Piru – Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Ibrahim Tuharea, mengimbau masyarakat untuk membuka lahan baru sekaligus memanfaatkan lahan tidur guna dijadikan kebun ketahanan pangan.
Imbauan tersebut disampaikan agar masyarakat dapat meningkatkan perekonomian keluarga melalui sektor pertanian. Menurutnya, dengan mengelola lahan secara produktif, masyarakat berpeluang memperoleh penghasilan yang lebih stabil seiring dengan lancarnya pemasaran hasil pertanian. Selain itu, langkah tersebut juga sejalan dengan program ketahanan pangan yang dicanangkan oleh Pemerintah Pusat.
Kepada media ini di Kantor Dinas Pertanian SBB, Desa Morekau, Kecamatan Seram Barat, belum lama ini (19/2/2026), Tuharea mengungkapkan bahwa hingga saat ini Pemerintah Daerah SBB belum memiliki anggaran yang signifikan untuk mendukung program ketahanan pangan di daerah yang dikenal dengan julukan “Saka Mese Nusa” tersebut.
Menurutnya, pelaksanaan berbagai program pertanian masih sangat bergantung pada dukungan anggaran dari Pemerintah Provinsi Maluku maupun Pemerintah Pusat.
“Katong ini kan cuma ‘helper’ saja, karena anggaran dari APBD Provinsi dan APBN itu bukan katong punya. Katong seng ada kegiatan besar, katong hanya bantu petani di lapangan saja. Jadi kalau masyarakat serius membuka lahan harus memiliki data petani, nanti katong bantu salurkan benih,” ujar Tuharea.
Ia menjelaskan, benih yang dapat disalurkan kepada petani antara lain benih jagung, padi gogo, serta anakan pala yang diharapkan dapat dikembangkan oleh masyarakat di berbagai wilayah di Kabupaten SBB.
Lebih lanjut, Tuharea mengatakan bahwa pengembangan sektor pertanian di daerah bertujuan untuk mendorong program hilirisasi hasil pertanian. Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah produk pertanian, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, menggerakkan perekonomian masyarakat, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.
Dengan pemanfaatan lahan tidur secara optimal, Pemerintah Kabupaten SBB berharap sektor pertanian dapat menjadi salah satu penopang utama ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


































