Home / Uncategorized

Senin, 29 Juni 2026 - 23:54 WIB

Bupati SBB Perkuat Sinergi dengan Kemendagri, Penataan Batas Desa dan Tata Kelola Jadi Prioritas

JAKARTA – Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) terus mempercepat reformasi tata kelola pemerintahan desa melalui penguatan koordinasi dengan pemerintah pusat. Langkah tersebut ditunjukkan melalui audiensi Bupati SBB, Asri Arman, bersama jajaran Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Selasa (23/06/2026) di Jakarta.

Pertemuan yang berlangsung di Kantor Ditjen Bina Pemerintahan Desa Kemendagri itu difokuskan pada percepatan implementasi Integrated Land Administration and Spatial Planning Project (ILASPP), sekaligus memperkuat tata kelola desa sebagai fondasi pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Bupati Asri Arman hadir didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Seram Bagian Barat, Leverne A. Tuasuun, Kepala Bappeda Ruslan Nai, Plt. Inspektur Indra Maruapey, serta unsur pimpinan DPRD Kabupaten Seram Bagian Barat.

Dalam audiensi tersebut, pemerintah daerah dan Kemendagri membahas berbagai langkah strategis untuk mempercepat penataan administrasi pertanahan, penegasan batas desa, penyelarasan data spasial, hingga peningkatan kapasitas aparatur desa agar mampu menjalankan tata kelola pemerintahan yang semakin profesional, transparan, dan akuntabel.

Baca Juga  Rakercap HIPMI, Walikota Ambon Ajak Pengusaha Muda Untuk Membangkitkan Ekonomi Daerah

Bupati Asri Arman menegaskan bahwa pembangunan desa merupakan kunci utama dalam mendorong pertumbuhan daerah. Menurutnya, kepastian batas wilayah desa akan memberikan dampak besar terhadap efektivitas perencanaan pembangunan, pelayanan publik, hingga kepastian hukum bagi masyarakat.

“Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah harus terus diperkuat agar setiap program pembangunan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Kabupaten Seram Bagian Barat memiliki karakteristik wilayah yang erat dengan keberadaan negeri adat, hak ulayat, dan petuanan masyarakat. Karena itu, implementasi ILASPP dinilai sangat strategis untuk menghadirkan kepastian batas wilayah sekaligus melindungi hak-hak masyarakat adat dalam proses pembangunan.

Baca Juga  Pemkot Ambon Berikan Bantuan 12 Unit Mesin Kapal Berukuran 18 PK Untuk Para Nelayan Di 7 Negeri

Selain penataan wilayah, pertemuan tersebut juga membahas penguatan kelembagaan pemerintahan desa melalui peningkatan kualitas administrasi, pengembangan kapasitas aparatur desa, serta penguatan sistem akuntabilitas dalam pengelolaan pemerintahan dan pembangunan desa.

Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat berharap hasil koordinasi tersebut dapat mempercepat implementasi Program ILASPP di daerah, sekaligus mendukung penyusunan perencanaan pembangunan yang lebih terarah, berbasis data yang akurat, dan berkelanjutan.

Melalui kolaborasi yang semakin erat dengan Kemendagri, Pemkab SBB optimistis pembangunan desa dapat berjalan lebih efektif, pelayanan kepada masyarakat semakin berkualitas, dan potensi ekonomi daerah dapat berkembang secara optimal dengan dukungan kepastian tata ruang dan batas wilayah yang jelas.

Share :

Baca Juga

Uncategorized

Pawai Obor dan Lampion, Ditetapkan Jadi Agenda Tahunan Sambut Tahun Baru Islam di Ambon

Uncategorized

Pamong Budaya: Mesak Wakim “Ayowane: Simbol Perahu dalam Tari Seka Masyarakat Masela”

Uncategorized

Maluku Catat 32 Warisan Budaya Takbenda, Belajar dari Kasus ‘Rasa Sayange’ yang Pernah Diklaim Malaysia

Uncategorized

Mainoro, Nyanyian Adat Suku UPA,A yang Terancam Punah

Uncategorized

LASQI Kota Ambon Juara Umum Pemilihan Duta Qasidah Provinsi Maluku 2025

Uncategorized

Wali Kota Ambon Buka Lomba Mancing, Ajak Warga Jaga Laut

Uncategorized

Gubernur Paparkan Kondisi Maluku ke Mendagri Pada Rakor Kepala Daerah se- Maluku

Uncategorized

Kejaksaan Berhasil Mengrehabikitasi Seorang PNS dan Security di Kota Ambon