AMBON –Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Pattimura (Unpatti), Prof. Dr. Dominggus Malle, S.Pt., M.Sc., menerima kunjungan Duta Besar Selandia Baru untuk Indonesia, H.E. Philip Taula, di Universitas Pattimura, Selasa (15/9/2026).
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari rangkaian penguatan kerja sama antara Pemerintah Selandia Baru dan Universitas Pattimura dalam pengembangan energi bersih dan energi terbarukan di Maluku, khususnya melalui program New Zealand–Maluku Access to Renewable Energy Support (NZMATES) 2.
Dalam kunjungannya, Philip Taula menyampaikan kegembiraannya dapat mengunjungi Ambon untuk pertama kalinya. Ia menjelaskan bahwa salah satu agenda utama kunjungannya ke Maluku adalah peluncuran NZMATES 2, dengan Universitas Pattimura sebagai salah satu mitra strategis.
“Saya senang sekali bisa ke Ambon pertama kali. Tujuan utama untuk kunjungan ini adalah untuk meluncurkan proyek New Zealand MATES 2. Dan salah satu partner yang penting di dalam proyek itu adalah Unpatti,” ujar Taula.
Selain bertemu dengan pimpinan Unpatti, Dubes Selandia Baru tersebut juga berkesempatan melihat sejumlah fasilitas kampus, termasuk Solar Lab Unpatti yang selama beberapa tahun terakhir mendapat dukungan dari Pemerintah Selandia Baru.
Menurut Taula, dukungan tersebut merupakan bagian dari komitmen Selandia Baru untuk membangun kerja sama dengan Maluku dalam memperluas akses masyarakat terhadap energi, terutama energi bersih.
“New Zealand juga mendukung dalam beberapa tahun terakhir ini sebagai fokus kami untuk coba bekerja sama dengan Maluku untuk meningkatkan akses untuk energi, energi bersih,” jelasnya.
NZMATES 2 Libatkan Sejumlah Mitra
Melalui NZMATES 2, Pemerintah Selandia Baru memperkuat kolaborasi dengan sejumlah mitra di Maluku, antara lain Pemerintah Provinsi Maluku, Universitas Pattimura, Politeknik Negeri Ambon, Yayasan Mercy Corps, GHD, serta berbagai pihak lainnya.
Kolaborasi tersebut diarahkan untuk mendukung pengembangan dan pemanfaatan energi bersih hingga ke tingkat masyarakat lokal.
Taula menekankan bahwa pengembangan energi terbarukan tidak hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik Unpatti, Prof. Dr. Dominggus Malle, menjelaskan bahwa kerja sama antara Unpatti dan Pemerintah Selandia Baru melalui Kedutaan Besar Selandia Baru serta tim NZMATES telah berlangsung sejak 2019.
Kerja sama tersebut kemudian berkembang hingga pada 2021 dibangun fasilitas energi terbarukan di lingkungan Universitas Pattimura.
Menurut Prof. Malle, keterlibatan Unpatti merupakan bagian dari dukungan terhadap upaya Pemerintah Selandia Baru dalam mempromosikan pemanfaatan energi bersih dan energi terbarukan di Maluku.
Solar Lab Didorong Jadi Pusat Pembelajaran dan Pengabdian
Prof. Malle mengatakan, program NZMATES kini telah memasuki fase kedua setelah fase pertama berjalan selama kurang lebih lima tahun. Dalam NZMATES 2.0, Unpatti kembali menjadi salah satu bagian dari program kerja sama tersebut.
Ia berharap fasilitas dan laboratorium energi terbarukan yang telah dibangun di kampus tidak hanya menjadi fasilitas pelengkap, tetapi dapat dimanfaatkan secara maksimal sebagai sarana pembelajaran, penelitian, inovasi, sekaligus promosi energi bersih.
“Kami berharap fasilitas dan laboratorium energi terbarukan ini tidak hanya menjadi pajangan, tetapi menjadi sarana promosi masif untuk mendorong transisi dari bahan bakar fosil ke energi bersih,” kata Prof. Malle.
Ia juga mendorong agar teknologi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang tersedia di Unpatti terus dimanfaatkan mahasiswa sebagai media pembelajaran inovatif berbasis Internet of Things (IoT), terutama untuk mendukung sektor pertanian dan perikanan.
Tidak hanya berhenti di lingkungan kampus, Prof. Malle berharap sivitas akademika Unpatti dapat memperluas pemanfaatan pengetahuan dan teknologi tersebut ke masyarakat.
Menurutnya, perguruan tinggi perlu “keluar dari kampus” untuk memberikan pelatihan dan membantu masyarakat, terutama di wilayah 3T (tertinggal, terdepan dan terluar) yang masih menghadapi tantangan dalam akses kelistrikan.
Kolaborasi antara Pemerintah Selandia Baru, Pemerintah Provinsi Maluku, Unpatti dan para mitra lainnya diharapkan dapat terus berkembang untuk memperkuat ekosistem energi bersih di Maluku.
Dalam jangka panjang, sinergi tersebut juga diharapkan dapat berkontribusi terhadap pencapaian target nasional pengembangan energi surya hingga 100 GWp, termasuk mendukung rencana pembangunan PLTS skala besar di Kepulauan Aru.
(GM.id)






































