AMBON, GLOBALMALUKU.ID – Halaman Kantor DPRD Kota Ambon berubah menjadi pusat aktivitas ekonomi, pelayanan publik dan hiburan masyarakat. DPRD Kota Ambon resmi membuka DPRD Expo 2026, Rabu (2/9/2026), dengan melibatkan puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).
Mengusung tema “Kolaborasi Mewujudkan Ambon Bersih untuk Maluku Sehat Menuju Indonesia Maju”, kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 2–3 September 2026, ini menjadi bagian dari rangkaian menyambut HUT ke-451 Kota Ambon yang jatuh pada 7 September mendatang.
Namun, ada pesan khusus Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena yang menjadi perhatian dalam pembukaan expo.
Bodewin meminta masyarakat, pimpinan dan anggota DPRD, hingga jajaran pemerintah daerah yang datang ke lokasi agar tidak sekadar melihat-lihat stan pameran.
“Jangan hanya nonton. Belanja!”
Pesan tersebut disampaikan Bodewin karena menurutnya ukuran keberhasilan sebuah expo bukan hanya dari banyaknya pengunjung, tetapi juga dari transaksi yang terjadi dan uang yang berputar di tengah masyarakat.
“Percuma dibuat Expo tapi tidak ada yang beli. Makanya saya harap, semua yang hadir bisa membantu UMKM dengan membeli produk yang dipamerkan,” tegas Bodewin.
55 UMKM Dapat Ruang Promosi Gratis
Dalam DPRD Expo 2026, sebanyak 55 pelaku UMKM mendapatkan kesempatan untuk mempromosikan sekaligus menjual produk mereka kepada masyarakat.
Menariknya, stan bagi para pelaku UMKM disiapkan secara gratis. Kebijakan tersebut menjadi bentuk dukungan DPRD terhadap penguatan ekonomi lokal sekaligus membuka akses pasar bagi pelaku usaha.
Produk yang ditampilkan pun beragam, mulai dari kuliner, kerajinan hingga busana dan berbagai produk ekonomi kreatif lainnya.
Bodewin menilai produk UMKM Kota Ambon memiliki kualitas yang mampu bersaing. Karena itu, masyarakat diminta tidak ragu membeli dan menggunakan produk lokal.
Bagi pemerintah, setiap transaksi yang terjadi di arena expo bukan sekadar aktivitas jual beli, tetapi menjadi bagian dari upaya memperkuat ekonomi kerakyatan.
UMKM Jadi Strategi Ekonomi Ambon
Bodewin menegaskan, karakter ekonomi Kota Ambon berbeda dengan daerah yang memiliki sumber daya alam besar.
Karena keterbatasan sumber daya alam, Pemkot Ambon memilih memperkuat ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan UMKM.
“Ambon bukan Weda, Ambon bukan Morowali, Ambon bukan Buru. Ambon dengan cirinya sendiri, kota yang terbatas sumber daya alam. Karena itu kita memilih untuk penguatan ekonomi kerakyatan lewat membangun upaya untuk menciptakan kemandirian masyarakat lewat usaha-usaha yang bisa dilakukan. Itulah UMKM,” kata Bodewin.
Pemkot Ambon sendiri telah memberikan sejumlah dukungan kepada pelaku UMKM, antara lain fasilitasi penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB), bantuan modal usaha, penyediaan tempat usaha hingga penyelenggaraan berbagai expo sebagai ruang promosi dan pemasaran.
Bukan Sekadar Pameran Kinerja DPRD
DPRD Expo 2026 tidak hanya menghadirkan pameran UMKM.
Kegiatan ini juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk melihat berbagai hasil kerja dan aktivitas DPRD Kota Ambon dalam menjalankan fungsi legislasi, penganggaran dan pengawasan.
Ketua DPRD Kota Ambon Maurits Tamaela mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen lembaga legislatif untuk terus membangun hubungan dengan masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Ia mengajak masyarakat memanfaatkan expo sebagai ruang untuk memperoleh informasi, mengakses pelayanan publik, menyampaikan aspirasi maupun membeli produk lokal karya masyarakat Ambon.
Pelayanan Publik Turut Hadir
Salah satu daya tarik DPRD Expo 2026 adalah keterlibatan sejumlah instansi yang menghadirkan pelayanan langsung kepada masyarakat.
Kantor Imigrasi dijadwalkan memberikan layanan keimigrasian, termasuk informasi dan pelayanan pembuatan paspor.
Kejaksaan Negeri Ambon turut memberikan pelayanan dan edukasi hukum, sementara Kantor Wilayah Kementerian Hukum Maluku memberikan pendampingan mengenai legalitas dan badan hukum bagi pelaku UMKM.
DPMPTSP Kota Ambon juga membuka pelayanan penerbitan NIB bagi masyarakat dan pelaku usaha.
Dengan konsep tersebut, masyarakat tidak hanya datang untuk menikmati pameran, tetapi sekaligus dapat mengurus berbagai kebutuhan pelayanan pemerintahan dalam satu lokasi.
Expo Dua Hari, Ekonomi Rakyat Jadi Panggung Utama
Sekretaris DPRD Kota Ambon Alvian Lewenussa sebelumnya menjelaskan, expo dirancang sebagai kegiatan yang mempertemukan DPRD, masyarakat, pelaku UMKM dan berbagai instansi pelayanan publik.
Selain pameran kinerja dan UMKM, rangkaian acara juga diisi dengan pelayanan NIB, pemeriksaan kesehatan gratis, gerakan pangan murah, layanan hukum dan kekayaan intelektual, pendaftaran akun e-Katalog, pembagian sembako, lomba panjat pinang, pengundian doorprize hingga penampilan artis Kota Ambon.
Dengan seluruh rangkaian tersebut, DPRD Expo 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai agenda seremonial menjelang HUT Kota Ambon.
Lebih dari itu, expo diharapkan menjadi ruang nyata bagi perputaran ekonomi masyarakat, memperluas pasar UMKM, mendekatkan pelayanan pemerintah kepada warga sekaligus memperkuat keterbukaan lembaga legislatif.
Dan pesan Bodewin menjadi penegasan paling sederhana:
Expo bukan hanya untuk dilihat. Expo harus menghasilkan transaksi. UMKM harus merasakan manfaatnya.




































