Home / Hukrim

Selasa, 9 Juni 2026 - 08:45 WIB

Hari Ini Bupati Aru Kembali Diperiksa Kejati Maluku, Kasus Jalan Wokam Rp36,7 Miliar Memasuki Babak Krusial

AMBON, GLOBALMALUKU.ID – Penyidikan dugaan korupsi proyek pembangunan Jalan Lingkar Wokam di Kabupaten Kepulauan Aru kembali memanas. Hari ini, Bupati Kepulauan Aru, Timotius Kaidel, dijadwalkan kembali menjalani pemeriksaan oleh penyidik Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi Maluku.

Informasi tersebut dikonfirmasi Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasie Penkum), Ardy, SH.,M.H. Kejati Maluku yang menyebutkan bahwa pemeriksaan dilakukan dalam rangka pendalaman perkara dugaan korupsi proyek Jalan Lingkar Wokam ruas Tunguwatu–Gorar–Lau-Lau–Kobraur–Nafar yang bersumber dari APBD Tahun Anggaran 2018.

Kasus ini menjadi perhatian publik karena proyek senilai Rp36,7 miliar tersebut hingga kini menyisakan banyak tanda tanya. Jalan yang digadang-gadang menjadi akses strategis bagi masyarakat Aru itu diduga tidak terselesaikan sesuai kontrak, bahkan disebut menimbulkan potensi kerugian keuangan negara.

Baca Juga  Kasus Sambo, Prof. Firman Wijaya Khawatirkan Public Distrusting Menjadi Public Disrispecting

Pemeriksaan terhadap Timotius Kaidel dinilai penting karena yang bersangkutan diketahui memiliki keterkaitan dengan pelaksanaan proyek saat masih berstatus kontraktor, jauh sebelum menjabat sebagai Bupati Kepulauan Aru.

Penyidik Kejati Maluku saat ini terus bergerak mengumpulkan alat bukti dengan memeriksa sejumlah saksi dari berbagai pihak, termasuk pejabat dan pihak terkait yang mengetahui proses perencanaan hingga pelaksanaan proyek tersebut.

Sumber di lingkungan penegak hukum menyebutkan, pemeriksaan lanjutan terhadap Timotius Kaidel dilakukan untuk mengklarifikasi sejumlah fakta dan dokumen yang telah dikantongi penyidik selama proses penyelidikan dan penyidikan berlangsung.

Kasus Jalan Lingkar Wokam sendiri menjadi salah satu perkara yang mendapat sorotan luas masyarakat karena nilai anggarannya yang besar namun hasil pekerjaannya dinilai tidak sebanding dengan dana yang telah digelontorkan pemerintah daerah.

Baca Juga  Salud ! Jelang 2 Bulan Berhasil Tuntaskan 3 Perkara, Kini Aspidsus Agus Baka Jebloskan TSK FJ Dalam Korupsi Nasabah BRI ke Penjara

Di tengah berkembangnya penyidikan, berbagai elemen masyarakat mendesak Kejati Maluku untuk mengusut perkara ini secara transparan dan profesional serta menuntaskan seluruh pihak yang diduga terlibat tanpa pandang bulu.

Hingga berita ini diterbitkan, penyidik masih terus melakukan pemeriksaan dan pendalaman terhadap para saksi guna mengungkap secara terang dugaan tindak pidana korupsi yang terjadi dalam proyek tersebut.

Publik kini menunggu langkah lanjutan Kejati Maluku, termasuk kemungkinan adanya penetapan tersangka baru apabila alat bukti yang dikumpulkan telah memenuhi ketentuan hukum yang berlaku.

Share :

Baca Juga

Hukrim

KEJATI MALUKU NAIKKAN DUGAAN KORUPSI ANGGARAN DINAS PENDIDIKAN KE TAHAP PENYIDIKAN

Hukrim

Bullying dan Penyalahgunaan Medsos Jadi Sorotan, Kejati Maluku Turun Langsung ke SMA Negeri 26 Malteng

Hukrim

“Enam Pemilik Toko Dipanggil Kejati Maluku, Ada Apa di Balik Penyidikan PT Bipolo Gidin?”

Hukrim

Kejati Maluku Geber Empat Kasus Korupsi, Kerugian Negara Rp4,29 Miliar Terungkap

Hukrim

Mantan Kadis PUPR Maluku MM Jadi Tersangka Korupsi Air Bersih Pulau Haruku, Kerugian Negara Rp3,83 Miliar

Hukrim

Kasus Pembunuhan Nus Kei Masuk Babak Penuntutan, Dua Tersangka Resmi Ditahan Jaksa dan Segera Disidangkan di PN Ambon

Hukrim

Empat Tersangka Korupsi Jalan Danar–Tetoat Akhirnya Ditahan, Negara Rugi Rp2,84 Miliar

Hukrim

Gubernur Lewerissa Gandeng PPI Dunia Amerop, Banda Disiapkan Mendunia Lewat Program Pengabdian Mahasiswa