Home / Berita

Kamis, 22 Mei 2025 - 08:43 WIB

Pemkot Menggelar Konsultasi Publik I Kajian KLHS Sebagai Bagian Dari Penyusunan RPJMD

AMBON-Pemerintah Kota Ambon menggelar Konsultasi Publik I Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) sebagai bagian dari penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2025–2030.

Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Grand Avira pada Rabu (21/5/2025).

Acara ini dibuka secara simbolis oleh Walikota Ambon, Bodewin M Wattimena, mengawali proses penting yang akan menentukan arah pembangunan jangka menengah kota ke depan.

Dalam sambutannya Bodewin Wattimena menyampaikan,pandangan strategis tentang pentingnya integrasi isu lingkungan ke dalam kebijakan pembangunan.

Ia menekankan bahwa keberlanjutan tidak hanya menjadi tujuan jangka panjang, tetapi merupakan jalan yang harus ditempuh dengan kesungguhan dan konsistensi.

Setiap langkah pembangunan, wajib mempertimbangkan daya dukung dan daya tampung lingkungan, serta mengurangi dampak negatif yang mungkin timbul di masa depan, ujar Walikota.

Baca Juga  Jembatan Wai Besi Ambruk, Irawadi Harap BPJN Segera Perbaiki

Kata dia, Selama lima tahun terakhir, Pemerintah Kota Ambon telah mengusung visi sebagai kota manise yang inklusif, toleran, dan berkelanjutan.”Namun, pencapaian visi ini hanya akan terwujud apabila lingkungan hidup ditempatkan sebagai elemen fundamental dalam setiap kebijakan publik. Wali Kota menilai bahwa pembangunan yang berkarakter hanya mungkin dicapai dengan kesadaran penuh terhadap kondisi ekologis kota dan masa depan generasi berikutnya, ucapnya.

Wattimena mengatakan, Isu-isu strategis yang menjadi fokus dalam KLHS RPJMD 2025–2030 mencakup perubahan iklim, polusi udara dan plastik, pengelolaan limbah, serta alih fungsi lahan yang mengancam keseimbangan ekosistem.

Ia menyoroti kondisi Teluk Ambon yang kian rentan terhadap pencemaran, serta meningkatnya tekanan lingkungan akibat ekspansi pemukiman.

Baca Juga  Pengawasan Dishub Lemah, Kami Minta Dishub Kota Tempatkan Personil Di Titik-Titik Rawan

Menurut Walikota, pengelolaan sampah yang belum optimal serta rendahnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan masih menjadi tantangan nyata yang harus segera diatasi. Ia juga menekankan perlunya tindakan preventif terhadap kerusakan hutan akibat alih fungsi lahan, demi menjaga keseimbangan ekologis dan kualitas hidup warga.

Pemerintah Kota Ambon menaruh harapan besar pada kualitas dokumen RPJMD yang sedang disusun, agar menjadi rujukan kebijakan yang mampu menjawab tantangan pembangunan jangka menengah secara komprehensif dan berkelanjutan.

Ia mengatakan, RPJMD ini tidak hanya diposisikan sebagai alat perwujudan visi kepala daerah, tetapi juga sebagai fondasi masa depan kota yang lebih tangguh secara lingkungan dan inklusif secara sosial,”pintanya.

Share :

Baca Juga

Berita

Unpatti Dukung Penguatan Energi Terbarukan Maluku, Prof Dominggus Hadiri Kick Off NZMATES Phase 2

Berita

KUA-PPAS Perubahan APBD 2026 Diserahkan, Pemkot Ambon Tekan Defisit hingga Rp205,4 Miliar

Berita

Ketua DPRD Maluku Minta Patahuwe-Lisabata Akhiri Konflik, Jangan Ada Lagi Aksi Balasan

Berita

Penyerahan STL GSY Jobel Paso dan Pondok Daud Tepa, Kemenag Maluku Tekankan Tertib Administrasi dan Persaudaraan

Berita

Dua Tahun Prabowo: Antara Negara Kuat dan Pemerintahan Efektif

Berita

16.498 Keluarga di Kepulauan Aru Terima Bantuan Beras, Pemerintah Pastikan Tepat Sasaran

Berita

Sambutan Hangat di Semarang, Gubernur Maluku Apresiasi Dedikasi LO Jateng Dampingi Kafilah MTQ

Berita

Energizing Maluku 2026: Maluku Mulai Menatap Masa Depan dengan SDM Unggul, Ekonomi Berkelanjutan dan Teknologi AI