Home / Berita

Jumat, 4 September 2026 - 21:42 WIB

HUT ke-451, 17 Program Prioritas Dipaparkan: Ekonomi Tumbuh 6,09%, Tapi Pengangguran Ambon Masih 11,37%

AMBON, GLOBALMALUKU.ID – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-451 Kota Ambon menjadi momentum bagi Pemerintah Kota Ambon untuk membuka secara terang capaian pembangunan sekaligus mengakui sejumlah persoalan yang masih menjadi pekerjaan rumah.

Hal itu disampaikan Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kota Ambon dalam rangka HUT ke-451 Kota Ambon, Jumat (4/9/2026), di Gedung DPRD Kota Ambon.

Rapat paripurna resmi dibuka Ketua DPRD Kota Ambon, Mourits L. Tamaela, dengan ketukan palu.

Di hadapan pimpinan dan anggota DPRD, jajaran Forkopimda, pimpinan OPD, tokoh masyarakat serta undangan lainnya, Wattimena memaparkan perkembangan 17 program prioritas Pemerintah Kota Ambon.

Namun, di balik sederet capaian tersebut, Wali Kota secara terbuka mengakui masih terdapat persoalan serius yang harus dituntaskan hingga akhir masa pemerintahan.

Air Bersih hingga Persampahan

Pada sektor air bersih, Perumdam Tirta Yapono hingga Agustus 2026 telah mengembangkan jaringan perpipaan sepanjang 12.126 meter di 14 lokasi dan membangun dua sumur dalam.

Pada semester pertama 2026, tercatat 659 pelanggan baru sehingga total pelanggan mencapai 14.770. Sementara Dinas PUPR membangun sumur air tanah sebagai sumber air baku di 19 lokasi.

Untuk sektor persampahan dan lingkungan, volume sampah yang tertangani mencapai 176,39 ton per hari. Pemkot juga telah memiliki 27 dump truck, delapan armroll, 20 kontainer, dua truck compactor, 618 wastebin serta 23 collection point atau tempat sampah higienis.

Kemacetan Masih Jadi Tantangan

Persoalan transportasi dan kemacetan juga masih menjadi perhatian pemerintah.

Penataan dilakukan melalui Terminal Mardika A1 dan A2, pemeliharaan traffic light, rambu dan marka jalan, rekayasa lalu lintas hingga patroli pada ruas-ruas jalan utama.

Namun, persoalan pembebasan lahan warga di kawasan Jalan Jenderal Sudirman belum menemukan titik terang.

Pemkot bersama DPRD masih mencari solusi untuk mendukung perluasan akses jalan menuju kawasan Karang Panjang.

Di bidang infrastruktur, pemeliharaan berkala telah dilakukan pada 17 ruas jalan, pembangunan jalan aspal di dua lokasi serta rehabilitasi enam ruas jalan.

Kota Ambon juga meraih peringkat ketiga terbaik Sutami Award dari pemerintah pusat sekaligus memperoleh insentif sebesar Rp20 miliar untuk perbaikan jalan.

Selain jalan, Pemkot melakukan revitalisasi Pattimura Park, RTP Wainitu, RTP Airsalobar dan RTP Amahusu.

Program perumahan juga mencakup perbaikan 706 unit rumah tidak layak huni, 26 rumah korban bencana dan pembangunan 17 unit rumah baru layak huni.

Investasi Tumbuh 180 Persen

Di sektor ekonomi, pemerintah telah membentuk 50 Koperasi Desa Merah Putih. Tiga di antaranya telah memiliki gerai, yakni di Laha, Wayame dan Nusaniwe.

Sebanyak 244 pelaku usaha mikro telah mendapatkan penyaluran modal usaha, sementara 176 pelaku usaha lainnya sedang dalam proses penilaian tahap kedua.

Bantuan alat perikanan juga diberikan kepada 12 kelompok usaha bersama.

Sepanjang 2026, sebanyak 11.842 Nomor Induk Berusaha (NIB) telah diterbitkan. Sementara realisasi investasi pada semester pertama mencapai Rp847 miliar, atau tumbuh 180 persen.

Baca Juga  1.400 PPPK di Malteng Terima SK, Zulkarnain Ingatkan Loyalitas dan Dedikasi

Di bidang ekonomi kreatif, Pemkot telah menggelar lima event, sementara komunitas ekonomi kreatif melaksanakan 48 event yang melibatkan 116 UMKM.

