Home / Berita

Selasa, 25 Agustus 2026 - 17:47 WIB

Gubernur Maluku Canangkan Festival Marawai I 2026, Dorong Pelestarian Budaya dan Ekonomi Kreatif

Ambon – Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa mencanangkan Festival Marawai I Event Budaya Tahun 2026 bertajuk “Harmoni Nada Cinta Par Negeri” yang berlangsung di Puncak Marawai, Negeri Hatalai, Kecamatan Leitimur Selatan, Kota Ambon, Selasa (25/8/2026).

Festival Marawai menjadi ruang strategis untuk memperkuat pelestarian seni dan budaya Maluku, sekaligus mendorong kreativitas masyarakat serta pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Dalam sambutannya, Gubernur Hendrik Lewerissa memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menggagas dan menyelenggarakan Festival Marawai. Ia menegaskan, festival tersebut tidak boleh dipandang sebatas kegiatan seni dan hiburan, tetapi harus menjadi ruang yang memperkuat kebersamaan dan persaudaraan masyarakat Maluku.

“Festival Marawai bukan sekadar ajang seni dan hiburan. Festival ini adalah ruang untuk menghidupkan kembali semangat kebersamaan, persaudaraan, dan kepedulian yang sudah menjadi jati diri masyarakat Maluku,” kata Lewerissa.

Menurutnya, kekayaan budaya Maluku merupakan modal penting dalam membangun masa depan daerah. Tradisi, bahasa, musik, tarian, kuliner, kerajinan, serta berbagai kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun harus terus dijaga agar tidak tergerus perubahan zaman.

“Kekayaan budaya dan kearifan lokal tidak boleh hanya menjadi kenangan masa lalu. Ia harus terus hidup, bertumbuh, dan diwariskan kepada anak cucu kita,” ujarnya.

Baca Juga  DPRD Maluku Dorong Reformasi Tata Kelola, Soroti Ketimpangan Kebijakan Efisiensi Pusat

Lewerissa menilai, Festival Marawai juga dapat menjadi sarana memperkenalkan kekayaan seni, tradisi, dan kearifan lokal Maluku kepada masyarakat luas. Dengan demikian, semakin banyak orang dapat mengenal sekaligus mencintai Maluku.

Lebih jauh, Gubernur menjelaskan bahwa pengembangan kegiatan budaya memiliki keterkaitan erat dengan peningkatan ekonomi masyarakat. Festival yang dikelola secara baik dapat membuka ruang pemasaran bagi produk UMKM, kuliner lokal, kerajinan, serta memberikan kesempatan kepada para pelaku seni dan generasi muda untuk berkembang dalam industri kreatif.

Karena itu, ia meminta agar Festival Marawai tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi dikembangkan secara berkelanjutan, profesional, kreatif, dan inklusif.

“Festival ini harus menjadi jembatan antara pelestarian budaya dan penguatan ekonomi masyarakat. Budaya tidak hanya dijaga sebagai warisan masa lalu, tetapi juga harus mampu menjadi kekuatan pembangunan masa depan,” tegasnya.

Lewerissa juga mendorong agar Festival Marawai membuka kesempatan seluas-luasnya bagi generasi muda, perempuan, pelaku UMKM, komunitas kreatif, seniman, dan seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi.

Ia memastikan Pemerintah Provinsi Maluku akan memberikan dukungan terhadap berbagai inisiatif positif yang bertujuan memperkuat kebudayaan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga  Gandeng Fakultas Hukum Unpatti, LPKA Ambon Berikan Sosialisasi Restorative Justice Kepada Anak Binaan

Sementara itu, tema “Harmoni Nada Cinta Par Negeri”, kata Lewerissa, memiliki pesan kuat tentang pentingnya menjadikan seni dan budaya sebagai sarana memperkuat harmoni, merawat persaudaraan, dan menumbuhkan kecintaan terhadap daerah.

Ia berharap Festival Marawai dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, menjadi ruang kreativitas bagi generasi muda, serta mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Maluku.

“Mari kita jadikan nilai-nilai luhur kita, budaya gotong royong, semangat pela gandong, dan falsafah Ale Rasa Beta Rasa sebagai kekuatan utama untuk membangun Par Maluku Pung Bae,” ajaknya.

Mengakhiri sambutannya, Gubernur Hendrik Lewerissa secara resmi mencanangkan dan membuka Festival Marawai I Event Budaya Tahun 2026.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wali Kota Ambon, pimpinan OPD lingkup Pemerintah Provinsi Maluku dan Pemerintah Kota Ambon, Sekretaris Daerah Kota Ambon, Ketua Klasis Ambon Timur, Ketua Majelis Jemaat GPM Hatalai, perwakilan Bank Maluku-Malut, Forkopimcam Leitimur Selatan, Pemerintah Negeri Hatalai, para raja se-Kecamatan Leitimur Selatan, Raja Amahusu, serta gandong Amahusu.

Share :

Baca Juga

Berita

HUT ke-69 Masohi, Banda Heritage Festival dan Hari Santri Resmi Dimulai, Ini Pesan Bupati Malteng

Berita

SK Kenaikan Pangkat Diduga Bodong, Pemprov Maluku Siapkan Langkah Hukum!

Berita

Buka Mubes IV Latupati Maluku, Lewerissa Tekankan Kerukunan Adat dan Penyelesaian Konflik Petuanan

Berita

Buka ICAST 2026, Lewerissa Dorong Sains dan Teknologi Jadi Penggerak Pembangunan Maluku

Berita

Wali Kota Ambon Perintahkan Inspektorat Usut Dugaan SK Bodong Kenaikan Pangkat ASN

Berita

Bodewin Wattimena: Pembangunan Ambon Tak Cukup dengan Teknologi Canggih, Manfaatnya Harus Dirasakan Semua Warga

Berita

DPRD Maluku Soroti Keberlanjutan Irpom, 324 Unit Efektif dan Dua Lokasi Terkendala

Berita

Unpatti Tekankan Integritas dan Tanggung Jawab Sosial bagi Penerima Beasiswa Cahaya Pintar YBM PLN