AMBON-Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Maluku, Drs. Lucky Wattimury, M.Si mengungkapkan pendidikan kita Maluku jauh tertinggal dibandingkan daerah lain.
“Hal ini di sampaikan Wattimury ketika di temui awak media di Ruang Komisi IV, Baileo Rakyat, Karang Panja, Ambon,pada Senin (17/03/2025).
Dikatakan ”Jadi problema Maluku seperti yang sudah disampaikan dahulu bahwa kita punya masalah kemiskinan, bahkan ada tiga daerah yang masuk ke dalam kategori kemiskinan ekstrem, kita punya pendidikan juga jauh tertinggal dibandingkan dengan daerah lain baik output ataupun kualitas pendidiknya,”beber Wattimury.
”Demikian halnya PAD Maluku sangat kecil, kita punya PAD itu paling dipaksakan sekitar 600-an miliar, paling banyak itu APBD kita 3,3 triliun, bayangkan saja 3,3 triliun itu sekitar 60% dipakai untuk belanja birokrasi belanja rutin. lalu 137 miliar mesti dialokasikan untuk kembalikan uang pinjaman SMI dan juga ada hutang daerah pihak ketiga sekitar 72 miliar,”.
”Pertanyaannya?dengan efisiensi yang dilakukan Pemerintahpusat(Pempus) , Maluku ini mau dikemanakan? APBD kita sudah kecil 3,3 triliun.Wattimury mengakui,masalahnya banyak yang mesti diselesaikan.’Oleh karena itu ini adalah tugas berat untuk Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku,’tandas Wattimury.
Anggota dewan 4 periode itu berharap, supaya kita secara bersama-sama mesti perjuangkan ke Pemerintah Pusat .”Kalau perlu yang namanya efisiensi itu dibebaskan dari Maluku, karena kita punya masalah yang begini rumit,pungkasnya.
”APBD sudah kecil banyak dipakai untuk belanja birokrasi pengembalian hutang SMI dan sebagainya rakyat dapat apa? apalagi ada kebijakan Gubernur untuk membangun sekolah-sekolah pada daerah 3T uang dari mana lagi untuk itu?” tambahnya.
Lebih lanjut Wattimury juga menambahkan”hal ini harus dibicarakan secara baik supaya ada langkah yang sama antara Pemerintah Daerah dan DPRD, sehingga ruang-ruang di mana kita bisa memperjuangkan agar ketersediaan anggaran untuk membangun Maluku ini selalu ada,” pungkasnya
”Menurutnya, salah satu cara atau solusi adalah, pertama, efisiensi anggaran Maluku dibebaskan, Gubernur kan punya kedekatan dengan Pak Prabowo juga pemerintah pusat, hal ini bisa bicarakan baik-baik, karena masalah kita kan rumit dan kompleks,”tuturnya.
Politisi PDIP tersebut juga mengatakan, ”demikian juga anggaran pengembalian hutang SMI 137 miliar per/tahun, Nah” itu kan sampai 7 tahun, hal ini terasa sangat berat sekali. Karena ada begitu banyak masalah yang harus diselesaikan Pemerintah Daerah terhadap program-program pembangunan, intervensi program pada saat yang sama kita butuh uang yang sebanyaknya tapi tidak faktanya, kita punya masalah dengan keuangan sekarang,”.
Kata Wattimury, ”saya percaya untuk Pak Hendrik dan pak Abdullah Vanath, mereka kan belum lama dan baru saja menjabat sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku definitif,beri kesempatan untuk beliau-beliau ini membuktikan kinerja mereka jangan terlalu cepat kita membolak-balik situasi seolah-olah mereka tidak mampu lagi, kita tidak boleh begitu,”.
”kita bersyukur bahwa beliau bisa mengeluh supaya kita tahu ada masalah apa dengan daerah ini, dan karena itu, itu cara yang bagus menurut saya beliau tidak mau menutupi fakta, biar beliau mengeluh supaya kita tahu dan mari kita bicarakan agar kita berjuang bersama-sama,” ujar Wattimury
”Dalam kampanye-kampanye juga Pak Abdullah Vanath bilang, ada videonya tuh. “Pilih pemimpin yang dekat dengan Presiden, nah sekarang mari kita satukan tekad, kita maju dekati Presiden untuk kepentingan Maluku ke depan,tutupnya. (GM-VR)






































