besar harus dibarengi dengan penguatan profesionalisme dan kompetensi seluruh pelaku industri properti.
“Pembangunan rumah dalam jumlah besar harus didukung ekosistem yang sehat, profesional, kompeten, transparan dan berkelanjutan. AREA Indonesia siap mengambil bagian dalam membangun ekosistem tersebut,” katanya.
Ia menilai program perumahan rakyat juga dapat menjadi engine of growth karena mampu menggerakkan berbagai sektor sekaligus, mulai dari industri bahan bangunan, konstruksi, pembiayaan, tenaga kerja, jasa properti, UMKM hingga sektor perdagangan.
ABPEDNAS: Desa Harus Menjadi Kekuatan Utama Indonesia
Sebagai Ketua Umum DPP ABPEDNAS Indonesia, Indra menegaskan ABPEDNAS akan terus mendorong penguatan kapasitas dan peran BPD dalam mengawal pembangunan desa.
“BPD harus menjadi mitra strategis kepala desa, bukan sekadar lembaga formal. BPD harus mampu menjalankan fungsi representasi masyarakat, pengawasan dan penyampaian aspirasi secara konstruktif untuk memastikan pembangunan desa benar-benar berpihak kepada masyarakat,” ujar Wakil Ketua Bidang Pendidikan PWI Jakarta tersebut.
Ia berharap semangat yang disampaikan Presiden Prabowo dalam pidato kenegaraan dapat diterjemahkan secara konkret hingga tingkat desa dan kelurahan.
“Yang kita harapkan sederhana tetapi sangat fundamental: desa semakin maju, ekonomi rakyat semakin kuat, keluarga semakin sejahtera dan semakin banyak rakyat yang memiliki rumah layak. Kalau desa kuat dan keluarga kuat, Indonesia akan semakin kuat,” tutup Indra Utama.
Tentang ABPEDNAS
ABPEDNAS Indonesia merupakan organisasi nasional yang menghimpun Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan berkomitmen memperkuat kapasitas, fungsi serta peran BPD dalam tata kelola pemerintahan dan pembangunan desa.
Tentang AREA Indonesia
AREA Indonesia merupakan ekosistem profesional yang mendorong kolaborasi dan penguatan kompetensi para pelaku industri properti nasional, serta mendukung terciptanya industri properti yang profesional, kompeten, kredibel dan berkelanjutan.





































