Home / Berita

Selasa, 18 Agustus 2026 - 00:16 WIB

Maluku Bidik Investor Global, Perikanan dan Rempah Disiapkan Jadi Mesin Ekonomi Baru

GLOBALMALUKU.ID, CIBUBUR | Pemerintah Provinsi Maluku membuka peluang investasi bagi investor nasional dan internasional dengan mengandalkan potensi kelautan dan perikanan, komoditas rempah, pariwisata bahari, serta energi terbarukan sebagai penggerak ekonomi baru daerah.

Komitmen tersebut disampaikan melalui sambutan Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, yang dibacakan Staf Ahli Gubernur Bidang Pembangunan, Ekonomi dan Keuangan, Umar Alhabsy, dalam Forum Harmony Indonesia 1881 di Hotel Artotel Living World, Cibubur, Bogor, Selasa (18/8/2026).

Forum yang digagas Africa, Asia Middle East Chamber of Commerce (AAMECC) Indonesia dengan tema “Sinergitas Global, Kearifan Lokal untuk Indonesia Emas” itu menjadi kesempatan bagi Pemerintah Provinsi Maluku untuk memperkenalkan potensi daerah kepada pelaku usaha dan calon investor dari kawasan Afrika, Asia, dan Timur Tengah.

Dalam sambutan tersebut, Hendrik menegaskan bahwa kekayaan alam dan posisi geografis Maluku harus dikelola menjadi kekuatan ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperluas lapangan kerja, dan memperkuat daya saing daerah di pasar nasional maupun global.

Maluku memiliki wilayah sekitar 712.498 kilometer persegi, dengan 93,5 persen berupa perairan. Provinsi kepulauan ini terdiri atas 1.422 pulau dengan garis pantai mencapai 10.914 kilometer.

Karakteristik tersebut menjadi modal strategis untuk mengembangkan industri berbasis kelautan, pertanian, pariwisata, dan energi terbarukan.

Potensi Perikanan Besar, Hilirisasi Jadi Peluang Investasi

Sektor kelautan dan perikanan menjadi salah satu unggulan yang ditawarkan kepada investor. Potensi perikanan Maluku tersebar pada tiga Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP), yakni WPP 714, 715, dan 718 yang mencakup Laut Banda, Laut Arafura, dan Laut Seram.

Komoditas tuna, cakalang, dan tongkol menjadi kekuatan utama sektor perikanan daerah. Namun, peluang investasi tidak hanya terbatas pada penangkapan ikan, melainkan juga mencakup pengolahan hasil perikanan, pembangunan fasilitas rantai dingin (cold chain), industri pengalengan, distribusi, serta pemanfaatan teknologi modern.

Baca Juga  Rutumalessy, Saya Hadiri Undangan, Karena Saya Hormati Polisi, Bukan Karena Takut Dengan Laporan

Potensi budidaya laut Maluku juga masih terbuka luas. Dari sekitar 158 ribu hektare potensi kawasan budidaya laut, pemanfaatannya baru mencapai sekitar 3.816 hektare.

Kondisi tersebut menunjukkan masih tersedianya ruang pengembangan usaha yang dapat dimanfaatkan melalui investasi dan kerja sama dengan pelaku usaha.

Pemerintah Provinsi Maluku berharap pengembangan sektor hilir dapat meningkatkan nilai tambah produk perikanan, memperkuat industri lokal, dan membuka lebih banyak kesempatan kerja bagi masyarakat pesisir.

Pala dan Cengkeh Harus Naik Kelas

Selain perikanan, Maluku juga menawarkan sektor pertanian dan rempah sebagai peluang investasi yang menjanjikan.

Sebagai daerah yang memiliki sejarah panjang sebagai Kepulauan Rempah, Maluku ingin menjadikan pala dan cengkeh bukan sekadar komoditas tradisional, melainkan produk unggulan yang mampu bersaing di pasar internasional.

Untuk mencapai tujuan tersebut, pemerintah mendorong peningkatan standar mutu, penguatan merek atau branding, hilirisasi, serta pengembangan produk turunan bernilai tambah.

Dengan strategi tersebut, hasil pertanian masyarakat diharapkan tidak hanya dipasarkan sebagai bahan mentah, tetapi juga diolah menjadi produk industri yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

Upaya ini sekaligus diharapkan memperluas pasar ekspor dan meningkatkan pendapatan petani serta pelaku usaha lokal.

