Home / Berita

Kamis, 8 September 2022 - 14:13 WIB

Widya Buka KSM tingkat provinsi Maluku Tahun 2022

AMBON,Global Maluku.ID|Bunda Literasi Provinsi Maluku, Hj. Widya Pratiwi Murad, membuka resmi Kompetisi Sains Madrasah (KSM) Tingkat Provinsi Maluku Tahun 2022 dan Pencegahan Stunting yang diinisiasi Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) – Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Maluku, di Aula Kemenag Maluku, Kamis, (8/9/2022).

Kompetisi ini diselenggarakan Kantor Wilayah (Kanwil) Kementrian Agama (Kemenag) Provinsi Maluku, menindaklanjuti program kementerian agama.

KSM ini diikuti KSM dari Kemenag Kota Ambon sebanyak 33 orang, Kota Tual 12 orang, Kabupaten Maluku Tengah 33 orang, Maluku Tenggara 31 orang, Seram Bagian Timur (SBT) 33 orang, Seram Bagian Barat (SBB) 33 orang, Kepulauan Aru 23 orang, Buru 33 orang dan Buru Selatan 33 orang.

Hal ini merupakan sebuah bentuk persiapan kegiatan KSM di masa mendatang yang akan Go International, berkompetisi dengan beberapa negara sahabat.

KSM adalah sebuah ajang berkompetisi dalam bidang sains yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia. Bertujuan menjadi sarana maupun wahana bagi siswa madrasah untuk mengembangkan minat dan bakat di bidang sains.

Bunda Literasi Provinsi Maluku, Hj. Widya Pratiwi Murad, di kesempatan ini mengatakan, derasnya laju perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi mulai menimbulkan rasa khawatir di kalangan masyarakat, terutama akses negatif yang muncul. Dan tidak dapat dipungkiri, sebagai akibat perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tersebut.

Baca Juga  Pemkab SBB Gelar Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional Tahun 2025

Menyikapi kondisi ini, sambung Widya, masyarakat mulai berpaling dan menaruh harapan besar terhadap madrasah. Sebab di mata masyarakat, madrasah dapat memberikan benteng bagi anak-anak. Madrasah dinilai tidak hanya membekali ilmu pengetahuan dan teknologi, namun juga memberikan bekal ilmu agama. Indikator paling tampak dari kondisi tersebut adalah semakin besar minat orang tua menyekolahkan putra-putrinya di madrasah.

“Fakta ini menjadi tantangan tersendiri bagi pengelola madrasah. Tantangan yang harus dijawab dengan langkah konkrit melalui proses pembelajaran, yang ditunjang dengan guru madrasah yang juga ditingkatkan kualitas SDM-nya. Saya juga merasa bertanggung jawab terhadap pendidikan di madrasah. Saya adalah bagian dari madrasah provinsi Maluku,” kata Widya.

Mengenai Stunting, Widya menjelaskan, hal ini dibutuhkan sosialisasi untuk mengurangi Stunting. Sebagai negara yang masuk dalam lima besar penderita Stunting di Asia Tenggara, pemerintah Indonesia telah fokus melakukan berbagai upaya, untuk mencegah dan mengurangi anak dengan kondisi Stunting.

“Stunting pada anak memang harus menjadi perhatian dan harus diwaspadai. Kondisi ini dapat menandakan bahwa nutrisi anak tidak terpenuhi dengan baik, jika dibiarkan tanpa penanganan, Stunting bisa menimbulkan dampak jangka panjang,” jelas Widya.

Baca Juga  Rabu Hasil Seleksi Sekda Akan Dibawa ke Jakarta

Di tempat yang sama, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Maluku, H. Yamin, menerangkan, sejak awal digelar pada tahun 2012, KSM merupakan ajang untuk membangun budaya kompetisi. Dan pada tahun 2018, Kementerian Agama mengelaborasi sains dengan konteks nilai-nilai Islam, sehingga KSM terintegrasi. Dengan begitu, lembaga pendidikan madrasah mampu berkontribusi dalam melahirkan lulusan yang berkarakter beradab dan berintegritas.

“Terselenggaranya KSM ini diharapkan mampu membentuk Madrasah sebagai pencetak kadar intelektual ilmuwan dan cendekiawan muslim yang profesional berintegritas berkarakter dan berakhlakul karimah,” harap Yamin.

Sebagai informasi, mata lomba kompetisi jenjang Madrasah Ibtidaiyah adalah matematika terintegrasi IPA terintegrasi. Untuk mata lomba jenjang MTS adalah matematika terintegrasi, IPA /IPS terintegrasi. Sementara jenjang Madrasah Aliyah menerapkan mata lomba matematika terintegrasi, biologi terintegrasi, fisika terintegrasi, kimia terintegrasi, ekonomi terintegrasi dan geografi terintegrasi.

Selanjutnya, peserta KSM yang lulus pada tingkat provinsi akan mewakili Maluku di ajang KSM tingkat nasional, tanggal 10 hingga 14 Oktober Tahun 2022 di Jakarta, sedangkan peserta kegiatan pencegahan Stunting sebanyak 35 orang.

Pembukaan kompetisi dihadiri sejumlah pejabat Eselon III Kanwil Kemenag Provinsi Maluku, sejumlah pimpinan Kanwil Kemenag Kabupaten/kota se-Maluku, jajaran LPDG – PSN Provinsi Maluku, para peserta kompetisi dan undangan lainnya.

Share :

Baca Juga

Berita

SD Negeri 30 Maluku Tengah Mantapkan Predikat Sekolah Ramah Anak dan Penggerak di Hardiknas 2026

Berita

Unpatti Mantapkan Langkah Menuju Universitas Kelas Dunia, Siapkan Generasi Emas 2045 Lewat Pendidikan dan Seni

Berita

Rektor Unpatti: Kampus Harus Jadi Pusat Inovasi dan Solusi Bangsa di Era AI dan Disrupsi Global

Berita

Mendikdassa Tekankan Transformasi Pendidikan Nasional, Rektor Unpatti Ambon Bacakan Sambutan Resmi Hardiknas 2026

Berita

Ruslan Tawari Dorong Generasi Muda Maluku Siap Hadapi Disrupsi Ekonomi di Era Megaproyek Masela

Berita

KPK Ingatkan Pentingnya Perencanaan dan Tata Kelola Keuangan

Berita

Awaiya Jadi Simpul Ekonomi Baru: Industri Kelapa dan Pala Resmi Dibangun di Liang

Berita

Ketua DPRD Ambon Tegaskan Komitmen Cegah Korupsi, Dukung Penguatan Reformasi Birokrasi