AMBON, GLOBALMALUKU.ID – Rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Pattimura (Unpatti) Tahun 2026 resmi berakhir. Penutupan berlangsung di Lapangan Upacara Rektorat Unpatti, Ambon, Senin (7/9/2026).
Momentum penutupan tidak sekadar menjadi akhir dari rangkaian orientasi mahasiswa baru, tetapi menjadi penegasan komitmen Unpatti untuk membangun budaya pendidikan yang humanis, edukatif, berintegritas dan bebas dari kekerasan.
Rektor Unpatti, Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd., mengatakan PKKMB merupakan tonggak awal bagi mahasiswa baru untuk memasuki lingkungan pendidikan tinggi sekaligus membangun karakter sebagai bagian dari sivitas akademika.
Menurutnya, kepercayaan orang tua dan wali yang menitipkan anak-anak mereka kepada Unpatti harus dijawab melalui proses pendidikan yang bertanggung jawab, profesional dan penuh kasih.
“Kita semua sebagai sivitas akademika dan tenaga kependidikan boleh berbahagia dan bergembira menyambut anak-anak kita yang dipercayakan oleh orang tua atau wali mereka,” ujar Leiwakabessy.
Kampus Harus Menjadi Rumah Kedua
Leiwakabessy meminta seluruh sivitas akademika memperlakukan mahasiswa baru sebagai bagian dari keluarga besar Unpatti.
Ia menegaskan, kampus harus menjadi rumah kedua bagi mahasiswa, yakni tempat mereka memperoleh ilmu pengetahuan, mengasah keterampilan sekaligus membentuk sikap, karakter dan nilai-nilai kehidupan.
“Di rumah kedua inilah tempat para mahasiswa menimba ilmu pengetahuan, mengasah keterampilan, serta membentuk sikap dan karakter yang dapat memberikan nilai bermakna bagi kehidupan bangsa dan negara,” katanya.
Pesan tersebut sejalan dengan arah PKKMB Unpatti 2026 yang mengusung tema “Menguatkan Karakter, Mendorong Inovasi: Mewujudkan Mahasiswa Unpatti Berdampak Menuju Indonesia Emas 2045.”
Tegas Tolak Kekerasan di Dunia Pendidikan
Salah satu pesan paling kuat yang disampaikan Rektor adalah larangan terhadap segala bentuk kekerasan dalam proses pendidikan.
Leiwakabessy meminta seluruh dosen, tenaga kependidikan maupun pihak yang terlibat dalam pembinaan mahasiswa untuk menghindari tindakan kekerasan dan mengedepankan pendekatan yang mendidik serta memanusiakan mahasiswa.
“Hindari seluruh perlakuan-perlakuan kekerasan di dalam seluruh proses pendidikan. Jadikan seluruh proses yang kita jalani dengan mereka adalah proses yang humanis, proses edukatif,” tegasnya.
Bagi Unpatti, pendidikan tinggi tidak cukup hanya menghasilkan mahasiswa yang unggul secara akademik. Pendidikan juga harus membentuk pribadi yang matang secara emosional, spiritual dan sosial.
Karakter, etika, kemampuan menghargai sesama dan tanggung jawab sosial harus menjadi bagian dari perjalanan mahasiswa selama berada di kampus.
Bukan Sekadar Seremonial
PKKMB Unpatti 2026 sebelumnya diikuti 5.846 mahasiswa baru dan dirancang bukan sekadar sebagai kegiatan seremonial penyambutan mahasiswa. Unpatti menempatkan PKKMB sebagai tahapan awal untuk memperkenalkan kehidupan akademik, kelembagaan dan lingkungan perguruan tinggi kepada mahasiswa.
Pada penutupan, rangkaian kegiatan juga ditandai dengan prosesi pemukulan tifa oleh Rektor, penyematan jas almamater serta penyerahan sertifikat PKKMB kepada perwakilan mahasiswa baru.
Selain itu, suasana penutupan semakin meriah dengan penampilan papermob mahasiswa baru yang menampilkan konfigurasi bertuliskan “Unpatti 2026” hingga membentuk figur Rektor Unpatti. Atraksi tersebut menjadi simbol kekompakan dan kreativitas mahasiswa baru setelah mengikuti rangkaian orientasi.
Membentuk Generasi yang Berdampak
Leiwakabessy berharap seluruh nilai yang diperoleh selama PKKMB tidak berhenti setelah kegiatan ditutup. Sebaliknya, nilai tersebut harus diterapkan sepanjang mahasiswa menjalani proses pendidikan di Unpatti.
Ia berharap mahasiswa baru dapat tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter kuat, kematangan emosional dan spiritual serta mampu membangun hubungan sosial yang baik.
Dengan demikian, Unpatti ingin memastikan pendidikan tidak hanya menghasilkan lulusan yang memiliki gelar, tetapi juga manusia yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa dan negara.
PKKMB 2026 pun resmi berakhir. Namun, bagi ribuan mahasiswa baru Unpatti, perjalanan sesungguhnya baru dimulai dari ruang orientasi menuju ruang akademik, dari pembentukan karakter menuju prestasi, dan dari mahasiswa baru menuju generasi yang diharapkan mampu memberi dampak bagi Indonesia.






































