AMBON, GLOBALMALUKU.ID – Upaya memperketat pengamanan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Ambon terus dilakukan. Jajaran Kesatuan Pengamanan Rutan (KPR) melakukan pemeriksaan intensif di sejumlah titik rawan pada blok hunian warga binaan, Jumat (4/9/2026).
Pemeriksaan tersebut menjadi bagian dari langkah deteksi dini untuk mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib) di lingkungan Rutan.

Petugas menyisir sejumlah bagian bangunan, mulai dari teralis, plafon hingga area tersembunyi di atas plafon blok hunian.
Dalam pemeriksaan tersebut, jajaran KPR menemukan sejumlah balok kayu dan sisa ornamen atau material bangunan yang berada di atas plafon.
Material tersebut diduga merupakan sisa pekerjaan pembangunan atau renovasi blok hunian sebelumnya.
Temuan itu langsung ditindaklanjuti. Kepala Pengamanan Rutan (Ka. KPR) Kelas IIA Ambon, Martial Tedi Marlissa, bersama jajaran KPR melakukan pemeriksaan lebih lanjut dan mengamankan material tersebut.
Proses penertiban melibatkan Staf KPR, Staf Bimbingan Kerja (Bimker) serta Regu Pengamanan (Rupam).
Balok kayu dan sisa material kemudian diturunkan dari atas plafon, didata, dan dipindahkan ke tempat penampungan material yang aman di luar blok hunian.
Tak Menunggu Gangguan Terjadi
Ka. KPR Rutan Ambon, Martial Tedi Marlissa, menegaskan bahwa setiap temuan yang berpotensi menimbulkan kerawanan harus segera ditindaklanjuti.
“Kami tidak ingin menunggu sampai terjadi gangguan baru melakukan tindakan. Setiap temuan yang berpotensi menimbulkan kerawanan langsung kami tindak lanjuti,” jelas Martial.
Menurutnya, pemeriksaan dilakukan secara antisipatif, terutama terhadap titik-titik yang berpotensi menjadi lokasi kerawanan.
“Balok kayu dan sisa ornamen yang ditemukan segera kami turunkan, data, kemudian diamankan di tempat yang telah ditentukan,” tambahnya.
Ia memastikan kegiatan deteksi dini akan terus ditingkatkan secara berkala dengan tetap mengedepankan pendekatan persuasif terhadap warga binaan.
Keamanan Tak Hanya Soal Pengawasan
Kepala Rutan Kelas IIA Ambon, Meta Putra, mengatakan deteksi dini merupakan bagian penting dari pelaksanaan tugas pengamanan.
“Deteksi dini merupakan bagian penting dalam pelaksanaan tugas pengamanan. Setiap potensi kerawanan, sekecil apa pun, harus segera diidentifikasi dan ditindaklanjuti sebelum berkembang menjadi gangguan keamanan dan ketertiban,” ujar Meta Putra.
Ia menyebut kondisi fisik bangunan juga menjadi bagian yang harus mendapat perhatian dalam sistem pengamanan Rutan.
Karena itu, pemeriksaan terhadap plafon, atap, teralis dan area-area tersembunyi perlu dilakukan secara rutin dan berkelanjutan.
Namun, pengamanan tidak semata-mata dilakukan melalui pemeriksaan fisik.
Pendekatan persuasif dan humanis kepada warga binaan juga menjadi bagian penting dalam menciptakan suasana Rutan yang aman dan kondusif.
Komunikasi yang terbuka dan dialogis diharapkan mampu membangun hubungan harmonis serta rasa saling percaya antara petugas dan warga binaan.
Plh. Karutan Apresiasi Gerak Cepat Petugas
Sementara itu, Plh. Kepala Rutan Kelas IIA Ambon, Josepina Anita Mezack, mengapresiasi langkah cepat jajaran KPR dalam menindaklanjuti temuan material di atas plafon.
Josepina saat ini menjalankan tugas sementara selama Kepala Rutan Meta Putra mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA).
“Kami terus mendorong seluruh jajaran untuk meningkatkan kewaspadaan dan melakukan pemeriksaan secara berkala terhadap seluruh area Rutan,” ungkap Josepina.
Menurutnya, material yang sudah tidak digunakan harus segera ditertibkan dan diamankan agar tidak menimbulkan potensi kerawanan di kemudian hari.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi seluruh jajaran serta komunikasi yang baik dengan warga binaan.
“Sinergi antarjajaran serta komunikasi yang baik dengan WBP menjadi salah satu kunci dalam menciptakan lingkungan Rutan yang aman, tertib, nyaman, dan kondusif,” katanya.
Pengamanan dan Pembinaan Harus Berjalan Seimbang
Rutan Ambon menegaskan bahwa penguatan keamanan tetap harus berjalan beriringan dengan fungsi pembinaan.
Petugas tidak hanya dituntut meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi lingkungan dan bangunan, tetapi juga membangun interaksi yang sehat dengan warga binaan.
Dengan pemeriksaan rutin, deteksi dini, penertiban material yang tidak digunakan serta pendekatan humanis, Rutan Kelas IIA Ambon berkomitmen menjaga lingkungan pemasyarakatan tetap aman, tertib dan kondusif.
Seluruh rangkaian pemeriksaan dan pembersihan berlangsung aman, lancar dan tertib.
(GM)






































