Home / Berita

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:24 WIB

Bupati Malteng: Wisuda Bukan Akhir, Sarjana Harus Hadirkan Solusi bagi Masyarakat

MASOHI, GLOBALMALUKU.ID | Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir, menegaskan bahwa wisuda bukan sekadar seremoni akademik atau akhir dari perjalanan pendidikan, melainkan awal dari tanggung jawab besar para sarjana untuk mengamalkan ilmu pengetahuan dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan dalam sambutan tertulis Bupati Maluku Tengah pada Sidang Senat Terbuka dalam rangka Wisuda Program Sarjana Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Gotong Royong Masohi, yang berlangsung di Masohi, 20 Oktober 2025, sebagaimana tercantum dalam dokumen sambutan.

Menurut Bupati, keberhasilan meraih gelar sarjana harus menjadi momentum bagi para lulusan untuk melangkah lebih jauh, tidak hanya mengejar pekerjaan, tetapi juga menciptakan nilai, menghadirkan inovasi, dan memberikan solusi terhadap berbagai persoalan di tengah masyarakat.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah, saya mengucapkan selamat dan sukses kepada seluruh wisudawan dan wisudawati. Gelar sarjana bukanlah garis akhir perjalanan, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk mengamalkan ilmu, menghadirkan manfaat, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” demikian pesan Bupati dalam sambutannya.

Guru Berkualitas, Fondasi Pembangunan Daerah

Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada STKIP Gotong Royong Masohi atas peran dan dedikasinya dalam menyiapkan sumber daya manusia, khususnya tenaga pendidik, yang menjadi salah satu fondasi penting pembangunan daerah.

Baca Juga  Dinsos Kota Ambon Evakuasi ODGJ

Ia menekankan bahwa kualitas pendidikan sangat ditentukan oleh kualitas guru. Sebab, tugas seorang guru tidak sebatas menyampaikan pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter, menumbuhkan daya kritis, serta membuka cakrawala masa depan generasi muda.

Karena itu, STKIP Gotong Royong Masohi diharapkan terus memperkuat mutu akademik, meningkatkan kompetensi lulusan, serta membangun tradisi keilmuan yang mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Kampus, lanjutnya, harus menjadi ruang tumbuhnya pemikiran kritis, integritas, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat.

Sarjana Dituntut Berintegritas dan Berani Berbuat

Kepada para wisudawan dan wisudawati, Bupati berpesan agar ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan tinggi digunakan dengan kerendahan hati, integritas, dan keberanian untuk melakukan perubahan.

Ia mengingatkan bahwa tantangan para sarjana tidak berhenti setelah menerima ijazah. Mereka dituntut mampu menerapkan pengetahuan dalam kehidupan nyata dan mengambil bagian dalam menyelesaikan persoalan di lingkungan masing-masing.

“Di mana pun saudara mengabdi, jadilah pribadi yang kehadirannya membawa perubahan,” demikian pesan yang ditekankan dalam sambutan tersebut.

Bupati menilai Maluku Tengah membutuhkan generasi terdidik yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter kuat, kematangan sikap, dan kepedulian terhadap masa depan daerah.

Baca Juga  Sadali Hadiri Rapat Paripurna Penetapan Paslon Gubernur Dan Wakil Gubernur

Oleh sebab itu, ilmu pengetahuan harus menjadi kekuatan untuk mendorong pembangunan Maluku Tengah agar semakin maju, sejahtera, rukun, dan berkeadilan.

Orang Tua Turut Menjadi Bagian dari Keberhasilan

Dalam kesempatan itu, Bupati turut menyampaikan penghargaan kepada para orang tua dan keluarga wisudawan. Menurutnya, keberhasilan seorang sarjana tidak terlepas dari doa, pengorbanan, serta kesabaran keluarga yang mendampingi perjalanan pendidikan mereka.

Momentum wisuda, kata dia, bukan hanya menjadi kebahagiaan bagi para lulusan, melainkan juga kemenangan bagi keluarga yang telah mengantarkan anak-anak mereka hingga berhasil menyelesaikan pendidikan tinggi.

Bupati berharap keberhasilan tersebut menjadi awal dari perjalanan pengabdian yang lebih luas, sekaligus mendorong para lulusan untuk terus belajar, berkarya, dan memberikan arti bagi sesama.

“Pendidikan tidak hanya mengantarkan seseorang meraih gelar, tetapi mempersiapkannya untuk mengubah pengetahuan menjadi pengabdian dan cita-cita menjadi kenyataan,” demikian pesan yang menjadi penekanan dalam sambutan Bupati Maluku Tengah.

Melalui momentum wisuda tersebut, para lulusan STKIP Gotong Royong Masohi diharapkan mampu mengambil peran strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan, membangun sumber daya manusia, serta berkontribusi bagi kemajuan Kabupaten Maluku Tengah dan bangsa Indonesia.

Share :

Baca Juga

Berita

Lucky Nikijuluw: Perda Perangkat Daerah Direvisi, BPBD Ambon Diproyeksikan Naik ke Tipe A

Berita

Lantik Kajari Maluku Barat Daya, Kajati Rudy Irmawan Beri Tenggat 30 Hari: Laporkan Perkara dan Rawan Korupsi!

Berita

Wagub Maluku Tekankan Sinergi TNI dan Masyarakat, Investasi Blok Masela Harus Berkelanjutan

Berita

Perluas Jangkauan Layanan, BCA Buka KCP Wayame dan Bidik Pertumbuhan UMKM Ambon

Berita

SK Golongan IV/b Diduga Palsu, Wali Kota Ambon Ancam Pecat Oknum Terlibat

Berita

Publik Menanti Hasil Audit Dugaan SK Bodong di Pemkot Ambon, Inspektorat Minta Proses Dihormati

Berita

Penetapan Mata Rumah Parentah di Tawiri dan Hative Besar Berproses, Pemkot Ambon Tunggu Rekomendasi Negeri

Berita

AQI Masohi Tembus 125, Anak-anak hingga Lansia Diminta Waspadai Polusi Udara