Home / Berita

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 07:34 WIB

OJK Nobatkan Pemkot Ambon sebagai Kota dengan Literasi Keuangan Terbaik Nasional

AMBON – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Pemkot Ambon meraih Financial Literacy Award Tahun 2026 dari Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia (OJK RI) untuk kategori Pemerintah Daerah Tingkat Kota dengan Program Literasi Keuangan Terbaik.

Penghargaan tersebut diterima Wakil Wali Kota Ambon, Ely Toisutta, dalam rangkaian peringatan Hari Indonesia Menabung dan Puncak Bulan Literasi Keuangan 2026, yang berlangsung di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 13 Bekasi, Provinsi Jawa Barat, Jumat (28/8/2026).

Acara tersebut turut dihadiri Ketua Dewan Komisioner OJK RI, Friderica Widyasari Dewi.

Penghargaan Financial Literacy Award diberikan OJK RI sebagai bentuk apresiasi kepada Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK), pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan yang dinilai berkontribusi dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

Wawali Ely Toisutta mengatakan, penghargaan tersebut menjadi bukti atas komitmen dan konsistensi Pemkot Ambon dalam menjalankan berbagai program literasi keuangan bagi masyarakat.

Baca Juga  Pemda Malteng Ajak Masyarakat Aktif Dalam Perencanaan Pembangunan

“Pemkot dinilai berhasil menunjukkan dukungan penuh dan komitmen yang konsisten dalam pelaksanaan berbagai program literasi keuangan bagi warganya, sehingga dinobatkan sebagai daerah dengan program literasi keuangan terbaik di tingkat kota se-Indonesia,” ujar Ely di sela-sela penerimaan penghargaan.

Menurutnya, capaian tersebut diharapkan semakin memotivasi Pemkot Ambon untuk memperluas sekaligus meningkatkan berbagai program literasi keuangan.

Upaya tersebut penting untuk membangun masyarakat Kota Ambon yang semakin cerdas, mandiri, dan bijak dalam mengelola keuangan, sekaligus mampu memanfaatkan berbagai layanan keuangan secara aman dan produktif.

Sementara itu, Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena memberikan apresiasi atas penghargaan yang diraih Pemkot Ambon.

Ia menilai, prestasi sebagai Juara 1 Nasional tersebut merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah daerah, OJK, industri perbankan, serta seluruh elemen masyarakat dalam mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan.

Baca Juga  RAPAT BANGGAR DPRD KOTA AMBON DAN TAPD BAHAS LKPJ 2025

“Prestasi Juara 1 Nasional ini merupakan bukti nyata atas kerja keras bersama antara Pemerintah Kota Ambon, OJK, industri perbankan, serta seluruh elemen masyarakat dalam membangun literasi dan inklusi keuangan yang merata,” kata Bodewin di Ambon.

Bodewin menegaskan, Pemkot Ambon akan terus memperluas program inklusi keuangan, termasuk memperkuat ekosistem digitalisasi pembayaran di tengah masyarakat.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah peningkatan penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), termasuk di lingkungan masyarakat dan sekolah.

Menurutnya, penguatan literasi keuangan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan masyarakat memahami produk dan layanan keuangan, tetapi juga bagaimana masyarakat dapat memanfaatkannya secara tepat di tengah perkembangan ekonomi digital.

Untuk diketahui, dalam penerimaan penghargaan tersebut, Wawali Ely Toisutta turut didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kota Ambon, F. Taso.

Share :

Baca Juga

Berita

Buka Lasqi Nusantara Fest 2026, Wali Kota Ambon Tekankan Penguatan Seni Islami dan Pembentukan Generasi Berkarakter

Berita

Wali Kota Ambon: Pelayanan Terpadu Perkawinan Hadir Berikan Kepastian Status Hukum bagi Masyarakat

Berita

52 Pejabat Fungsional Pemkot Ambon Dilantik, Bodewin Tekankan Profesionalisme dan Keahlian

Berita

DPRD Maluku Dorong APBD Berbasis Data Akurat, Kesejahteraan Rakyat Jadi Fokus

Berita

Bodewin Wattimena: Bukan Soal Besar Kecilnya Angka, Tapi Niat Tulus Meringankan Beban Warga NTT

Berita

DPRD dan Pemkot Ambon Salurkan Donasi Rp250 Juta untuk Korban Gempa NTT

Berita

5.846 Mahasiswa Baru Unpatti Ikuti PKKMB, Rektor Tekankan Disiplin dan Keamanan

Berita

Erwan Sudaryanto: Penguatan KPH Harus Jadi Kunci Pengendalian Kebakaran Hutan dan Pengembangan Bioekonomi