Home / Berita

Senin, 1 Mei 2023 - 22:24 WIB

Ini harapan Ketua KSBSI Maluku ,Pemerintah Pusat Harus Kembali Menimbang UU Cipta Kerja

GlobalMaluku.ID,AMBON-Setiap tanggal 1 Mei, banyak negara di seluruh dunia merayakan Hari Buruh Internasional, atau yang sering disebut dengan May Day. Hari Buruh diperingati untuk menghormati hak pekerja dan pengabdian mereka dalam meningkatkan kualitas hidup dan kondisi kerja mereka.

Di Indonesia,terkhususnya di Kota Ambon Provinsi Maluku, May Day seringkali diperingati dengan unjuk rasa dan demonstrasi di jalanan. Namun, Kali ini tidak,hari Buruh di Peringati dengan diadakannya Senam Pagi dan Pembagian Paket Sembako.

“Oleh karena itu, dalam rangka May day atau Hari Buruh KSBSI dan konfederasi Serikat Pekerja seluruh Indonesia (KSPSI) menggelar giat bakti sosial dan debat diskusi.

Di dua kegiatan itu, sebanyak 400 sembako bagi pekerja yang di PHK dan juga senam sehat bersama.

Demikian disampaikan Ketua Korwil KSBSI Maluku Y Kelson Haurissa saat peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day di Lapangan Merdeka Ambon, Senin (1/5/2023).

Dia mengatakan ,Ratusan Buruh di Maluku mengharapkan Pemerintah cabut omnibus law UU Nomor 6 tahun 2023 tentang Cipta Kerja (Ciptaker).

Baca Juga  Sahubawa Harap Rakerda Perpamsi Maluku Tahun 2023 Jadi Kontribusi Dalam Penanganan Air Bagi Masyarakat.

Pasalnya, UU Nomor 6 tahun 2023 tersebut dinilai malah menyusahkan para buruh.

“Kami berharap pemerintah segera mencabut atau membatalkan undang-undang 6 tahun 2023 tadi karena menyusahkan dan merugikan para pekerja dan buruh di Indonesia,” kata Haurissa.

Dijelaskannya, ada sejumlah kelemahan pada UU Nomor 6 tersebut.

Diantaranya, mempersempit upah buruh.Artinya bahwa tadinya ada upah sektoral subsektoral maka kemudian dua upaya itu dihapus, pekerja dan buruh hanya mendapatkan upah berdasarkan upah minimum provinsi Maluku atau upah minimum dan upah minimum kota dan kabupaten. Sehingga dua upah sektoral itu yang seharusnya bisa mendongkrak upah pekerja maka kemudian hilang.

Selain itu, tak ada jaminan pekerjaan lantaran sistem Outsourscing dan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) yang dibuat lebih lama.

Sejak diterbtikan uu 11 perpu 2 di sahkan menjadi uu 6 tahun 2023 ini maka seluruh pekerja itu sesuka hati pengusaha bisa outsourcing, itu Artinya bahwa ada tidak ada jaminan hidup. Kapan saja mereka mau berhentikan, berhenti saja. Dulu itu bisa 2 tahun perpanjang sekali maka kemudian bisa, sekarang tidak lagi dengan adanya undang-undang 6 itu memberikan ruang,” tambahnya.

Baca Juga  Benhur : Fraksi Gabungan Menyatakan Penolakan PT. Batu Licin. #Save Kei Besar

Lebih lanjut Haurisa jelaskan, selain UU Cipta Kerja, Menteri Tenaga Kerja mengeluarkan Permenaker 5 tahun 2023 yang kemudian memberikan kewenangan kepada pengusaha untuk memangkas upah 25 persen bagi pekerja yang terjadi padat karya.

Hal itu malah membuat para pekerja semakin dipersulit.

“Jadi , mestinya upah 100 ribu, pengusaha langsung potong 25, kasih 75 itu permenaker 5. Semua itu yang terjadi PHK itu dipermudah gampang-gampang saja, mengapa outsourcing ini dipermudah pkwt ini diperluas dan maka PHK dipermudah,” imbuhnya.

Dirinya berharap, dengan upaya yang ada serta May Day, Pemerintah Pusat menimbang kembali UU Cipta kerja tersebut.

Share :

Baca Juga

Berita

ANOS YEREMIAS INGATKAN BAHAYA KABUT ASAP: JANGAN TUNGGU MASKER DARI PEMERINTAH, LINDUNGI DIRI DAN KELUARGA!

Berita

DANA DESA MENYUSUT, BODEWIN TANTANG KADES DAN BPD: JANGAN BERKONFLIK, BANGUN SINERGI UNTUK RAKYAT!

Berita

KABUT ASAP ANCAM KESEHATAN, GUBERNUR MALUKU TURUN KE JALAN BAGIKAN 1.500 MASKER KN95

Berita

WALIKOTA AMBON TEKANKAN DISIPLIN DAN INTEGRITAS, CPNS DIMINTA BUKTIKAN KINERJA DAN UTAMAKAN PELAYANAN PUBLIK

Berita

SEKDA MALUKU: ASN HARUS MELAYANI, BUKAN DILAYANI! LATSAR CPNS JADI FONDASI INTEGRITAS DAN PROFESIONALISME

Berita

Apel Pagi Pemkot Ambon Diwarnai Penyerahan CSR CIMB Niaga, 735 Siswa SMP Negeri 7 Jadi Penerima Manfaat

Berita

Kadis Kesehatan Ambon Instruksikan Puskesmas dan Rumah Sakit Siaga Hadapi Dampak Kualitas Udara

Berita

Blok Masela Jangan Cuma Keruk Kekayaan Maluku! Pemprov Desak Lapangan Kerja dan Kesejahteraan Rakyat Jadi Prioritas