Home / Berita

Minggu, 30 Agustus 2026 - 01:16 WIB

Karhutla Meluas di Malteng, Warga Bertahan dengan Peralatan Sederhana Hadapi Kobaran Api

MALUKU TENGAH – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Maluku Tengah mulai menjadi ancaman serius bagi lahan pertanian dan perkebunan masyarakat.

Di tengah keterbatasan sarana pemadaman, warga di sejumlah lokasi terpaksa turun langsung menghadapi kobaran api dengan peralatan sederhana untuk mencegah api merambat semakin luas.

Kondisi tersebut salah satunya terjadi di Dusun SP2, Kecamatan Seram Utara Barat. Warga berjibaku memadamkan titik-titik api yang mengancam kebun dan lahan produktif mereka.

Situasi ini mendapat perhatian Anggota DPRD Kabupaten Maluku Tengah dari Fraksi PKS, Ardiansyah Makatita, yang turun langsung membantu masyarakat.

Tidak hanya meninjau lokasi, Ardiansyah juga menyerahkan sejumlah peralatan yang dapat digunakan warga untuk melakukan pemadaman awal, di antaranya tabung hand sprayer. Bantuan tersebut disebut berasal dari sumbangan pribadi Ardiansyah.

“Di sela-sela masa reses, saya menyempatkan diri menyerahkan sejumlah bantuan peralatan pertanian yang dapat difungsikan petani untuk memadamkan kebakaran di kebun-kebun mereka,” ujar Ardiansyah, Sabtu (29/8/2026).

Menurutnya, peralatan tersebut sengaja dipilih karena dapat dimanfaatkan masyarakat untuk melakukan tindakan awal ketika titik api muncul di sekitar perkebunan.

Warga Jadi Garda Terdepan

Kondisi di lapangan menunjukkan masyarakat menjadi pihak yang paling cepat bergerak ketika kebakaran mulai mengancam lahan mereka.

Baca Juga  Surya Paloh Kembali Percayakan Hamdani Pimpin DPW NasDem Maluku

Warga tidak dapat hanya menunggu bantuan datang. Dengan kemampuan dan peralatan yang tersedia, mereka berusaha mengendalikan api agar tidak menjalar ke perkebunan maupun kawasan lainnya.

Namun, Ardiansyah mengingatkan agar seluruh beban penanganan karhutla tidak dibebankan kepada masyarakat.

Ia meminta Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah segera memberikan perhatian dan bantuan konkret kepada warga yang terdampak kebakaran.

“Semoga Pemda bisa segera memberikan perhatian kepada masyarakat yang terdampak kebakaran hutan dan lahan,” katanya.

Titik Kebakaran Terus Bertambah

Ardiansyah menyebut persoalan karhutla tidak hanya terjadi di Dusun SP2 dan Wailulu.

Informasi yang diterimanya menunjukkan kebakaran juga terjadi di wilayah Seram Utara, Seram Utara Timur Seti dan sejumlah kecamatan lainnya di Maluku Tengah. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa karhutla telah menjadi persoalan yang membutuhkan penanganan lebih serius dan terkoordinasi.

Sebelumnya, BPBD Maluku Tengah juga mengakui bahwa sejumlah titik kebakaran terjadi di beberapa wilayah, sementara kemampuan pemerintah daerah untuk menjangkau lokasi terkendala keterbatasan anggaran dan operasional. Masyarakat di sejumlah lokasi akhirnya melakukan pemadaman secara mandiri.

Bahkan, Pemkab Maluku Tengah tengah mempertimbangkan penetapan status darurat menyusul dampak kekeringan dan karhutla yang terjadi di sejumlah wilayah. Kondisi cuaca kering dan angin kencang dinilai dapat meningkatkan risiko meluasnya kebakaran.

Baca Juga  Rahakbaw : “ Penegekan Hukum Terhadap Pelaku-Pelaku Konflik Harus Dilakukan Secara Tranparan dan Tanpa Bandang Bulu “

Peralatan Menjadi Kebutuhan Mendesak

Ardiansyah menilai dukungan peralatan merupakan kebutuhan penting bagi masyarakat yang berada di sekitar lokasi kebakaran.

Ketika api muncul di kawasan perkebunan, masyarakat menjadi pihak pertama yang berhadapan dengan kobaran api. Karena itu, keberadaan alat pemadam sederhana dapat membantu warga melakukan penanganan awal sebelum bantuan dari pemerintah maupun petugas tiba.

Bantuan yang diberikan saat ini memang belum menjadi solusi untuk keseluruhan persoalan karhutla. Namun, setidaknya masyarakat memiliki sarana tambahan untuk mengendalikan titik api yang muncul di sekitar lahan mereka.

Pemda Diminta Bergerak Lebih Cepat

Ardiansyah berharap pemerintah daerah segera memperkuat langkah penanganan, bukan hanya melalui pemantauan dan koordinasi, tetapi juga dengan menyediakan dukungan nyata di lapangan.

Penanganan karhutla dinilai membutuhkan kerja bersama antara pemerintah daerah, BPBD, aparat keamanan, pemerintah kecamatan dan negeri, serta masyarakat.

Dengan semakin banyaknya wilayah yang dilaporkan mengalami kebakaran, langkah pencegahan dan pemadaman perlu dilakukan lebih cepat agar api tidak merusak lahan produktif dan mengancam keselamatan masyarakat.

Karhutla di Maluku Tengah menjadi pengingat bahwa kesiapsiagaan bencana tidak cukup hanya mengandalkan keberanian warga. Dukungan peralatan, koordinasi yang cepat, dan kehadiran pemerintah di lapangan menjadi kebutuhan mendesak untuk mencegah kebakaran meluas.

Share :

Baca Juga

Berita

DPRD Maluku Dorong Ketahanan Pangan dan Hilirisasi Pala-Kelapa, Anggaran Pusat Harus Dikawal

Berita

Solichin Buton: Sengketa Wilayah Adat Jangan Langsung ke Ranah Hukum, Utamakan Musyawarah

Berita

HUT RI ke-81, Benhur Watubun Ajak Masyarakat Maluku Perbanyak Kebaikan dan Rawat Persaudaraan

Berita

HUT ke-81 Maluku Jadi Momentum Evaluasi, Benhur Watubun: Pembangunan Tak Boleh Jalan di Tempat

Berita

Komisi I DPRD Maluku Konsultasi ke Wamenkum, Bahas Perlindungan Masyarakat Hukum Adat

Berita

Target PAD Maluku Dinilai Terlalu Tinggi, DPRD Dorong Bapenda Lakukan Penyesuaian

Berita

Unpatti Terima 5.846 Mahasiswa Baru, Rektor Tegaskan Komitmen Pendidikan Berkualitas

Berita

OJK Nobatkan Pemkot Ambon sebagai Kota dengan Literasi Keuangan Terbaik Nasional