Home / Hukrim

Selasa, 11 Maret 2025 - 09:00 WIB

Dugaan” Aborsi Dilakukan Oknum Anggota DPRD Maluku Tengah

MASOHI-LSM Pukat Seram meminta dengan sungguh supaya Badan Kehormatan (BK) DPRD Maluku Tengah (Malteng) sesegera mungkin menuntaskan “dugaan” aborsi yang disinyalir dilakukan anggota DPRD Maluku Tengah (Malteng) berinisial “WRL”.

Oknum ini, diduga berhubungan intim berkali-kali dengan seorang pegawai ASN di RSUD dr Ishak Umarela, Hal ini tentu saja mengakibatkan korban hamil. Si korban sebut saja bernama “Bunga”.

Tentu saja kelakuan semacam ini, bukan saja mencoreng nama baik DPRD Maluku Tengah, pegawai Pemkab Malteng.

“Mentang-mentang ente jadi anggota dewan lalu lalu seenaknya bikin orang pu anak perempuan, kaya os pung bini piara ka?. Hoee penjaraaa tau?,” sergah salah satu anggota DPRD Malteng yang enggan menyebutkan jati dirinya itu.

Baca Juga  Hari Pramuka Ke-64: Kolaborasi Membangun Ketahanan Bangsa

Menimpali hal itu, selaku corong masyarakat, Fahry Asyatri mendesak agar Badan Kehormatan DPRD secepatnya menggelar sidang kode etik atas tindakan yang dilakukan oleh oknum dewan ini. Sebelum yang bersangkutan disidang di Pengadilan Negeri Masohi.

Hal ini dimaksudkan agar perkara aborsi dimaksud tentu saja adalah tindakan keji dan tidak berperikemanusiaan. Dan yang lebih penting lagi tidak terjadi lagi pada setiap anggota DPRD Maluku Tengah.

Baca Juga  Dugaan Korupsi Gedung TP-PKK SBB, Andi Nur Akbar Gagal Fokus

Tentu saja akibat adanya pengaduan oleh Ketua LSM Pukat Seram,  Polres Malteng bergerak menangani kasus ini. “WRL” dipastikan bakal dipidana dengan surat perintah penyelidikan Nomor : SP.Lidik/42/II/RES. 1.24/2025/Reskrim, tanggal 10 Februari 2025.

“Malahan, kami minta agar Badan Kehormatan DPRD Malteng sesegera mungkin menindaklanjuti kasus ini sesuai kode etik yang berlaku di DPRD setempat,” tandas Fahry Asyatri.

Sejumlah anggota DPRD ikut menyaksikan penyerahan surat dari LSM Pukat Seram, kepada Badan Kehormatan DPRD Malteng. (ARF).

Share :

Baca Juga

Hukrim

KEJATI MALUKU NAIKKAN DUGAAN KORUPSI ANGGARAN DINAS PENDIDIKAN KE TAHAP PENYIDIKAN

Hukrim

Bullying dan Penyalahgunaan Medsos Jadi Sorotan, Kejati Maluku Turun Langsung ke SMA Negeri 26 Malteng

Hukrim

“Enam Pemilik Toko Dipanggil Kejati Maluku, Ada Apa di Balik Penyidikan PT Bipolo Gidin?”

Hukrim

Kejati Maluku Geber Empat Kasus Korupsi, Kerugian Negara Rp4,29 Miliar Terungkap

Hukrim

Mantan Kadis PUPR Maluku MM Jadi Tersangka Korupsi Air Bersih Pulau Haruku, Kerugian Negara Rp3,83 Miliar

Hukrim

Kasus Pembunuhan Nus Kei Masuk Babak Penuntutan, Dua Tersangka Resmi Ditahan Jaksa dan Segera Disidangkan di PN Ambon

Hukrim

Empat Tersangka Korupsi Jalan Danar–Tetoat Akhirnya Ditahan, Negara Rugi Rp2,84 Miliar

Hukrim

Gubernur Lewerissa Gandeng PPI Dunia Amerop, Banda Disiapkan Mendunia Lewat Program Pengabdian Mahasiswa