Pariwisata Bahari dan Energi Terbarukan Ikut Dibuka

Peluang investasi Maluku juga mencakup sektor pariwisata bahari dan cagar budaya. Sejumlah destinasi yang ditawarkan antara lain Banda Neira, Kepulauan Kei, Pantai Ora, Ngurbloat, Ngurtafur, dan Pulau Bair.

Pengembangan sektor ini dapat diarahkan pada pembangunan akomodasi, peningkatan transportasi antarpulau, serta pengembangan desa wisata berbasis masyarakat.

Sementara itu, karakteristik geografis Maluku turut membuka peluang pengembangan energi terbarukan, mulai dari tenaga surya, angin, mikrohidro, biomassa, panas bumi, hingga energi laut.

Baca Juga  Pemkot Ambon Ajak Masyarakat Ubah Paradigma Kelola Sampah, Dari Buang Menjadi Bernilai Ekonomi

Diversifikasi sektor investasi tersebut diharapkan dapat memperkuat struktur ekonomi daerah agar tidak hanya bergantung pada satu sektor, sekaligus membuka peluang usaha baru di berbagai wilayah kepulauan.

Proyek Strategis Harus Berdampak bagi Rakyat

Dalam forum tersebut, Pemerintah Provinsi Maluku juga memperkenalkan sejumlah proyek strategis yang menjadi bagian dari transformasi ekonomi daerah.

Proyek-proyek tersebut meliputi pengembangan Blok Masela, Maluku Integrated Logistics Hub, pengembangan pariwisata Banda, Bendungan Way Apu, serta program hilirisasi pala dan kelapa.

Gubernur Hendrik Lewerissa menekankan bahwa proyek strategis tidak boleh berhenti pada pembangunan fisik semata. Proyek tersebut harus mampu menciptakan rantai nilai ekonomi, mendorong pertumbuhan industri lokal, memperkuat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta membuka lapangan kerja baru.

“Jadi untuk proyek strategis tidak boleh berhenti sebagai proyek fisik semata, melainkan harus menjadi pengungkit terbentuknya rantai nilai, lapangan kerja baru, industri lokal, UMKM yang kuat, serta menghubungkan Maluku dengan pasar nasional maupun global,” tegasnya dalam sambutan yang dibacakan Umar Alhabsy.

Pemerintah Provinsi Maluku berharap investor yang masuk dapat membangun kemitraan yang inklusif dan berkelanjutan, sehingga manfaat investasi tidak hanya dirasakan oleh pelaku usaha, tetapi juga masyarakat setempat.

Melalui partisipasi dalam Forum Harmony Indonesia 1881, Maluku ingin memperluas jejaring kerja sama internasional sekaligus membuka jalan bagi pengembangan potensi daerah menjadi industri bernilai tambah.

Dengan kekayaan laut, rempah, pariwisata, dan energi terbarukan yang dimiliki, Maluku berupaya memperkuat posisinya dalam peta investasi nasional dan global. Tantangan berikutnya adalah memastikan peluang tersebut diwujudkan melalui investasi nyata yang menciptakan lapangan kerja, memperkuat ekonomi lokal, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Share :

Baca Juga

Berita

Bupati Malteng: Wisuda Bukan Akhir, Sarjana Harus Hadirkan Solusi bagi Masyarakat

Berita

Lucky Nikijuluw: Perda Perangkat Daerah Direvisi, BPBD Ambon Diproyeksikan Naik ke Tipe A

Berita

Lantik Kajari Maluku Barat Daya, Kajati Rudy Irmawan Beri Tenggat 30 Hari: Laporkan Perkara dan Rawan Korupsi!

Berita

Wagub Maluku Tekankan Sinergi TNI dan Masyarakat, Investasi Blok Masela Harus Berkelanjutan

Berita

Perluas Jangkauan Layanan, BCA Buka KCP Wayame dan Bidik Pertumbuhan UMKM Ambon

Berita

SK Golongan IV/b Diduga Palsu, Wali Kota Ambon Ancam Pecat Oknum Terlibat

Berita

Publik Menanti Hasil Audit Dugaan SK Bodong di Pemkot Ambon, Inspektorat Minta Proses Dihormati

Berita

Penetapan Mata Rumah Parentah di Tawiri dan Hative Besar Berproses, Pemkot Ambon Tunggu Rekomendasi Negeri