Home / Berita

Senin, 13 April 2026 - 16:09 WIB

Ambon Percepat Digitalisasi Bansos 2026, Siapkan Ratusan Agen dan Sistem Terintegrasi

AMBON – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon terus mempercepat kesiapan implementasi digitalisasi bantuan sosial (bansos) setelah resmi ditetapkan sebagai salah satu dari 41 daerah di Indonesia yang menjadi lokasi uji coba nasional program tersebut.

Sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait kini tengah mengintensifkan pemenuhan berbagai persyaratan, baik administratif maupun teknis. Upaya ini juga melibatkan pemerintah kecamatan dan kelurahan guna memastikan kesiapan di tingkat lapangan.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Kominfosandi) Kota Ambon, Dr. Ir. Ronald Lekransy, M.Si., menyatakan bahwa digitalisasi bansos menjadi langkah strategis untuk meningkatkan ketepatan sasaran serta transparansi penyaluran bantuan.

“Dengan sistem digital, potensi penyimpangan dapat ditekan, penyaluran menjadi lebih cepat, dan penerima benar-benar sesuai dengan data yang valid,” ujarnya, Senin (13/4/2026).

Baca Juga  BRI Masohi Salurkan Bantuan Rp7,5 Juta untuk Pembangunan Gereja GPdI El-ROI

Ia menjelaskan, program ini menitikberatkan pada peningkatan akurasi data penerima, transparansi dan akuntabilitas melalui pencatatan digital, serta efisiensi dalam proses distribusi bantuan.

Selain itu, integrasi data antarinstansi menjadi faktor kunci untuk mencegah tumpang tindih informasi dan memudahkan pengawasan secara real-time oleh pemerintah pusat maupun daerah.

Dalam pelaksanaannya, terdapat tiga OPD utama yang memegang peran penting. Dinas Sosial bertindak sebagai leading sector yang mengelola Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), melakukan verifikasi dan validasi, hingga menentukan kelayakan penerima bantuan.

Sementara itu, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) memastikan keakuratan data melalui Nomor Induk Kependudukan (NIK), sekaligus mencegah duplikasi data. Kominfosandi sendiri bertanggung jawab atas penyediaan infrastruktur teknologi, pengembangan platform digital, serta pengamanan data.

Baca Juga  Benhur : Fraksi Gabungan Menyatakan Penolakan PT. Batu Licin. #Save Kei Besar

Untuk mendukung implementasi di lapangan, Pemkot Ambon menyiapkan sekitar 650 agen yang terdiri dari aparatur sipil negara (ASN) dan tokoh agama. Agen ini akan berperan sebagai penghubung antara sistem digital dengan masyarakat.

Mereka akan melakukan pendataan, membantu verifikasi, mensosialisasikan program, serta mendampingi warga dalam penggunaan aplikasi bansos digital. Selain itu, agen juga diharapkan mampu meningkatkan literasi digital dan kepercayaan masyarakat terhadap program ini.

“Keberhasilan program ini membutuhkan kolaborasi semua pihak, mulai dari pemerintah daerah hingga masyarakat,” tambah Lekransy.

Pemkot Ambon optimistis, dengan sinergi yang terbangun, digitalisasi bansos dapat berjalan efektif, transparan, dan tepat sasaran dalam mendukung kesejahteraan masyarakat.

Share :

Baca Juga

Berita

Kebakaran Lahan di BTN Lateri Indah, Damkar Ambon Kerahkan Tiga Unit Mobil Pemadam

Berita

Jubir Pemkot Tegaskan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas, Bukan Nepotisme

Berita

POGI Maluku Perkuat Komitmen Bantu Pemkot Ambon Tekan Angka Stunting

Berita

SMSI Dorong Kolaborasi RRI Perkuat Kompetensi Jurnalis dan Jaga Kedaulatan Informasi

Berita

Kebakaran Gedung Perusahaan CBM di Suli Bawah, Damkar Kota Ambon Kerahkan Enam Unit Mobil Pemadam

Berita

Kadis Kesehatan Apresiasi POGI Maluku, Dorong Pencegahan Stunting Sejak Masa Kehamilan

Berita

Kemenag Maluku Verifikasi Aktivitas Pelayanan GSY Jemaat Jobel Ambon, Perkuat Tertib Administrasi dan Pembinaan Gereja

Berita

Bridge & Engine Simulator dan 16 Klinik Halal Resmi Diluncurkan di BPPP Ambon