Home / Berita

Rabu, 2 September 2026 - 21:49 WIB

Zulhas Buka Jalan Kolaborasi dengan Unpatti, Potensi Laut Maluku Dibidik Jadi Kekuatan Pangan Nasional

AMBON, GLOBALMALUKU.ID – Potensi kelautan dan perikanan Maluku kembali mendapat perhatian serius pemerintah pusat. Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan (Zulhas), membuka peluang kerja sama strategis dengan Universitas Pattimura (Unpatti) untuk mengembangkan sumber daya kelautan Maluku sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Peluang kolaborasi itu disampaikan Zulhas usai memberikan kuliah umum bertajuk Peran Strategis Sumber Daya Kelautan dan Perikanan dalam Mendukung Ketahanan Pangan Nasional yang Berkelanjutan” di Aula Rektorat Unpatti, Ambon, Rabu (2/9/2026).

Zulhas menilai perguruan tinggi memiliki posisi penting dalam mendukung pemerintah mengembangkan sektor kelautan dan perikanan. Menurutnya, Unpatti memiliki kapasitas akademik dan sumber daya yang dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendorong penguatan ekonomi masyarakat pesisir.

“Tentu kami siap bekerja sama dengan Unpatti dan universitas lainnya. Ini salah satu kampus terbaik,” ujar Zulhas.

Kerja sama tersebut tidak hanya diarahkan pada aspek penelitian, tetapi juga menyentuh persoalan peningkatan kesejahteraan nelayan.

Zulhas mengungkapkan, pemerintah menargetkan peningkatan nilai tukar nelayan dari sekitar 103 menjadi 120. Angka tersebut dinilai masih perlu didorong agar kesejahteraan masyarakat yang menggantungkan kehidupan pada sektor perikanan dapat meningkat.

Salah satu strategi yang tengah dikembangkan pemerintah adalah Kampung Nelayan, yang tidak sekadar menjadi kawasan permukiman nelayan, tetapi diarahkan sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat.

Di dalamnya akan dikembangkan berbagai fasilitas pendukung seperti balai lelang ikan, cold storage, penyediaan BBM bagi nelayan hingga bengkel.

“Jadi memang butuh kerja sama dengan kampus. Di NTT, Maluku, Maluku Utara, butuh kerja sama. Apalagi kita sementara mengembangkan nilai ekonomi blue carbon,” jelasnya.

Unpatti Punya Modal Besar

Gayung bersambut. Rektor Unpatti Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd. menyatakan kampus yang dipimpinnya siap mendukung agenda pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan melalui sektor kelautan dan perikanan.

Baca Juga  Toisuta Cs Resmi Dilantik, Ini Harapan Pj Bupati Sahubawa Pada Pelantikan PWI Maluku Tengah

Unpatti bahkan memiliki Marine Station di Desa Hila, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, dengan luas sekitar 12 hektare.

Kawasan tersebut telah dilengkapi sejumlah fasilitas yang sebenarnya dapat menjadi modal penting pengembangan sektor kelautan, mulai dari kolam pembenihan, kolam budidaya, keramba jaring apung, cold storage hingga pabrik es.

Namun, sejumlah fasilitas tersebut belum berfungsi secara optimal.

“Kami memiliki kolam pembenihan, kolam budidaya, keramba jaring apung, cold storage, pabrik es, tetapi semuanya belum berfungsi,” ungkap Fredy.

Menurutnya, penguatan Marine Station membutuhkan dukungan pembiayaan agar seluruh fasilitas yang telah tersedia dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Jika dikembangkan dengan baik, Marine Station Unpatti berpotensi menjadi salah satu pusat pengembangan budidaya, pembenihan, riset dan pengolahan hasil perikanan yang mendukung ketahanan pangan berbasis kelautan.

“Bina Mulia Kelautan” Jadi Kekuatan Unpatti

Fredy menegaskan, pengembangan sektor kelautan bukan sesuatu yang baru bagi Unpatti. Kampus tersebut memiliki pola ilmiah pokok Bina Mulia Kelautan”, yang menjadi salah satu fondasi pengembangan pendidikan dan riset.

Dengan dukungan sumber daya manusia serta fasilitas yang tersedia, Unpatti dinilai memiliki modal akademik untuk ikut menjawab berbagai persoalan sektor kelautan dan perikanan di Maluku.

