AMBON – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon menyalurkan bantuan kemanusiaan sebesar Rp250 juta untuk membantu masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak bencana.
Bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian Pemkot Ambon terhadap warga NTT yang tengah menghadapi kondisi sulit akibat bencana. Pemerintah Kota Ambon menilai, solidaritas dan semangat kemanusiaan perlu dibangun tanpa melihat batas wilayah.
Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, menegaskan bahwa nilai bantuan bukanlah hal yang paling utama. Menurutnya, yang jauh lebih penting adalah ketulusan dan kepedulian untuk membantu meringankan beban masyarakat yang sedang menghadapi musibah.
“Bukan soal besar kecilnya angka, tetapi niat tulus untuk meringankan beban saudara-saudara kita yang sedang mengalami musibah,” demikian pesan Bodewin sebagaimana dikutip dalam narasi pemberitaan sumber yang diberikan.
Menurut Bodewin, kepedulian terhadap sesama merupakan bagian penting dari kehidupan sosial masyarakat. Dalam situasi bencana, dukungan sekecil apa pun dapat memberikan arti bagi masyarakat yang membutuhkan.
Penyaluran bantuan senilai Rp250 juta tersebut sekaligus menunjukkan bahwa Pemerintah Kota Ambon tidak hanya berfokus pada persoalan pembangunan di dalam wilayah administrasinya, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap masyarakat di daerah lain yang sedang tertimpa bencana.
Bentuk Solidaritas Kemanusiaan
Bantuan untuk NTT juga memperlihatkan kuatnya semangat solidaritas antardaerah. Masyarakat yang terdampak bencana membutuhkan dukungan tidak hanya dalam bentuk bantuan material, tetapi juga perhatian dan kepedulian dari berbagai pihak.
Sikap tersebut sejalan dengan berbagai upaya bantuan kemanusiaan untuk NTT yang dalam beberapa waktu terakhir juga datang dari sejumlah pihak. Kementerian Perdagangan, misalnya, sebelumnya menyalurkan bantuan sebesar Rp250 juta untuk korban gempa NTT sebagai bantuan tahap awal.
Dukungan juga datang melalui sektor transportasi. PT Pelni Cabang Ambon membuka layanan pengiriman bantuan kemanusiaan melalui jaringan transportasi laut untuk membantu mempercepat mobilisasi bantuan ke wilayah NTT yang terdampak bencana.
Dalam konteks tersebut, bantuan Pemkot Ambon menjadi bagian dari semangat gotong royong dan kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan pertolongan.
Kepedulian yang Tidak Mengenal Batas
Bodewin menekankan bahwa nilai utama dari bantuan bukan semata-mata terletak pada jumlah yang diserahkan, melainkan pada keikhlasan untuk hadir dan membantu ketika sesama sedang menghadapi kesulitan.
Semangat tersebut menjadi pesan penting bahwa kepedulian kemanusiaan tidak mengenal batas wilayah administratif. Ambon dan NTT memiliki hubungan sosial dan sejarah sebagai bagian dari masyarakat Indonesia yang saling menopang dalam menghadapi berbagai tantangan.
Pemkot Ambon berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat NTT serta sedikit meringankan beban warga yang terdampak bencana.
Bagi Bodewin, kepedulian dan ketulusan untuk membantu sesama merupakan nilai yang harus terus dipelihara, terutama ketika masyarakat sedang menghadapi situasi darurat dan membutuhkan dukungan bersama.





































