Home / Berita

Rabu, 1 Juli 2026 - 21:42 WIB

Ambon Kian Bersinar sebagai Smart City, Raih Nilai 3,6 Nasional, Wali Kota: Transformasi Digital Makin Berdampak bagi Warga

AMBON – Pemerintah Kota Ambon kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Kota berjuluk City of Music ini berhasil meraih nilai 3,6 dalam Evaluasi Implementasi Kota Cerdas (Smart City) Tahun 2025 yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), sekaligus menempatkan Ambon sebagai salah satu dari 10 ibu kota provinsi yang menjadi objek evaluasi nasional.

Capaian tersebut disambut optimistis oleh Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, yang menilai hasil evaluasi ini menjadi bukti nyata bahwa transformasi digital yang dijalankan Pemerintah Kota Ambon mulai memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Ini bukan sekadar angka, tetapi menjadi indikator bahwa arah pembangunan Kota Ambon menuju pemerintahan modern berbasis digital berada di jalur yang tepat,” ujar Bodewin di sela pembukaan Rakernas XVIII APEKSI di Medan, Rabu (1/7/2026).

Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan buah dari kolaborasi seluruh perangkat daerah, dukungan masyarakat, serta komitmen pemerintah dalam menghadirkan pelayanan publik yang lebih cepat, mudah, transparan, dan berbasis teknologi.

Evaluasi Smart City dilakukan melalui enam dimensi utama, yakni Smart Governance, Smart Economy, Smart Living, Smart Society, Smart Environment, dan Smart Branding. Dari hasil penilaian, Ambon mencatat nilai Baseline 3,8, Output 3,18, Outcome 3,33, Impact 3,94, serta nilai maksimal 4 pada kategori Quick Wins dan Emerging Technology, sehingga menghasilkan skor akhir 3,6.

Baca Juga  PEKAN OLAHRAGA PROVINSI MALUKU KE-IV DI KOTA AMBON RESMI DIBUKA

Nilai tersebut bahkan berada di atas beberapa kota besar lainnya, termasuk Balikpapan dan Batam.

Bodewin menjelaskan, berbagai inovasi digital yang telah dijalankan Pemkot Ambon menjadi faktor penting dalam pencapaian tersebut. Di antaranya pengoperasian Pusat Kendali Kota (Command Center) berbasis kecerdasan buatan (AI), layanan darurat Call Center 112, hingga program WAJAR (Wali Kota Jumpa Rakyat) yang dinilai mampu memperkuat komunikasi pemerintah dengan masyarakat.

Selain itu, status Ambon sebagai Kota Musik Dunia UNESCO juga menjadi salah satu kekuatan dalam pengembangan konsep Smart City yang dipadukan dengan implementasi Rencana Induk Kota Cerdas 2025–2029.

Tak hanya dari sisi digitalisasi pemerintahan, berbagai indikator pembangunan daerah juga menunjukkan tren positif. Tingkat kemiskinan di Ambon tercatat menurun menjadi 4,3 persen, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 82,84 dengan kategori sangat tinggi, sementara prevalensi stunting turun hingga 1,6 persen.

Di bidang kesehatan, layanan e-Puskesmas kini telah terintegrasi dengan platform SATUSEHAT, sedangkan sektor lingkungan mulai menerapkan pengelolaan sampah berbasis RDF/MRF yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Tim asesor juga menilai keberadaan Command Center mampu meningkatkan efektivitas pemerintah dalam memantau keamanan, mengendalikan lalu lintas, hingga mempercepat penanganan bencana melalui sistem data yang terintegrasi.

Meski demikian, Bodewin mengakui masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Masukan dari tim evaluator akan menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat integrasi sistem digital, meningkatkan kualitas tata kelola keuangan daerah, memperbaiki pengelolaan sampah, hingga memperkuat kapasitas sumber daya manusia.

Baca Juga  36 Kendaraan Akan Di Tarik Besok Oleh KPK Dan BPKAD Promal

Sebagai langkah lanjutan, Pemkot Ambon akan mempercepat pembangunan Satu Data Ambon agar seluruh layanan pemerintahan terhubung dalam satu sistem yang mampu mendukung pengambilan kebijakan berbasis data secara akurat.

Pemerintah juga akan memperluas pemanfaatan kecerdasan buatan di sektor pelayanan publik, pariwisata, ekonomi kreatif, hingga mitigasi bencana, sekaligus memperkuat kerja sama dengan Universitas Pattimura dalam mencetak tenaga ahli teknologi informasi.

Dalam kesempatan yang sama, Bodewin juga memaparkan komitmen Ambon membangun kota yang tangguh melalui forum Dialog Kota Tangguh pada Rakernas XVIII APEKSI. Menurutnya, ketahanan kota tidak hanya ditentukan oleh infrastruktur, tetapi juga kesiapan masyarakat, tata kelola pemerintahan yang baik, serta kemampuan seluruh pemangku kepentingan beradaptasi terhadap berbagai perubahan.

“Semangat kolaborasi harus terus diperkuat. Pemerintah, masyarakat, dunia usaha, perguruan tinggi, dan media harus bergerak bersama agar Ambon menjadi kota yang cerdas, tangguh, inklusif, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” tegasnya.

Prestasi ini semakin menegaskan komitmen Pemerintah Kota Ambon untuk terus menghadirkan inovasi berbasis teknologi sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat di era transformasi digital.

Share :

Baca Juga

Berita

Deteksi Dini Rutan Ambon Diperketat, Balok Kayu dan Material Bangunan Diamankan dari Atas Plafon

Berita

Anak Muda Ambon Unjuk Nyali! Nusa Apono Road Race 2026 Gebrak HUT ke-451

Berita

HUT ke-451, 17 Program Prioritas Dipaparkan: Ekonomi Tumbuh 6,09%, Tapi Pengangguran Ambon Masih 11,37%

Berita

Jelang HUT ke-451, Wali Kota Ambon Serukan Persatuan, Terbuka Kritik dan ASN Jadi Solusi

Berita

DPRD Expo 2026 Ditutup, Transaksi Tembus Rp320 Juta, Tamaela Gagas Baileo Rakyat

Berita

Adventure Race of Amboina “Soya for Ambon” Resmi Dibuka, Wali Kota Ajak Generasi Muda Jaga Alam

Berita

DPRD-Pemda Malteng Sepakat Naikkan Penghasilan PPPK Paruh Waktu Jadi Rp2,5 Juta

Berita

HPN 2027 Belum Diputuskan, Dewan Pers Buka Ruang untuk Semua Konstituen