“Kami memiliki sumber daya manusia yang mumpuni dan juga sarana prasarana yang tersedia untuk penguatan kapasitas dan pencapaian ketahanan pangan di bidang kelautan dan perikanan,” kata Fredy.

Harapan Unpatti kini tertuju pada tindak lanjut konkret dari peluang kerja sama tersebut. Salah satunya melalui peninjauan langsung Marine Station oleh tim pemerintah agar potensi yang tersedia dapat dipetakan dan dikembangkan dalam program strategis nasional.

Baca Juga  Walikota AmbonLetakkan Batu Penjuru Gedung Pembinaan Umat Jemaat Halong Anugerah

Dari Laut Maluku untuk Indonesia

Peluang kerja sama ini menjadi penting bagi Maluku yang memiliki karakter geografis kepulauan dan kekayaan sumber daya laut yang sangat besar.

Pengembangan sektor kelautan tidak lagi cukup hanya mengandalkan aktivitas penangkapan ikan. Pemerintah dan perguruan tinggi didorong membangun ekosistem dari hulu hingga hilir mulai dari pembenihan, budidaya, penangkapan, pengolahan, penyimpanan, pemasaran hingga hilirisasi produk perikanan.

Di sisi lain, pengembangan blue carbon juga membuka peluang baru bagi masyarakat pesisir. Ekosistem laut dan pesisir seperti mangrove, lamun dan kawasan pesisir memiliki nilai ekologis sekaligus potensi ekonomi apabila dikelola dengan pendekatan yang tepat.

Kolaborasi pemerintah dengan perguruan tinggi menjadi semakin relevan karena pengembangan sektor tersebut membutuhkan basis riset, teknologi, data serta sumber daya manusia.

Sebelumnya, Unpatti juga telah memiliki rekam jejak dalam riset kelautan. Tim peneliti Unpatti bersama sejumlah mitra bahkan berhasil mendokumentasikan ikan purba coelacanth di perairan Maluku Utara, menunjukkan besarnya potensi riset kelautan yang dimiliki kawasan Maluku dan sekitarnya.

Dengan demikian, kunjungan Zulhas ke Unpatti bukan sekadar agenda kuliah umum. Pertemuan tersebut membuka peluang lebih besar bagi Maluku untuk menempatkan laut sebagai kekuatan ekonomi, sumber pangan dan pusat inovasi nasional.

Jika kolaborasi tersebut benar-benar diwujudkan dalam program konkret, Unpatti dapat menjadi salah satu simpul penting yang menghubungkan pemerintah, peneliti, nelayan, pelaku usaha dan masyarakat pesisir.

Pada akhirnya, kekayaan laut Maluku diharapkan tidak hanya menjadi potensi yang dibicarakan, tetapi benar-benar mampu menciptakan nilai tambah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Laut Maluku bukan sekadar bentang geografis. Laut adalah masa depan pangan, ekonomi dan kesejahteraan masyarakat kepulauan.

Share :

Baca Juga

Berita

DPRD Expo 2026 Ditutup, Transaksi Tembus Rp320 Juta, Tamaela Gagas Baileo Rakyat

Berita

Adventure Race of Amboina “Soya for Ambon” Resmi Dibuka, Wali Kota Ajak Generasi Muda Jaga Alam

Berita

DPRD-Pemda Malteng Sepakat Naikkan Penghasilan PPPK Paruh Waktu Jadi Rp2,5 Juta

Berita

HPN 2027 Belum Diputuskan, Dewan Pers Buka Ruang untuk Semua Konstituen

Berita

Jelang HUT Ambon ke-451, DPRD Expo Jadi Panggung Ekonomi Rakyat

Berita

Maluku Jadi Prioritas Kampung Nelayan, Pemerintah Bidik Kesejahteraan Pesisir Menuju Indonesia Emas 2045

Berita

DPRD Maluku Tengah Tutup Masa Sidang II, Sejumlah Agenda Strategis Berhasil Dituntaskan

Berita

Pemkot Ambon dan UKIM Perbarui MoU, Perkuat Kolaborasi Perguruan Tinggi dalam Pembangunan Daerah