AMBON, GlobalMaluku.ID|Wakil Presiden Republik Indonesia ke-10 dan ke-12, Muhammad Jusuf Kalla (JK), mengingatkan para lulusan Universitas Pattimura (Unpatti) agar tidak hanya berorientasi mencari pekerjaan setelah menyelesaikan pendidikan tinggi. Generasi muda juga dituntut memiliki keberanian untuk menciptakan lapangan kerja melalui kreativitas, inovasi, dan kewirausahaan.
Pesan tersebut disampaikan Jusuf Kalla saat diwawancarai dalam momentum Wisuda Universitas Pattimura di Ambon, Senin (2/11/2026).
Menurut JK, tantangan dunia kerja saat ini semakin kompleks. Karena itu, para lulusan perguruan tinggi harus mampu mengembangkan kemampuan diri dan melihat peluang usaha di tengah keterbatasan lapangan pekerjaan formal.
Ia menekankan bahwa menjadi seorang sarjana tidak harus selalu berakhir dengan keinginan menjadi pegawai atau bekerja di perusahaan. Sebaliknya, lulusan perguruan tinggi harus mampu memanfaatkan pengetahuan dan kreativitas untuk membangun usaha serta membuka kesempatan kerja bagi orang lain.
Dalam konteks pembangunan Maluku, JK juga mengingatkan pentingnya pengelolaan potensi sumber daya alam daerah agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat setempat.
Menurutnya, sektor perikanan, pertambangan, dan energi merupakan bidang yang memiliki peluang besar untuk dikembangkan. Namun, masyarakat Maluku, khususnya generasi muda, harus mempersiapkan diri agar dapat mengambil bagian dalam berbagai aktivitas ekonomi tersebut.
Maluku, kata dia, tidak boleh hanya menjadi daerah yang memiliki kekayaan sumber daya alam, tetapi masyarakat lokal justru tidak memperoleh kesempatan untuk terlibat dalam pengelolaannya.
Karena itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kemampuan menciptakan usaha menjadi hal penting agar generasi muda mampu mengambil peran dalam pembangunan daerah.
JK juga mendorong para lulusan agar lebih kreatif dalam membaca peluang ekonomi, termasuk mengembangkan usaha kecil dan kegiatan produktif yang sesuai dengan potensi daerah.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa tantangan pengangguran lulusan perguruan tinggi tidak cukup dijawab hanya dengan memperbanyak kesempatan mencari pekerjaan. Diperlukan pula keberanian berwirausaha, penguatan kompetensi, serta keterlibatan generasi muda dalam mengembangkan sektor-sektor unggulan daerah.
Bagi Maluku, tantangan ke depan bukan sekadar bagaimana menghasilkan lulusan perguruan tinggi setiap tahun, melainkan bagaimana memastikan para lulusan tersebut mampu menjadi pelaku pembangunan dan penggerak ekonomi di tanah sendiri.



































