Home / Hukrim

Kamis, 20 Maret 2025 - 13:24 WIB

Polres Malteng Ternyata Masih Sidik Kasus Dugaan Limbah B3 RSUD Masohi, Bahaya !

MASOHI-Tumpukan limbah medis yang disebut-sebut sebagai bahan, beracun dan berbahaya (B3) ini masih saja dibiarkan berserakan di area belakang RSUD Masohi, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng).

Yang miris, limbah medis B3 ini diduga sengaja dibiarkan tetap di tempat itu oleh pihak RSUD Masohi. Tanpa ada upaya  pembersihan oleh pihak RSUD sendiri. Tentu saja ini bakal berimbas pada pasien, tenaga medis bahkan warga sekitar.

Menurut beberapa sumber warga yang enggan menyebutkan jati dirinya itu, limbah medis ini merupakan, akumulasi pelbagai limbah bahan, berbahaya, dan beracun (B3) berupa hasil infus dan pengobatan pasien, yang tercampur dengan limbah medis lainnya.

“Hal ini tentu berbahaya bagi masyarakat sekitar, apalagi penumpukannya masih dalam area RSUD Masohi,” terang salah satu sumber yang enggan namanya dipublis, Kamis (20/03/2025).

Baca Juga  Putusan Terpidana Ketiga Terdakwa Kasus Dana BOS Kabupaten Malteng Telah Ditetapkan

Mirisnya, lanjut sumber ini, tumpukan limbah medis B3 tersebut hingga hari ini  masih mangrak di tempatnya. Belum ada upaya penanganan. Dan sepertinya sengaja dibiarkan begitu saja oleh pihak RSUD Masohi.

Atas kasus ini, masyarakat sekitar pada Juli 2024 telah menyampaikan laporan ke pihak Polres Malteng.

Guna mengusut dugaan tindak pidana pengelolaan B3 di RSUD Masohi itu.

Menanggapi laporan tersebut, pihak Reskrim Polres Maluku Tengah, resmi lakukan penyelidikan, bahkan  mengeluarkan surat perintah dimulainya penyelidikan. Terkait dugaan tindak pidana pengelolaan limbah Bahan Beracun Berbahaya (B3) tanpa ijin di RSUD Masohi.

Baca Juga  Bullying dan Penyalahgunaan Medsos Jadi Sorotan, Kejati Maluku Turun Langsung ke SMA Negeri 26 Malteng

Berupa, surat pemberitahuan dimulainya Penyelidikan, Nomor : SP.SIDIK/41/VIII/RES.5.3/2024 tertanggal 9 Agustus 2024, ditantangani oleh Kapolres Maluku Tengah AKBP Hardi Meladi Kadir, S.I.K

Surat perintah penyelidikan tersebut, untuk menindaklanjuti laporan polisi Nomor : LP / A / 02 / VII / 2024 / SPKT / Polres Maluku Tengah tertanggal 15 Juli 2024.

Kasat Reskrim Polres Maluku Tengah, AKP.Rendi Rienaldy, S.I.K. ketika dikonfirmasi melalui pesan WhatsAap terkait pengembangan penyidikan tersebut, Renaldi menyampaikan untuk penyidikan kami sementara menunggu Ahli Kimia.

“Terkait pengembangan penyidikan limbah B3 RSUD Masohi ini kami sementara berproses ya, kami masih menunggu Ahli Kimia,”ungkapnya. (ARF)

Share :

Baca Juga

Hukrim

KEJATI MALUKU NAIKKAN DUGAAN KORUPSI ANGGARAN DINAS PENDIDIKAN KE TAHAP PENYIDIKAN

Hukrim

Bullying dan Penyalahgunaan Medsos Jadi Sorotan, Kejati Maluku Turun Langsung ke SMA Negeri 26 Malteng

Hukrim

“Enam Pemilik Toko Dipanggil Kejati Maluku, Ada Apa di Balik Penyidikan PT Bipolo Gidin?”

Hukrim

Kejati Maluku Geber Empat Kasus Korupsi, Kerugian Negara Rp4,29 Miliar Terungkap

Hukrim

Mantan Kadis PUPR Maluku MM Jadi Tersangka Korupsi Air Bersih Pulau Haruku, Kerugian Negara Rp3,83 Miliar

Hukrim

Kasus Pembunuhan Nus Kei Masuk Babak Penuntutan, Dua Tersangka Resmi Ditahan Jaksa dan Segera Disidangkan di PN Ambon

Hukrim

Empat Tersangka Korupsi Jalan Danar–Tetoat Akhirnya Ditahan, Negara Rugi Rp2,84 Miliar

Hukrim

Gubernur Lewerissa Gandeng PPI Dunia Amerop, Banda Disiapkan Mendunia Lewat Program Pengabdian Mahasiswa