Pendidikan, Kesehatan dan MPP Dikebut

Pada sektor pendidikan, pembangunan dan rehabilitasi dilakukan terhadap 34 sekolah.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah dilayani melalui 34 SPPG dengan jumlah penerima manfaat mencapai 79.553 siswa.

Sementara 21 Puskesmas di Kota Ambon telah berstatus BLUD. Puskesmas Rawat Inap Hutumuri juga ditingkatkan statusnya menjadi RSUD dan siap diresmikan.

Untuk meningkatkan pelayanan publik, gedung Mal Pelayanan Publik (MPP) yang dibangun melalui kerja sama dengan PT Modern Multiguna telah diserahkan secara fisik kepada Pemkot Ambon dan kini dalam tahap melengkapi peralatan kantor.

Pemkot menargetkan MPP dapat beroperasi penuh pada akhir 2026.

Pendapatan Daerah Dikejar

Pemerintah juga terus mendorong optimalisasi pendapatan daerah melalui pemasangan 370 meter air tanah, 250 unit perekam transaksi online, Pekan Penagihan PBB, sweeping pajak kendaraan melalui opsen PKB serta penagihan piutang pajak bersama Kejaksaan Negeri Ambon.

Target realisasi pendapatan daerah ditetapkan mencapai 95 persen.

Sementara program Wali Kota dan Wakil Wali Kota Jumpa Rakyat (WAJAR) telah dilaksanakan sebanyak 24 kali.

Dari program tersebut tercatat 256 pelapor dengan 335 aduan. Selain itu, sebanyak 926 laporan pengaduan melalui website dan media sosial telah ditindaklanjuti.

Smart City dan Birokrasi

Dalam pengembangan Ambon Smart City, nilai evaluasi mencapai 3,6 dari skala 4,0. Pemkot juga memasang 57 titik CCTV melalui kerja sama dengan Lintasarta.

Pada sektor birokrasi dan tata kelola pemerintahan, Pemkot Ambon akan melakukan pelantikan lebih dari 290 pejabat Eselon III dan IV setelah HUT Kota Ambon.

Selain itu, akan dilakukan pelantikan Sekretaris Daerah hasil seleksi terbuka, tujuh pejabat Eselon II dan 1.910 PPPK.

Pemkot juga menyiapkan pelatihan dasar bagi 930 CPNS dan PKN Tingkat II bagi 17 pejabat Eselon II.

Dari sisi tata kelola keuangan, Kota Ambon kembali memperoleh opini WTP dari BPK RI, dengan Indeks Reformasi Birokrasi 61,30 atau kategori B, SAKIP B serta Predikat Kepatuhan Pelayanan Publik Kualitas Tinggi.

Kemiskinan dan Bantuan Sosial

Dalam penanggulangan kemiskinan, sebanyak 836 bantuan sosial telah disalurkan kepada keluarga miskin.

Pemkot juga memberikan alat bantu kepada 30 penyandang disabilitas dan bantuan usaha kepada 30 keluarga miskin.

Sebanyak 3.098 paket sembako disalurkan melalui pasar murah.

Sementara 40.473 keluarga atau 33,62 persen telah terdaftar dalam program digitalisasi bantuan sosial.

Di bidang toleransi dan kehidupan keagamaan, pemerintah menyalurkan insentif kepada 869 tokoh agama, marbot, penjaga gereja, pura dan vihara.

Pengangguran 11,37 Persen Jadi Alarm

Meski memaparkan sederet capaian, Wattimena tidak menutup mata terhadap berbagai persoalan yang masih dihadapi Kota Ambon.

Baca Juga  Sekkot Ambon Tegaskan Lapak Batu Merah Tak Boleh Ganggu Arus Lalu Lintas

Salah satu yang menjadi perhatian serius adalah Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) yang masih mencapai 11,37 persen.

Selain pengangguran, persoalan lain yang masih membutuhkan penanganan adalah kualitas infrastruktur, jalan rusak dan berlubang, pemerataan akses air bersih serta fasilitas dasar masyarakat.

Optimalisasi sistem pengangkutan dan pengelolaan sampah juga masih menjadi tantangan.

Kota Ambon juga menghadapi tingkat kerentanan terhadap bencana alam, ketimpangan distribusi kepadatan penduduk antarwilayah serta angka kemiskinan yang masih berada di atas empat persen.

“Masalah yang sedang dihadapi sekarang seperti Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) yang masih tergolong tinggi di angka 11,37 persen, kualitas infrastruktur yang belum memadai, termasuk persoalan jalan rusak dan berlubang yang belum sepenuhnya terbenahi,” kata Wattimena.

Menurutnya, berbagai persoalan tersebut akan terus menjadi fokus utama pemerintah.

Ekonomi Ambon Tumbuh 6,09 Persen

Di tengah berbagai tantangan, indikator makro ekonomi Kota Ambon menunjukkan tren positif.

Wattimena menyebut pertumbuhan ekonomi Kota Ambon pada kuartal pertama 2026 mencapai 6,09 persen, berada di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional dan Provinsi Maluku.

Sementara inflasi year-on-year per Juli 2026 berhasil dikendalikan pada level 2,9 persen.

“Pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama tahun 2026 tumbuh sebesar 6,09 persen, berada di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional dan provinsi, serta angka inflasi year-on-year per Juli 2026 berhasil dikendalikan pada level 2,9 persen,” ujarnya.

HUT ke-451 Bukan Sekadar Seremonial

Wattimena menegaskan, usia 451 tahun Kota Ambon harus menjadi momentum evaluasi dan memperkuat komitmen bersama.

Menurutnya, pembangunan hingga akhir 2027 akan menghadapi tantangan yang semakin kompleks, mulai dari ketidakpastian ekonomi global, perubahan iklim ekstrem, disrupsi pangan hingga kebijakan efisiensi anggaran pemerintah pusat.

Karena itu, pemerintah dituntut menyusun program yang adaptif dan responsif melalui reformasi struktural, peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan UMKM, kemudahan investasi dan transformasi digital.

Wali Kota juga mengingatkan bahwa masyarakat Ambon telah melewati berbagai masa sulit, mulai dari bencana, konflik sosial, tekanan ekonomi hingga berbagai perubahan yang menguji ketahanan masyarakat.

“Satu hal yang tidak pernah hilang dari jati diri orang Ambon adalah semangat untuk bangkit, bergandengan tangan, dan bersama-sama membangun kehidupan serta merawat keberlanjutan,” tegasnya.

Rapat Paripurna Istimewa kemudian ditutup Ketua DPRD Kota Ambon Mourits L. Tamaela dengan ketukan palu.

Usai rapat, Tamaela mengarahkan para tamu undangan untuk mengunjungi dan membeli berbagai produk UMKM yang dipamerkan di booth yang tersedia di halaman parkir Gedung DPRD Kota Ambon.

Hadir dalam rapat tersebut Wakil Wali Kota Ambon Ely Toisutta, Sekretaris Kota Ambon Robby Sapulette, Ketua TP-PKK Kota Ambon Lisa Wattimena, Ketua DWP Saartje Sapulette, Wakil Ketua I DPRD Gerald Mailoa, Wakil Ketua II Patrick Moenandar, anggota DPRD Kota Ambon serta para undangan lainnya.

(GM)

Share :

Baca Juga

Berita

Anak Muda Ambon Unjuk Nyali! Nusa Apono Road Race 2026 Gebrak HUT ke-451

Berita

Jelang HUT ke-451, Wali Kota Ambon Serukan Persatuan, Terbuka Kritik dan ASN Jadi Solusi

Berita

DPRD Expo 2026 Ditutup, Transaksi Tembus Rp320 Juta, Tamaela Gagas Baileo Rakyat

Berita

Adventure Race of Amboina “Soya for Ambon” Resmi Dibuka, Wali Kota Ajak Generasi Muda Jaga Alam

Berita

DPRD-Pemda Malteng Sepakat Naikkan Penghasilan PPPK Paruh Waktu Jadi Rp2,5 Juta

Berita

HPN 2027 Belum Diputuskan, Dewan Pers Buka Ruang untuk Semua Konstituen

Berita

Jelang HUT Ambon ke-451, DPRD Expo Jadi Panggung Ekonomi Rakyat

Berita

Zulhas Buka Jalan Kolaborasi dengan Unpatti, Potensi Laut Maluku Dibidik Jadi Kekuatan Pangan Nasional